wiley

Legenda Grime, Wiley, Nyatakan Pensiun, Lepas Album ‘The Godfather 3’

  • By: NND
  • Selasa, 9 June 2020
  • 1903 Views
  • 1 Likes
  • 2 Shares

Mereka yang mengikuti kancah musik grime dari Inggris tentu sudah tidak asing dengan nama Wiley--the godfather of grime. Selaku producer/MC dan salah satu founder serta nama paling prominen dari genre grime itu sendiri, kontribusi pria bernama asli Richard Cowle ini sudah tidak perlu diragukan lagi; daftarnya panjang, dan ia akan segera menutup itu semua dengan satu album terakhir.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Out Now

A post shared by Must See Tv (@wiley__) on

Ya, Wiley telah resmi melepas album terbaru dan terakhirnya, berjudul The Godfather 3. Sejatinya, mendaratnya album ini bukan pertama kali kabar pensiun Wiley beredar. Ia pernah menyatakan hal yang sama saat merilis album The Godfather di tahun 2017 silam. Sekarang, dua album setelah The Godfather itu, kabar “pensiun” itu kembali, lengkap dengan sound grime yang definitif: orisinal dan mentah--sebagaimana seharusnya ia disajikan.

Merekam jejak, perjalanan karir Wiley cukup menarik. Selain menjadi pelopor grime dengan karakter “eksibeat” miliknya, ia juga menjadi sosok sesepuh bagi banyak nama muda yang menempuh jalur musik grime. Wiley sempat tergabung dalam kru UK garage Pay As U Go Cartel, juga terlibat dalam kolektif Roll Deep Crew (bersama Dizzee Rascal dkk)--yang mana menjadi salah satu blueprint penting dalam kelahiran musik grime.

Highlight dari karir solo Wiley merupakan beberapa album awal yang dirilis banyaknya dirilis dalam format white-label vinyl, atau unggahan gratis. Tampilan yang jujur dari imajinasi, karakter, dan sound unik seorang Wiley dipaparkan dari album-album seperti Treddin’ on Thin Ice (2004), Playtime is Over (2007), dan beberapa album setelahnya.

Gerbang masuk ke ranah mainstream bagi Wiley hadir di album tahun 2008 miliknya, yakni See Clear Now. Didapuklah produser Mark Ronson dan berbagai nama lain dalam pengerjaannya, yang di atas kertas, terkesan lebih “mahal” ketimbang rilisan sebelumnya. Setelah menjadi nama besar, Wiley pun tidak lupa roots. Ia tetap membantu para rekan musisi grime lainnya menyusuri awal hingga pertengahan dekade 2010-an.

Tak hanya itu, Wiley juga membuktikan konsistensinya. Sebagai seorang musisi, ia merupakan sosok yang produktif, terbukti dari diskografinya yang diisi oleh 14 album, termasuk The Godfather (2017), The Godfather 2 (2018), dan edisi terakhir trilogi itu yang rilis pada tanggal 5 Juni 2020 kemarin.

Meski sempat menjadi tokoh kontroversial di tahun lalu atas sengketa dengan nama besar rap/grime Inggris Stormzy, juga dengan popstar kenamaan Ed Sheeran, kepada pihak The Guardian ia menyatakan sudah berdamai dengan Stormzy. Di wawancara yang sama ia juga bercerita tentang genre grime di era sekarang, serta perihal keputusan pensiunnya.

“Nama-nama yang berada di posisi teratas genre grime Inggris sekarang, mereka sudah tidak ingin menjadi grime lagi, bukan? Mereka ingin menjadi hip-hop! Jadi ini merupakan waktu yang tepat untuk menggarap sesuatu dengan MC baru yang cinta pada grime, karena saya juga akan pensiun.”

“Saya sudah 41 tahun,” tuturnya. “Saya hanya tidak ingin genre ini mati ketika saya menapak keluar darinya.”

Setelah melewati sejumlah penundaan atas perilisan album terakhirnya itu, The Godfather 3 milik Wiley sudah resmi rilis dan dapat didengarkan di layanan streaming pada umumnya. Tentu, pensiunnya Wiley menjadi kehilangan besar bagi genre grime dan dunia musik secara luas. Ia dikenal sebagai seorang yang sangat mencintai genre grime, yang rela menolak wealth and fame demi mempertahankan kecintaannya itu. Salut!

0 COMMENTS