Arctic Monkeys

Manajer Ungkap Warna Musik Baru Artic Monkeys

  • By:
  • Selasa, 5 January 2021
  • 560 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Arctic Monkeys merupakan salah satu kelompok musisi yang selalu menghadirkan sebuah hal baru di dalam setiap karya-karyanya. Sejak album pertamanya yang rilis pada tahun hingga album terakhirnya, para penggemar Arctic Monkeys seakan diajak untuk menyaksikan setiap pertumbuhan dan pendewasaan yang terjadi di dalam band asal Inggris tersebut. Bahkan rencananya, di tahun 2020 ini Arctic Monkeys sempat mempersiapkan musik baru untuk proyek terkini yang sedang mereka garap. Namun proses tersebut terpaksa harus berhenti akibat adanya protokol kesehatan Covid-19 yang mengharuskan mereka membatasi kegiatan bersama-sama.

Kabar tersebut baru saja diungkap oleh manajer dari Arctic Monkeys, Ian McAndrew pada bulan Desember lalu. Di sebuah wawancara oleh media musik internasional Ian McAndrew menjelaskan tentang rencana-rencana yang tengah dipersiapkan oleh Arctic Monkeys. Menurut sang manajer, Arctic Monkeys sedang memfokuskan diri mereka untuk mempersiapkan sebuah warna musik baru yang sesuai untuk mewakili tahun 2021 setelah kurang lebih satu tahun lamanya dunia dibelenggu oleh ketakutan atas virus corona.

Rencana tentang garapan musik baru yang dilakukan oleh Arctic Monkeys ini sebetulnya sudah bisa terlaksana di musim panas 2020 lalu. Bahkan Arctic Monkeys sudah menentukan studio rekaman mana yang akan mereka gunakan untuk produksi karya terbaru mereka. Namun hal tersebut harus diundur karena pemerintah Inggris mengumumkan perintah larangan bepergian untuk para warga negaranya. Atas peraturan tersebut, para anggota Arctic Monkeys saat ini hanya bisa melakukan eksperimen di tempat tinggal masing-masing dan belum ada sampel final yang bisa dijadikan acuan sebagai bayangan untuk proyek terbaru mereka.

Meskipun harus berada dalam situasi lockdown, Ian McAndrew juga menambahkan bahwa dirinya dan Arctic Monkeys juga merasa bersyukur untuk ada di situasi tersebut. Pasalnya, dengan minimnya aktivitas di atas panggung, memberikan banyak waktu bagi Arctic Monkeys untuk mencari segala posibilitas dalam merampungkan proses penulisan lagu dengan warna musik yang berbeda dari karya-karya mereka terdahulu. 

Sang manajer bicara tentang kabar terbaru dari Arctic Monkeys ini juga sebagai sebuah klarifikasi atas foto Matt Helders yang beredar di internet pada Oktober lalu dengan latar di dalam studio rekaman. Foto tersebut sebelumnya menghadirkan spekulasi di kalangan penggemar Arctic Monkeys yang berharap akan hadirnya karya baru dalam waktu dekat dari band rock asal Inggris tersebut. Meskipun belum ada kabar pasti terkait kelanjutan dari proyek musik terbaru, Arctic Monkeys menghadirkan sebuah alternatif dalam memberi penawar rasa rindu bagi para penggemarnya. Arctic Monkeys baru saja merilis sebuah album live mereka yang direkam saat mereka melakukan konser di Royal Albert Hall. Album bertajuk Live At Royal Albert Hall ini diharapkan Arctic Monkeys bisa jadi penawar rasa rindu bagi para penggemarnya sekaligus menunggu karya terbaru yang tengah mereka persiapkan.

Jika sesuai rencana, tahun 2021 Arctic Monkeys akan merilis sebuah karya baru setelah terakhir kali mereka merilis album Tranquility Base Hotel & Casino di tahun 2018. Terkait album terakhir Arctic Monkeys yang dirilis pada tahun 2018 silam tersebut sempat tersiar kabar bahwa materi yang digarap untuk album tersebut awalnya ditulis untuk album solo sang frontman, Alex Turner. Kabar tersebut benar adanya, karena secara keseluruhan album ini memang ditulis oleh Alex Turner tanpa ada ikut campur dari anggota Arctic Monkeys lainnya. Bahkan sang gitaris di dalam tubuh Arctic Monkeys, James Cook, merupakan seseorang yang awalnya mengusulkan hal tersebut, namun akhirnya menarik kembali usulnya dan mulai mengisi permainan gitar untuk melengkapi materi album Tranquility Base Hotel & Casino.

Alex Turner mengakui bahwa dirinya sempat mengalami kesulitan dalam menulis materi untuk album keenam Arctic Monkeys yang rilis di tahun 2018 tersebut. Hal tersebut terjadi karena, di luar Arctic Monkeys Alex Turner sempat sibuk menulis materi untuk album kedua The Last Shadow Puppets di tahun. Alex Turner mengakui bahwa terlalu banyak lagu dengan tema cinta yang sudah ditulisnya pada saat itu, sehingga sulit baginya untuk mencari relevansi bagi materi terbaru Arctic Monkeys. 

Sadar akan kesulitan dan keresahan yang dialaminya dalam menulis lagu, akhirnya sang vokalis di dalam tubuh Arctic Monkeys tersebut menjadikan problem personalnya jadi tema utama untuk album Tranquility Base Hotel & Casino. Selain itu, Alex Turner juga mulai kembali menggali cerita masa kecilnya, tentang bagaimana pengalaman pertama yang dirasakannya dalam menonton film dan kecintaannya terhadap genre science fiction. Berbekal inspirasi yang diambil dari kehidupan personalnya, Alex Turner juga menginginkan konsep album Tranquility Base Hotel & Casino dari Arctic Monkeys untuk memiliki kesan layaknya sebuah film. Dengan perumusan daftar lagu yang saling memiliki keterkaitan.

Setelah konsep dan demo yang ditulis oleh Alex Turner disetujui oleh para anggota Arctic Monkeys lainnya, barulah di tahun 2017 band rock tersebut mulai masuk studio rekaman. Arctic Monkeys merekam materi album Tranquility Base Hotel & Casino di dua tempat, yakni Vox Studio di Hollywood, Amerika Serikat dan studio La Frette, di Paris, Prancis. Proses rekaman Arctic Monkeys untuk album Tranquility Base Hotel & Casino kembali melibatkan James Ford yang kerap kali didaulat sebagai produser untuk karya-karya dari Arctic Monkeys.


Nuansa berbeda ditawarkan oleh Arctic Monkeys melalui karya-karya yang tersaji di dalam album Tranquility Base Hotel & Casino. Arctic Monkeys yang dikenal dengan permainan musik garang, kali ini hadir dengan nuansa yang lebih halus dan memaksimalkan peran instrumen keyboard dibanding sebelumnya yang penuh dengan gemuruh distorsi gitar.

0 COMMENTS