Noxa

Lewat Virus Grindcore, Noxa dan Shining Bright Ajak Perangi Diabetes

  • By:
  • Selasa, 22 December 2020
  • 676 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Kesempatan emas didapatkan oleh kuartet ganas grindcore asal Jakarta, Noxa. Mereka digandeng oleh Shining Bright, sebuah brand apparel yang berfokus pada gaya hidup dan mode kasual anak muda sejak 2012.

Dengan menggandeng Noxa, Shining Bright kembali bergerak secara sosial dan menebar jala kemanusiaan dengan merilis satu lagi produk kolaborasi yang diberi tajuk GRIND AND SHINE. Shining Bright menjatuhkan pilihannya dengan Noxa yang telah berkecimpung di dunia ekstrem metal selama 18 tahun.

Bertemunya Shining Bright dan Noxa dalam garis tengah dilakukan sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap para penderita penyakit diabetes di seluruh Indonesia, sekaligus menularkan pencegahannya lewat kampanye pola hidup sehat; dengan mengurangi konsumsi gula, sering minum air putih, olahraga rutin, berhenti merokok dan jangan kebanyakan duduk.

“Seperti kita tahu para musisi hidupnya cenderung berantakan, tidak sehat, entah suka begadang, entah merokok atau minum alkohol. Di sini kami ingin menyiarkan sesuatu yang positif,” sebut vokalis Noxa, Diegoshefa.

Kesadaran tersebut secara kebetulan dipicu pula oleh peristiwa duka yang merundung Noxa di akhir tahun 2020 karena mantan vokalis Noxa, Tonny Pangemanan, meninggal dunia akibat diabetes tepat sehari sebelum bergulirnya Hari Diabetes Internasional yang jatuh setiap tanggal 14 November. Sebuah penghormatan pun didedikasikan kepada mendiang sang vokalis Noxa.

Di sisi lain, gerogotan penyakit mematikan ini juga sudah sampai pada tahap yang mengkhawatirkan, khususnya di Indonesia, seperti dilansir menurut data World Health Organization (WHO) bahwa negara kita menempati urutan ke-6 dari sepuluh negara dengan jumlah pengidap diabetes tertinggi.

Terdapat sekitar 10,3 juta pasien per tahun 2017 dan diperkirakan bakal meningkat sebesar 16,7 juta pasien di tahun 2045 mendatang.

Bagi Shining Bright sendiri, kampanye GRIND AND SHINE dianggap sejalan dengan semangat mereka sebagai brand apparel yang fokus pada perkembangan fesyen dan gaya hidup, tapi juga turut ambil bagian dalam banyak hal soal kepedulian sosial. Untuk itu Shining Bright mendirikan sebuah yayasan bernama Shining Life Foundation. 

Beberapa kolaborasi lain yang pernah dijalankan Shining Bright antara lain adalah BAGIMU NEGERI JIWA RAGA KAMI dan LEAP OF FAITH bersama seniman Hari Merdeka demi membantu perang melawan pandemi Covid-19 dengan membagikan alat pelindung diri, dan kaus MARIJUANA VS EVERYBODY untuk mendukung riset Budaya Ganja Nusantara yang diinisiasi oleh Yayasan Sativa Nusantara hasil kerja sama dengan gerakan Lingkar Ganja Nusantara (LGN).

Fiyan Sastro, selaku Founder Shining life by Shining Bright yang mempunyai slogan “For A Better Life” mengatakan langkah tersebut melalui analogi semiotika brand-nya yang berlogo lilin: “Itulah identitas kami. Filosofi sebatang lilin yang menyala dengan api terangnya, dan menjadi pelita kehidupan di saat gelap. Memberi cahaya bagi sekitar dengan mengorbankan dirinya.”

Tribut GRIND AND SHINE menghadirkan kapsul kolaborasi yang hanya diproduksi terbatas. Koleksi autentik berdesain unik dari pernak-pernik merchandise Noxa seperti t-shirt, hoodie sepatu slip-on, topi, gantungan kunci, pin dan pick gitar. Dengan kisaran harga Rp. 35.000 – Rp. 450.000.

Pembelian bisa dilakukan mulai hari Jumat, 4 November 2020 secara eksklusif di Shining Bright Shopee Mall. Sebagian keuntungan penjualannya, tentu saja akan didonasikan oleh Shining Life Foundation ke sejumlah lembaga diabetes terkait dan keluarga mendiang Tonny Pangemanan.

Diegoshefa, “Sekali lagi, kolaborasi ini merupakan wadah kami untuk menyebarkan semangat positif dengan cara mengampanyekan pola hidup sehat sebagai kebutuhan yang primal hari ini. Ayo lawan diabetes!”.

Sekilas Noxa

Noxa sendiri berdiri di Jakarta pada 2002. Noxa pertama ditemukan oleh Robin Hutagaol (drum) dan Ade Himernio (gitar). Mengambil jalur skena grindcore, Noxa menyajikan musik keras dengan lirik-lirik yang sarat dengan kritikan politik dan sosial.

Setelah Robin dan Ade sepakat membentuk band, mereka merekrut Tonny Christian Pangemanan sebagai vokalis dan Dipa Biomantara sebagai bassist. Kebetulan empat personel Noxa ini berada di satu tempat kuliah yang sama.

Nama Noxa sendiri diambil karena keempat personelnya menyukai makna di balik nama tersebut yaitu sesuatu yang membuat badan menjadi lebih hangat. Sebagai awal menancapkan taring di industri musik Indonesia, Noxa merilis album perdana mereka bertajuk (self titled) Noxa pada Agustus 2003 yang membawa mereka manggung di berbagai gigs di Singapura dan Malaysia.

Selama berkarier hampir dua dekade lamanya, Noxa sukses menghasilkan empat album penuh dan sebuah album mini, serta pernah tiga kali melancong ke Eropa untuk tampil di festival metal bergengsi seperti Tuska Open Air (Finlandia) dan Obscene Extreme (Republik Ceko). Noxa juga beberapa kali di Jepang untuk Asakusa Death Fest dan Everloud.

0 COMMENTS