matter halo

Matter Halo Resmi Luncurkan Album Sophomore, 'Nightvision' yang Impresif

  • By: NND
  • Jumat, 28 August 2020
  • 430 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Matter Halo adalah duo indie rock asal Ibukota yang baru saja meluncurkan album sophomore mereka, Nightvision, pada tanggal 27 Agustus 2020 kemarin. Mengutip siaran pers yang diterima, dikatakan bahwa album kedua ini bercerita tentang kisah-kisah kehidupan masyarakat urban di era kemajuan teknologi seperti sekarang ini. Adapun topik tersebut disajikan melalui aransemen yang terbilang beragam–meraciknya menggunakan variasi genre musik dalam tiap lagunya.

Dari sana, menyelami enam lagu dan sebuah track ambient panjang berdurasi 24 menit yang mengisi repertoar Nightvision pun terasa cukup adventurous. Kalian yang terjun menjajal album ini berharapkan akan menikmati sajian indie rock generik barangkali akan terkejut karena Nightvision cukup jauh dari hal itu. Single "Runaway Lights", misalnya, hadir dengan suntikan elemen rockabilly yang catchy, yang duduknya sejajar dengan track bercorak pop Minang yakni "In The Room (ft. Elly Kasim)", atau dengan "Red Light" yang berwatak soft-pop California circa tahun 60 sampai 70-an.

Berbicara "Red Light", ialah single terakhir yang dirilis bersamaan dengan peluncuran album ini. Sama seperti dua single sebelumnya, mengudaranya lagu ini juga diiring klip musik–suatu aspek yang cukup dijunjung tinggi oleh Matter Halo sendiri. Pasalnya, tiap singlenya disertakan oleh video klip yang mampu memberikan pengalaman cinematic yang memukai. Selain itu, ada juga keterikatan narasi dari tiap klipnya. Kembali membahas "Red Light" ia menjadi nomor penghantar rilisya album Nightvision karena mampu "memperkenalkan benar merah dari semua karya yang ada dalam Nightvision."

Terkait albumnya, Ganindra Rai (bass-voc)–akrab disapa Gani–juga angkat bicara: "Dalam proses pembuatan album ini, saya dan Ibnu banyak berdiskusi dan bertukar pikiran tentang diri kita saat ini. Dimulai dengan pertanyaan 'when the screen is turning black, are we still seeing the light?'. Pada dasarnya kita berbicara tentang segala hal seputar diri kita sebagai manusia saat ini."

Menurut Ibnu Dian (gitar-voc), "Album ini terbentuk berdasarkan keinginan kami untuk membuat musik yang benar-benar kami dengarkan, mungkin sekitar tahun 2018-2019, ketika banyak musik baru muncul, kami benar-bear kagun dan terinspirasi oleh musik-musik itu karena berkesan begitu deep, sinematik dan berbicara tentang isu dan masalah yang kita hadapi dalam hidup. Sungguh luar biasa sampa mengingatkan kami pada konsep album debut kami, Aerotiva di tahun 2015."

Tidak digarap sembarangan, Nightvision pun membutuhkan waktu sekitar 2 tahun dalam pengerjaannya. ia juga mengemas kontribusi dari nama-nama internasional. Ada campur tangan Reuben Wu, personil grup Ladytron dari UK, yang mengerjakan artwork-nya. Lalu ada Greg Calbi–Master Engineer dari Sterling Sound yang memastikan semua lagu dalam album ini sesuai dengan standar produksi musik mancanegara. Beliau memiliki CV yang impresif, sempat bekerja dengan musisi kelas atas macam Talking Heads, John Mayer Bon Iver, Tame Impala, hingga John Lennon.

Matter Halo juga mengajak para pendengarnya untuk menikmati album ini bersama-sama lewat kanal YouTube mereka, pada hari Minggu, 30 Agustus 2020 mendatang, tepatnya pada pukul 4PM (GMT+7).

0 COMMENTS