Lana Del Rey Tunjukkan Produktivitas dengan Rilis 3 Lagu Baru

Lana Del Rey Tunjukkan Produktivitas dengan Rilis 3 Lagu Baru

  • By:
  • Selasa, 15 June 2021
  • 77 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Jika bicara soal produktivitas, tampaknya Lana Del Rey merupakan salah satu musisi yang cukup memiliki semangat dalam memastikan rencana proyek musiknya berjalan dengan lancar. Bagaimana tidak? Baru saja merilis album ketujuhnya yang berjudul Chemtrails Over the Country Club pada bulan Maret lalu, kini Lana Del Rey pun siap untuk merilis album kedelapannya dalam waktu dekat. Rencananya, Lana Del Rey akan merilis album kedelapan yang berjudul Blue Banisters di tahun ini. Merilis dua buah album dalam jangka waktu satu tahun memang bukan hal yang asing lagi. Pasalnya tahun 2020 lalu juga ada beberapa musisi yang berhasil mencoba untuk melakukan strategi tersebut. Album ke delapan dari Lana Del Rey ini juga cukup bersifat spesial, pasalnya sang musisi berencana untuk merilis albumnya pada hari kemerdekaan Amerika Serikat yang jatuh pada tanggal 4 Juli 2021. 

Lana Del Rey sempat mengungkapkan bahwa dirinya memang akan langsung segera menggarap album lanjutan dari Chemtrails Over the Country Club pada bulan Maret lalu. Sebelum resmi memutuskan bahwa albumnya berjudul Blue Banisters, Lana Del Rey lebih dulu mengungkapkan bahwa Rock Candy Sweet adalah judul album terbarunya nanti. Dalam berita tersebut, Lana Del Rey juga menyatakan bahwa proses penulisan lagu untuk album terbarunya tersebut dianggap akan menghadirkan kendala yang cukup besar. Kendala tersebut hadir karena dalam beberapa tahun terakhir Lana Del Rey cukup menjadi sorotan, terutama mengenai gaya hidupnya yang terpancar dari aktivitas media sosialnya. 

Demi menghadirkan kesan optimis dalam rencana merilis album kedelapan, Lana Del Rey langsung mantap merilis 3 buah lagu baru sekaligus. 3 lagu baru berjudul Blue Banisters, Text Book, dan Wildflower Wildfire yang dirilis Lana Del Rey ini dianggap oleh musisi sebagai lagu yang dapat mewakili pandangannya untuk terhadap konsep album yang akan didedikasikan oleh para penikmat musiknya di seluruh dunia. Untuk dua lagu terbarunya, Blue Banisters dan Text Book, Lana Del Rey bekerja sama dengan Gabriel Edward Simon yang juga sekaligus memproduksi lagu berjudul Blue Banisters. Sedangkan untuk Text Book, Lana Del Rey mengajak Zachary Dawes sebagai produser untuk lagu tersebut. Di lagu ketiganya, Wildflower Wildfire Lana Del Rey mengundang kolaborator tetap Kanye West, Mike Dean untuk membantunya dalam menulis dan memproduksi lagu tersebut. Dalam pemberitaan mengenai ketiga lagu barunya ini, terlihat bahwa Lana Del Rey sedang mencoba untuk melakukan hal baru dengan mengajak beberapa produser berbeda untuk ketiga lagunya. Sebagaimana yang diketahui bahwa biasanya Lana Del Rey mengajak Jack Antonoff untuk berperan sebagai produser dalam beberapa album sebelumnya. 

Beberapa pihak media dan kritikus musik yang telah mendengarkan ketiga lagu terbaru Lana Del Rey memprediksi bahwa sang musisi mencoba untuk menuangkan sisi personal yang lebih dalam untuk memperkuat tema dan konsep album kedelapannya nanti. Ketiga lagu baru yang dirilis oleh Lana Del Rey tersebut dianggap memiliki nuansa yang sama dari salah satu lagu album ketujuhnya, White Dress yang menceritakan tentang masa lalu sang musisi kala dirinya berusaha untuk menjadi penyanyi profesional di masa mudanya. Bahkan beberapa menganggap bahwa ketiga lagu terbaru Lana Del Rey ini seakan melengkapi teka-teki mengenai kehidupan masa lalunya sebelum menjadi bintang berkat kesuksesan album Born To Die. 

Untuk lagu berjudul Wildflower Wildfire, Lana Del Rey mencoba untuk menggali lebih dalam masa lalunya. Menceritakan tentang masa kecilnya, Lana Del Rey mendedikasikan pesan dari lagu tersebut kepada sang ibu. Sosok ibu diketahui merupakan subyek yang jarang dibahas oleh Lana Del Rey di hampir seluruh lagu yang pernah ditulisnya dibandingkan sosok ayah. Sosok ayah juga kembali diangkat oleh Lana Del Rey untuk lagu berjudul Text Book. Lagu tersebut secara garis besar memang membahas kehidupan percintaan Lana Del Rey dengan tunangannya saat ini. Namun, Lana Del Rey mengakui bahwa dirinya menemukan kemiripan karakteristik dari sang ayah pada pasangannya tersebut.

Selain produktif dalam merilis album, Lana Del Rey juga diketahui sebelumnya sempat merilis sebuah audiobook di tahun 2020 lalu. Audiobook ini merupakan langkah dari Lana Del Rey untuk menjaga agar para penggemarnya tetap update dan menanti kehadiran karya terbarunya. Rilis dengan judul Violet Bent Backwards Over the Grass, audiobook ini berisi tentang kumpulan puisi dan musik spoken word yang ditulis dan dinarasikan oleh Lana Del Rey sendiri. Dalam mengerjakan proyek ini, Lana Del Rey kembali dibantu dengan Jack Antonoff yang berperan sebagai penata musik untuk audiobook ini.

Kerja sama antara Lana Del Rey dan Jack Antonoff ini pertama kali dimulai saat sang musisi sedang mempersiapkan Norman Fucking Rockwell! yang merupakan album keenam dirinya bersama Interscope dan Polydor. Dalam proses pembuatan album tersebut Jack Antonoff, Lana Del Rey memberikan tanggung jawab kepada rekannya untuk berperan sebagai seorang produser. Secara pencapaian komersil, album ini mendapatkan banyak tanggapan positif dari berbagai pihak di industri musik Amerika Serikat dan berhasil mendapatkan nominasi untuk album terbaik di ajang Grammy 2020 dan berhasil menang di ajang NME Awards 2020 untuk kategori yang sama. Untuk album, Norman Fucking Rockwell!, Lana Del Rey bersama Jack Antonoff melakukan eksplorasi musik yang terpengaruh dari karya-karya musik rock di tahun 1970-an, seperti karya-karya dari Neil Young, Crosby, Stills, & Nash, Led Zeppelin, Joni Mitchell dan The Eagles. 

Image courtesy of Los Angeles Times

0 COMMENTS