Marilyn Manson

Marilyn Manson Mempertanyakan Kewarasannya Akibat Covid-19

  • By:
  • Selasa, 10 November 2020
  • 587 Views
  • 2 Likes
  • 1 Shares

Pandemi Covid-19 yang sedang melanda di seluruh dunia saat ini sangat berdampak bagi setiap orang. Tidak hanya perihal ekonomi, namun kesehatan mental juga terpengaruh akibat kondisi dunia yang sedang tidak menentu. Tidak terkecuali para figur publik. Marilyn Manson salah satunya. Musisi yang sering berdandan secara eksentrik tersebut mengakui bahwa pandemi ini sangat memengaruhi kondisi kesehatan jiwanya.

Sebagai seorang musisi yang kerap kali tampil di atas panggung, menghibur para penggemar dari satu tempat ke tempat lain, pandemi Covid-19 membuat aktivitas tersebut harus terhenti secara seketika dan menyeluruh. Marilyn Manson merasa bahwa keberadaan virus corona merenggut kehidupan kreatifnya dengan membatasi aktivitasnya sebagai seorang musisi. Bahkan Marilyn Manson pun takut jika keadaan ini terus berlanjut dalam waktu yang lama dirinya akan berada dalam kondisi gila karena harus mengisolasi diri di rumah tanpa melakukan interaksi dengan siapapun kecuali kucing-kucing peliharaannya. 

Berhentinya aktivitas sebagai musisi yang dialami Marilyn Manson membuat dirinya bingung. Seakan tidak tahu harus melakukan apa lagi, karena dirinya menyadari bahwa dalam 20 tahun terakhir, hidup dari panggung ke panggung merupakan sebuah rutinitas yang tidak bisa dirinya lepaskan. Marilyn Manson yang terkenal sebagai musisi dengan penampilan dan pandangan yang horror ini menganggap bahwa pandemi ini merupakan isu penting yang tidak boleh diabaikan,

Sebelum menjadi persona yang eksentrik dan terkadang kontroversial seperti saat ini, Marilyn Manson yang lahir dengan nama Brian Hugh Warner ini lebih dulu mengenal dan menggemari musik sebagai seorang jurnalis musik untuk majalah 25th Parallel. Semasa bekerja sebagai seorang jurnalis musik, Marilyn Manson sempat mewawancarai Groovie Mann dari My Life with the Thrill Kill Kult dan Trent Reznor dari Nine Inch Nails. Marilyn Manson juga mencoba untuk menjaga hubungan baik dengan para musisi senior tersebut. Hubungan antara Marilyn Manson dan Trent Reznor juga mengalami perubahan menjadi seorang mentor yang membantu memproduksi album perdana dari Marilyn Manson nantinya. 

Di tahun 1990 akhirnya Marilyn Manson baru memutuskan untuk membuat kelompok musik bersama Daisy Berkowitz untuk bermain sebagai pemain gitar di bawah nama Marilyn Manson and the Spooky Kids. Mereka pun selanjutnya merekrut Gidget Gein, Madonna Wayne Gacy, dan Sara Lee Lucas untuk melengkapi posisi pemain instrumen yang kosong di dalam tubuh Marilyn Manson and the Spooky Kids. Nama panggung yang unik yang dimiliki oleh tiap anggota band ini sebenarnya cukup memiliki alasan yang menarik. Menurut Marilyn Manson, dia mengambil nama panggungnya dari dua tokoh yang cukup menjadi perbincangan di dalam sejarah, yakni Marilyn Monroe dan Charles Manson. Menggabungkan nama dari keduanya seakan menghadirkan dua sisi, yakni baik dan buruk bagi persona Marilyn Manson. Setidaknya itu lah yang diyakini oleh dirinya.

Perkenalan antara Marilyn Manson dan Trent Reznor semasa dirinya jadi jurnalis musik akhirnya membuahkan hasil yang baik bagi kariernya sebagai musisi. Di tahun 1993, Marilyn Manson and the Spooky Kids mendapatkan tawaran untuk bergabung untuk label rekaman independen milik Trent Reznor, Nothing Records. Tawaran yang menggiurkan ini hadir berkat dukungan kepopuleran band Marilyn Manson di skena musik lokal Florida, Amerika Serikat. Marilyn Manson and the Spooky Kids tenar berkat aksi panggungnya yang menghadirkan elemen teatrikal serta tata panggung dan busananya yang dapat dibilang kontroversial. Kadang kala Marilyn Manson and the Spooky Kids kerap tampil di atas panggung menggunakan busana wanita dan kerap mempertontonkan aksi bermain api di atas panggung. Mereka pun mengakui bahwa tidak ada satu pun dari anggota band tersebut yang memiliki pengetahuan tentang pyrotechnic

Penawaran yang diberikan oleh Trent Reznor kepada Marilyn Manson and the Spooky Kids tidak hanya sekadar kontrak rekaman saja. Mereka pun dijanjikan untuk mendapatkan kesempatan sebagai band pembuka untuk tur Nine Inch Nails bertajuk Self Destruct Tour di tahun 1993. Tentu saja tawaran tersebut sangat menarik untuk ditolak, akhirnya Marilyn Manson and the Spooky Kids menerima kerja sama tersebut dan langsung masuk ke dapur rekaman untuk merekam materi untuk album perdananya di bulan July 1993. Berbekal materi orisinal yang kerap dimainkan di atas panggung dan beberapa lagu baru, Marilyn Manson and the Spooky Kids fokus untuk menghadirkan album perdana yang berkesan. Didampingi oleh Roli Mosimann sebagai produser, seluruh materi yang direkam tersebut dirangkum menjadi sebuah album yang awalnya berjudul The Manson Family Album.

Namun sayang, Marilyn Manson and the Spooky Kids merasa hasil arahan sang produser kurang sesuai dengan visi yang dimiliki oleh para anggota band tersebut. Sesaat dipresentasikan kepada Trent Reznor, pendiri Nine Inch Nails tersebut pun sependapat dan mengkritisi arahan Roli Mosimann yang kurang memahami musik dan persona Marilyn Manson and the Spooky Kids. Menurut Trent Reznor, arahan sang produser cukup terbilang datar dan tidak bisa mewakili karakteristik dari citra band tersebut yang fenomenal dan teatrikal. Akhirnya Marilyn Manson and the Spooky Kids dan Trent Reznor setuju untuk kembali meramu ulang materi album perdana band tersebut. Menghabiskan waktu selama 7 minggu, akhirnya materi album perdana Marilyn Manson and the Spooky Kids telah berhasil memberikan rasa puas tidak hanya kepada seluruh anggota band, namun juga untuk Trent Reznor dan Interscope Records yang menaungi Nothing Records milik vokalis Nine Inch Nails tersebut. Album perdana dari Marilyn Manson and the Spooky Kids ini diberi judul Portrait of an American Family rilis di bulan July 1994, satu tahun setelah proses rekaman pertama kali dimulai

0 COMMENTS