Langkah Triple Crown Records Kembangkan Skena Alternatif

Langkah Triple Crown Records Kembangkan Skena Alternatif

  • By:
  • Sabtu, 19 June 2021
  • 46 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Saat pertama kali genre di luar arus utama dan alternatif seperti indie rock, emo, serta post rock muncul ke permukaan di tahun 1990-an apresiasi dari label rekaman bisa dibilang kurang memberikan kontribusi yang baik bagi pengembangan musik. Oleh karena itu, banyak penggiat skena yang memutuskan untuk mendirikan label rekaman independen, seperti Triple Crown Records. Didirikan oleh Fred Feldman di New York, Triple Crown Records difungsikan sebagai rumah bagi genre musik rock alternatif di akhir tahun 1990-an. 

Sebelum berhasil mendirikan Triple Crown Records, Fred Feldman sebelumnya sempat menjadi kepala untuk Another Planet Records, sebuah sub divisi indie rock, hardcore, dan ska yang dilahirkan dari Profile Records. Namun saat Profile Records harus menutup perjalanan mereka, Fred Feldman mencoba untuk tetap menghidupkan semangat yang telah dibawanya untuk membantu mengembangkan skena musik alternatif. Salah satu band yang berhasil meroket di bawah naungan Triple Crown Records adalah Brand New. Band tersebut merupakan band post-hardcore asal Amerika Serikat yang berhasil meroket berkat album perdananya di tahun 2001 berjudul Your Favorite Weapon. Album perdana tersebut dirilis oleh Triple Crown Records. Proses bergabungnya Brand New ke dalam Triple Crown Records juga bisa dibilang cukup unik dan memiliki risiko tersendiri kepada label rekaman tersebut. Pasalnya, sebelum bergabung di dalam Triple Crown Records, Brand New hanya baru tampil di atas panggung sebanyak 2 kali. Namun, proses rekrutmen band tersebut juga yang menjadi identitas dari Triple Crown Records hingga saat ini.

Perjalanan Fred Feldman dalam menjalankan bisnis di Triple Crown Records bermula saat dirinya berhasil membujuk 25 Ta Life menjadi band pertama yang bergabung di bawah label rekaman baru tersebut. 25 Ta Life merupakan band hardcore yang sebelumnya direncanakan sebagai nama baru di dalam roster Another Planet Records. Namun, Fred Feldman menjelaskan kondisi negatif yang ada di dalam tubuh label rekaman tersebut dan akhirnya 25 Ta Life pun sepakat untuk bergabung bersama Fred Feldman. Bergabungnya band hardcore tersebut juga didasari oleh reputasi pendiri Triple Crown Records yang dikenal baik dalam membantu mengembangkan skena luar arus utama. 

Dedikasi yang dijalankan oleh Fred Feldman terhadap Triple Crown Records sebagai ruang pengembangan musik ini datang dari kecintaannya terhadap musik. Sejak remaja, pendiri Triple Crown Records tersebut sudah aktif berkegiatan di bidang musik. Semasa SMA, masa muda Fred Feldman dihabiskan dengan bermain musik di dalam sebuah band. Fred Feldman mengakui bahwa kala itu bandnya tidak terlalu bagus, jadi dirinya memutuskan untuk beralih ke ranah media dengan fokus musik. Terlibat dalam komunitas dan juga zine, akhirnya Fred Feldman memutuskan untuk memiliki karier di ranah musik tanpa harus menjadi seorang musisi. Dalam komunitas dan zine musik, pendiri Triple Crown Records tersebut bekerja sebagai seorang fotografer panggung dan mulai dikenal di skena dan komunitas musik yang lebih luas. Sembari menjadi fotografer, Fred Feldman juga menimba ilmu di Syracuse University dan setelah lulus kuliah, pendiri Triple Crown Records tersebut berhasil mendapatkan kerja kantoran pertamanya di Profile Records.

Berada di Profile Records memang sejalan dengan tujuan karier yang dipilih oleh Fred Feldman. Namun untuk pekerjaan pertamanya di label rekaman, Fred Feldman bekerja sebagai penyortir surat kantor yang masuk. Kala itu, Fred Feldman mengakui bahwa dirinya mau bekerja dalam industri musik meski tidak dibayar sekalipun. Namun, kegigihannya untuk bisa bekerja di industri musik pun membuahkan hasil dan dirinya pun diangkat sebagai pekerja paruh waktu setelah lulus kuliah. Bermula sebagai penyortir surat, pendiri label Triple Crown Records pun akhirnya berhasil menduduki posisi tertinggi di Profile Records kala itu. Sejak saat itu, Fred Feldman mendapatkan kebebasan untuk mengembangkan Profile Records sesuai pengamatan musik yang dimilikinya sekaligus mendirikan Another Planet Records. 

Ketika berhasil menjalankan Triple Crown Records, Fred Feldman mengakui kesulitan untuk menemukan distributor yang mau membantunya dalam menyebar luaskan rilisan yang dikeluarkan oleh label pribadinya tersebut. Hingga akhirnya di tahun 2001, Triple Crown Records bekerja sama dengan Fat Beats Records. Bantuan Fat Beats Records untuk soal distribusi dibayar oleh Fred Feldman dengan membantu mereka mengembangkan label rekaman independen yang ada di dalam Fat Beats Records. Bersama Fat Beats Records, pendiri Triple Crown Records tersebut mencoba untuk menghadirkan ruang alternatif bagi genre hip hop di skena alternatif dan kerja sama tersebut berhasil berjalan dengan baik.

Fred Feldman merasa bahwa pengembangan musik tidak hanya datang dari industrinya saja, pelakunya seperti band atau musisi juga perlu memahami nilai yang sama. Oleh karena itu, ketika Triple Crown Records berhasil mendatangkan nama baru di dalam perusahaannya, Fred Feldman langsung mendorong mereka untuk mendapatkan kesempatan tur lebih banyak dari sebelumnya. Pendiri Triple Crown Records merasa bahwa koneksi antara musisi dan para penggemarnya harus dibangun secara organik agar saling mendukung keberlangsungan skena yang coba untuk diperjuangkan. Fred Feldman juga mengakui bahwa dirinya selalu terbuka untuk mencari musisi dan band baru untuk mengisi ruang di dalam Triple Crown Records. Dirinya sering mencari band baru melalui internet maupun dari rekomendasi teman-temannya. Meskipun Fred Feldman menyatakan bahwa tidak semua dari rekomendasi yang dirinya temukan masuk ke dalam kategori Triple Crown Records, namun dirinya berusaha untuk memberikan ruang yang baik demi memperkenalkan talenta-talenta di industri musik, seperti memberikan kesempatan menjadi band pembuka dari konser atau tur band yang sudah tergabung di Triple Crown Records terlebih dahulu. 

 

Image courtesy of Triple Crown Records

0 COMMENTS