RECLUSIVE ROCKERS: Membuka Musisi Yang Tertutup

  • By: OGP
  • Sabtu, 15 October 2016
  • 3024 Views
  • 0 Likes
  • 1 Shares

Kalau mendengar kata Rock Star, hal pertama yang kita bayangkan pasti kehidupan gemerlap yang mereka jalani. Mulai dari teriakan para fans, hingga media publik yang terus mengejar kehidupan pribadi para rocker. Sebagian besar menyukai atensi yang mereka dapatkan melalui headline berita yang dibaca banyak orang. Namun ada beberapa musisi yang nyaman (bahkan benci) untuk membagi privasinya ke hadapan publik.

Berikut beberapa musisi tertutup jagoan versi SuperMusicID, yang walau jarang terdengar, namun karyanya terus menggema!

 

Daniel Johnston

Mungkin namanya asing bagi sebagian pecinta musik, namun yang mengikuti perjalanan karir Kurt Cobain pasti pernah melihat foto ikonik di mana Cobain memberi tos ke arah kamera. Perhatikan kaos berwarna putih bergambar katak bermata besar, lengkap di dengan tulisan “Hi, How Are You”. Nah, kaos yang Cobain kenakan adalah sampul dari album Daniel Johnston yang rilis tahun 1983. Daniel merupakan salah satu dari sekian banyak musisi ‘pemalu’ yang tidak terekspos oleh hingar bingar media. Pria asal Sacramento ini merupakan salah satu unsung hero di ranah alternative rock. Nama-nama beken mulai dari Kurt Cobain, Lana Del Rey, Beck hingga Tom Waits mengaku terinspirasi olehnya. Yang patut disayangkan, dirinya didiagnosa mengidap kelainan jiwa skizofrenia. Hal yang jelas menghambat perjalanan karirnya menuju puncak demi menjaga privasinya dari kejaran pers.

 

Jandek

Jika ada seseorang yang bertanya siapa musisi paling misterius di dunia, maka jawabannya cuma satu: Jandek. Sosok musisi ‘aneh’ asal Houston ini memang dikenal karena figur anti-media nya. Terisolasi dari media, ia membangun karirnya tanpa satupun media yang tahu kehidupan dirinya. Walau telah merilis album debut-nya di tahun 1978, ia baru memutuskan untuk naik panggung pertama kali dua dekade kemudian, di Glasgow tahun 2004. Tahun 2009 akhirnya ia menggelar pertunjukkan pertama kali di kampung halamannya. Yang perlu dicatat, show ‘eksklusif’ Jandek hanya beberapa kali tayang dalam setahun.

 

Syd Barrett

Sebagian orang mungkin setuju bahwa karya terbaik Pink Floyd ada di kemegahan album The Dark Side of the Moon era-nya Gilmour. Namun sebagian pihak malah menganggap album The Piper at the Gates of Dawn merupakan pusaka ‘spiritual’ Pink Floyd. Debut album studio yang digawangi sosok jenius Syd Barrett. Namun setelah terhembus kabar dirinya diduga mengidap penyakit mental serta masalah delusi akibat narkoba, Barrett menarik diri dari publik dana media yang selalu mengejarnya. Ia kembali hidup sederhana bersama sang ibu dan tidur di halaman bawah tanah rumahnya. Aktivitas sehari-harinya diisi dengan kegiatan kreatif seperti melukis. Selain itu 2 album solo-nya - The Madcap Laughs dan Barrett - rilis saat dirinya menjadi seorang ‘pertapa’ di era itu.

 

Brian Wilson

Musisi ‘penyendiri’ memang identik dengan faktor penyakit mental. narkoba dan sejenisnya. Seperti salah satunya komposer lagu rock terpopuler “God Only Knows”. Berawal dari pasca kematian ayahnya di tahun 1973, pentolan The Beach Boys Brian Wilson mengurung diri di kediamannya selama kurang lebih 2 tahun. Pada masa menyendirinya, Brian menjadi pecandu rokok dan minuman bersoda untuk melewati perasaan depresi. Tahun 1976, Wilson divonis mengidap skizofrenia tipe bipolar, yang membuat dirinya mendengarkan berbagai suara. Kehidupannya saat menyendiri terekam di film biopic Love & Mercy (2014) yang diperankan aktor muda Paul Dano. Di sini kita bisa mengintip realita kehidupan Wilson saat melewati masa rahabilitas, melewati perawatan keji dari psikiater Eugene Landy yang berujung dengan perseteruan di jalur hukum.

 

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
4078 views
superbuzz
4502 views
superbuzz
3677 views
superbuzz
3852 views
superbuzz
5334 views