kata dochi

Menengok Petualangan Sang Pendiri Pee Wee Gaskins Lewat Buku Otobiografi ‘Kata Dochi’

  • By: NND
  • Kamis, 9 July 2020
  • 10916 Views
  • 3 Likes
  • 5 Shares

Alditsa Decca Nugraha, atau yang biasa dikenal sebagai Dochi Sadega, memang bukan lagi nama asing dalam kancah musik nasional. Aksi dan karyanya dalam grup musik Pee Wee Gaskins (PWG) menjadi pembuktiannya--seorang songwriter yang handal meramu lagu pop-punk catchy dan jujur apa adanya.

Merambah ke ranah literatur, kali ini Dochi menumpahkan keahlian merangkai kata dengan menulis sebuah buku. Kata Dochi: Sebuah Memori merupakan buku pertama darinya, sebuah otobiografi yang membuka kisah-kisah ringan seputar kehidupannya; menampilkan perjalanannya dari seorang anak kecil menjadi seorang ayah, juga kisah-kisah cinta dan tentunya, kisah perjalanan musiknya, most notable bersama PWG.

Membahas lebih lanjut perihal kisah yang diangkat, mungkin buku ini akan menjadi cup of tea para fans PWG atau karya-karya lain Dochi Sadega. Melalui Kata Dochi, sang vokalis membuka banyak hal; mulai dari sejarah nama “Dochi Sadega” itu sendiri, tentang bagaimana Sherina Munaf “membuat” Dochi mulai menulis lagu, backstory lagu-lagu kenamaannya, tentang jurnalnya yang diberi nama De Facto (Defa), seputar pernikahannya dengan Istri dan menjadi seorang ayah, juga sejarah terbentuknya PWG hingga fenomena gerakan Anti Pee Wee Gaskins (APWG) dan lain sebagainya. Semua kisah ini dibedah secara serius, setengah serius, atau bahkan, jenaka.

Kata Dochi merupakan sebuah buku yang menilik kehidupan Dochi dari sudut pandang dan kacamatanya sendiri. Pembaca seakan diajak menyusuri cerita-cerita pribadinya melalui mindset seorang Dochi Sadega. Meski begitu, ia cukup interaktif dalam menulis buku ini. Banyak pertanyaan yang dipaparkan kepada para pembaca, adapula penggalan-penggalan daftar atau bagian jurnal asli miliknya yang dimuat ke dalam Kata Dochi, yang membuat pembaca semakin “akrab” dengan sosok Dochi itu sendiri.

Dochi memuat beberapa tulisan singkat seperti “Cara Ngajak Mantan Balikan” dan “Tips Menulis Lagu”, juga beberapa daftar macam “Awesome Things” yang memberikan sedikit sentuhan High Fidelity karya Nick Hornby versi adrenaline junkie dari L.A. ke dalam buku ini. Semua itu dipadukan dengan ilustrasi ala sketsa, atau bahkan foto-foto dokumentasi yang memberikan kesan otentik dan personal.

Barangkali, kesamaan yang dijumpai dalam buku Kata Dochi dengan lirik-liriknya dalam lagu PWG adalah sifat unapologetic truth. Di buku ini, cara main Dochi tidak jauh berbeda dengan ketika ia menulis lagu: menuangkan apapun yang memang atau sedang ingin ia tulis. Hasilnya? Otentik, meski tidak bisa dipungkiri, kisah-kisah yang ada di dalam buku ini terkesan cukup berantakan. Meski begitu, props untuk Dochi yang sedari awal sudah menekankan bahwa dirinya bukanlah seorang penulis. You have been warned.

Jika kalian menyukai musik dan karakter Dochi dalam PWG dan proyek lainnya, atau sekedar ingin mulai mengenal sosok Dochi, jangan ragu untuk membaca buku ini. Persona dan pesona Dochi terpapar jelas bak di atas panggung. Bagi kalian yang berkespektasi buku ini akan menjadi bacaan kontroversial yang penuh dengan sindirian terhadap banyak pihak, urungkan minat membaca kalian karena buku ini bukan tentang hal tersebut.

All in all, Kata Dochi worth dibaca jika kalian memang tertarik dengan sosok Dochi. Jangan terjun tangan kosong tanpa niat, karena mungkin Kata Dochi akan menjadi bacaan yang cukup membosankan. Meski begitu, tidak mustahil kalian rampung membacanya, karena kontennya, sekali lagi, cukup ringan, dan juga tidak begitu banyak. Selamat membaca!

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

“Apalah arti sebuah nama”

A post shared by ???????????????????? ????????????é???????? (@pwgdochi) on

0 COMMENTS