Limp Bizkit Tunggu Lampu Hijau Fred Durst Soal Album Baru

Limp Bizkit Tunggu Lampu Hijau Fred Durst Soal Album Baru

  • By:
  • Rabu, 21 July 2021
  • 118 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Kiprah Limp Bizkit dalam beberapa tahun ke belakang memang seakan berada di dalam bayangan. Setelah memutuskan untuk reuni di tahun 2009 yang juga jadi penanda kembali Wes Borland ke dalam Limp Bizkit, unit nu metal asal Amerika Serikat ini masih belum berhasil kembali merasakan popularitas layaknya awal tahun 2000-an. Padahal 10 tahun lalu, Limp Bizkit sudah berhasil merilis album berjudul Gold Cobra. Namun tampaknya hal tersebut masih belum cukup.

10 tahun berlalu dari album kelimanya, Limp Bizkit akhirnya buka suara terkait aktivitas bermusik mereka. Wes Borland selaku perwakilan Limp Bizkit mengungkapkan bahwa band nu metal asal Amerika Serikat tersebut telah mempersiapkan album keenam mereka berjudul Stampede Of The Disco Elephants. Proses yang dijalankan oleh Limp Bizkit tersebut diungkap sudah berhasil mencapai 80 persen. Namun ada satu hal penting yang membuat finalisasi album baru Limp Bizkit tersebut terhambat, yaitu Fred Durst.

Wes Borland menyatakan bahwa pandangan kreatif dari Fred Durst menjadi ganjalan untuk melanjutkan proyek album baru Limp Bizkit ini. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh gitaris Limp Bizkit tersebut kepada Johnny Christ dari Avenged Sevenfold dalam sebuah sesi talkshow video Youtube. Wes Borland memahami bahwa karakter perfeksionis yang datang dari pentolan dari Limp Bizkit tersebut kerap kali menuai kritik yang mengharuskan mereka menunda pengerjaan album Stampede Of The Disco Elephants

Gitaris dari Limp Bizkit tersebut menyatakan bahwa selama 10 tahun terakhir dirinya bersama anggota band lainnya sudah keluar masuk 7 studio di lokasi yang berbeda. Namun dalam kegiatan tersebut, Fred Durst tetap menjadi sosok yang menolak untuk melanjutkan proses rekaman album baru Limp Bizkit tersebut. Fred Durst merasa bahwa album baru yang sedang dikerjakan oleh Limp Bizkit kali ini masih jauh dari pandangannya secara kreatif. Dengan kata lain, pentolan di dalam Limp Bizkit tersebut masih belum puas dengan apa yang dilakukan oleh dirinya dan rekan-rekannya dalam bermusik. Oleh karena itu, Fred Durst memutuskan untuk menunda segala macam bentuk finalisasi yang akan ada.

Wes Borland juga menjelaskan bahwa total sudah ada 35 lagu yang direkam baik secara instrumen maupun untuk aspek vokalnya. Namun setiap akhir proses rekaman, Fred Durst selalu meminta untuk menghapus file tersebut karena tidak sesuai dengan apa yang dirinya proyeksikan untuk musik Limp Bizkit. Namun para anggota Limp Bizkit lainnya masih memiliki harapan bahwa pada akhirnya Fred Durst akan memutuskan untuk memilih kumpulan lagu terbaik dari yang sudah ada untuk dijadikan materi dalam album baru band nu metal tersebut. Menurut Limp Bizkit, menjaga Fred Durst untuk bersemangat dalam bermusik jadi sebuah upaya kolektif yang lebih penting saat ini. Bahkan Wes Borland sendiri ragu nantinya album keenam dari Limp Bizkit ini akan rilis dengan judul Stampede Of The Disco Elephants

Pandangan terhadap visi Limp Bizkit ke depan jadi penting bagi Fred Durst menurut anggota lainnya. Baik Wes Borland maupun rekan lainnya juga mengakui bahwa Fred Durst merupakan sosok yang memiliki kendali kreatif besar dalam band tersebut. Sebagaimana yang telah diketahui oleh para penggemar Limp Bizkit, band nu metal ini merupakan buah kreatif yang dihasilkan dari isi kepala dari Fred Durst. Awal mula Limp Bizkit dibentuk hadir dari sebuah ide dari isi kepala Fred Durst yang ingin mencoba mengkombinasikan dua genre musik rock dan hip hop ke dalam satu kesatuan yang harmonis. 

Fred durst kala itu masih berprofesi sebagai seorang seniman tato memiliki ketertarikan pada budaya hip-hop seperti break dance dan rap. Namun, tumbuh di kawasan North Carolina, Fred juga menyukai musik-musik keras sarat distorsi seperti punk rock dan heavy metal. Idenya tersebut sempat membawa Fred bermain di dalam beberapa band sebelum Limp Bizkit, seperti Split 26, Malachi Sage, dan 10 Foot Shindig. Namun ketiga band tersebut tidak menghasilkan apa yang diinginkan oleh Fred. Akhirnya Fred menghubungi Sam Rivers untuk mengajaknya membuat proyek musik baru sesuai dengan apa yang diidamkan oleh Fred.

Nama Limp Bizkit diambil karena Fred ingin mengulik rasa penasaran orang-orang yang melihat keunikan nama mereka di poster-poster acara. Cara tersebut ternyata berhasil. Tidak lama setelah itu, Limp Bizkit pun mulai mendapatkan popularitas di skena musik underground pada akhir tahun 1990-an. Bahkan salah satu lokasi tempat mereka sering tampil, Milk Bar menyatakan bahwa Limp Bizkit seakan memiliki magnet untuk menarik perhatian banyak orang. Keberhasilannya dalam memikat perhatian penikmat musik, membuat Limp Bizkit mendapatkan kesempatan untuk tampil sebagai pembuka konser Korn di Hollywood. 

Merasa masih bisa mengembangkan musiknya, Wes Borland mengusulkan agar Limp Bizkit menambah satu orang anggota lagi untuk memainkan elemen elektronik dan turntable di dalam tubuh band tersebut. Akhirnya Limp Bizkit mengundang DJ Lethal yang pernah mengisi di dalam tubuh grup hip hop House of Pain dan formasi tersebut berhasil mendapatkan atensi yang cukup baik di panggung tersebut. Namun seusai tampil, Wes memutuskan untuk keluar dari Limp Bizkit dengan alasan perbedaan visi.

Hasil panggung yang baik tersebut menarik perhatian label rekaman Mojo, yang merupakan anak perusahaan dari MCA Records. Melihat potensi yang besar dari tawaran tersebut, Limp Bizkit pun berangkat menuju California untuk menyelesaikan proses kontraknya. Namun di perjalanan Limp Bizkit mendapatkan insiden kecelakaan fatal yang harus menunda perjalanannya tersebut. Di masa-masa pemulihan, Fred mencoba untuk membujuk kembali Wes untuk bergabung. Proses kontrak yang tertunda akibat kecelakaan dan permasalahan terhadap kontraknya,membuat kerja sama Limp Bizkit dan Mojo tidak jadi terlaksana. Akhirnya Limp Bizkit memutuskan untuk menerima tawaran kontrak rekaman bersama Flip, anak perusahaan dari Interscope Records. 

 

Image courtesy of Bahadir Aydin/Shutterstock

0 COMMENTS