rock music in 1994

Mengapa Tahun 1994 Jadi Tahun Penting Bagi Musik Rock

  • By: NND
  • Minggu, 26 July 2020
  • 9588 Views
  • 1 Likes
  • 2 Shares

Pernah dengar istilah bahwa the golden age of music itu berkisar dari tahun 1960-an hingga 1990-an? Sebuah artikel Metro.co.uk mengemukakan riset dari jurnal Public Library of Science ONE yang menyatakan bahwa lagu-lagu dari era tersebut terbukti lebih memorable ketimbang yang rilis di abad 21. Setuju atau tidak, yang barangkali bisa dipastikan adalah dekade yang menutupnya--the nineties--merupakan jenjang waktu yang cukup eventful bagi perkembangan musik rock, dan budaya populer pada umumnya.

Dekade 90-an punya segudang cerita menarik: wabah musik grunge, hip-hop mewujud matang, metal dihadirkan nama-nama segar, pop mengendalikan pasar, dan masih banyak lainnya. Namun di tahun 1994, tragedi besar pun hadir. Nirvana, kala itu, sudah menjadi household name bagi Seattle sound yang menghempas seluruh Amerika (dan dunia); dan di puncak keternarannya, belum lama usai aksi ikonis Unplugged-nya di MTV, frontman Kurt Donald Cobain ditemukan tak bernyawa--senapan ke mulut.

Grunge atau Seattle sound, alternative rock atau apapun itu; semua seperti kehilangan sosok yang telah “disucikan” sebagai mesiasnya. Ketika Kurt meninggal dunia, tidak sedikit yang menanam rasa pesimis terhadap perkembangan musik rock.

Namun di saat sang ikon gugur, pergerakan kreatif yang terjadi justru sedang subur-suburnya. Di balik tragedi kepergian Kurt Cobain, adalah rilisan-rilisan dan nama-nama besar yang hadir dan menapak satu langkah ke depan--melanjutkan sejarah panjang perkembangan musik rock. Tahun 1994 kita kehilangan Kurt Cobain, namun di tahun yang sama, kita kedapatan Vitalogy dari Pearl Jam, sentimen akustik Alice in Chains di EP Jar Of Flies, dan Superunknown dari Soundgarden. Grunge lives.

Itu saja agaknya tidak cukup untuk menjelaskan seberapa pentingnya tahun 1994 bagi musik cadas. Punk melewati jembatan transisi dan berkelindan dengan pop kala itu. Dookie, sebagai salah satu album, jika tidak yang paling solid dari Green Day, resmi rilis tahun ‘94, menjadi titik bersejarah pop punk di kedepannya. Blink-182 pun demikian, melepas Cheshire Cat, debut studio album mereka yang laku di pasar dan menjaring banyak pendengar muda ke dalam budaya baru ini. The Offspring juga melepas Smash.

Halaman indie rock juga mulai melahirkan nama-nama andalannya. Crooked Rain, Crooked Rain dari Pavement mengguyur remaja suburbia lintas Amerika di tahun 1994, tahun yang juga diisi oleh kualitas dan produktivitas dari peers-nya, macam Dinosaur Jr., Sebadoh dan lain sebagainya. Ikut melanjutkan distorsi ala Nirvana, adalah Rivers Cuomo yang meramunya dengan aransemen all-out pop dan membentuk Weezer. Ya, jika kalian lupa, Weezer pun melepas debutnya di tahun 1994, Blue Album jadi panggilan untuk semua nerd dan menjadi pilar berdirinya term nerd rock.

Jangan lupa juga, di belahan dunia lainnya tepatnya di Inggris, para pemuda di sana mulai gerah dengan musik Amerika dan bersiap-siap melakukan invasi ke dunia. Di tahun 1994, Blur melepas album ketiganya, Parklife, serta Oasis merilis debut sensasional Definitely Maybe.

Di saat Blue Album lepas di tahun 1994, titan metal Metallica tengah menggarap tur Black Album mereka. Tidak hanya itu, shredding beringas Dimebag dilanjutkan ke Far Beyond Driven, adapula Burn My Eyes milik Machine Head yang juga sempat jadi rilisan berbahaya pada masanya.

Meski begitu, spotlight perlu digeser ke Eropa. Awan gelap Norwegian Black Metal sudah terbentuk percis di atas Helvete (yang tutup setahun sebelumnya) dan apapun itu yang muncul dari sarang kegelapan tersebut. Debut De Mysteriis Dom Sathanas milik Mayhem, juga In the Nightside Eclipse punya Emperor jadi sajian terror khas 1994, memantapkan ombak kedua black metal bagi kancah musik ekstrem yang menghantui dunia musik, bahkan mungkin hingga sekarang.

Adapula salah satu kelahiran subgenre baru dari rock yang mulai dikenal di tahun 1994. Bertepatan dengan Korn yang merilis debutnya, dunia pun berjabat tangan dengan nu-metal. Self-titled debutnya yang berbekal lagu-lagu seperti “Blind”, “Need To” dan “Clown”, jadi sumber inspirasi banyak band lainnya. Nine Inch Nails dan paduan industrial rock-nya juga masih mendapatkan airplay lebih di radio, tahun 1994 mereka berhasil merilis The Downward Spiral yang atmosferik.

Tentu masih banyak album-album lain yang rilis di tahun 1994, yang dapat menjadi tolok ukur terkait seberapa pentingnya tahun ini bagi sejarah perkembang musik rock dan budaya populer pada umumnya, namun tidak sempat disebutkan dalam artikel ini. Terkait tahun 1994, apa album favorit kalian yang rilis di tahun itu? Coba ceritakan di kolom komentar yang tersedia di bawah, ya!

 
0 COMMENTS