Mengenal PUP, Band Punk Kanada yang Tampil di Tiny Desk (Home) Concert

Mengenal PUP, Band Punk Kanada yang Tampil di Tiny Desk (Home) Concert

  • By:
  • Minggu, 14 February 2021
  • 176 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Panggung Tiny Desk (Home) Concert yang diselenggarakan oleh NPR (National Public Radio) menghadirkan band punk asal Kanada, PUP, sebagai bintang tamu. PUP tampil di ruang tamu dari rumah sang frontman, Stefan Babcock.

Pada penampilan di tanggal 21 Januari 2021 lalu itu, PUP menampilkan beberapa hits andalan mereka seperti Rot, Kids, Reservoir, dan Scorpion Hill. Total, PUP bermain di pentas Tiny Desk (Home) Concert selama 17 menit.

Ada hal menarik saat penampilan ini berlangsung. Disebutkan bahwa band asal Kota Toronto itu menolak untuk menurunkan volume suara musik mereka. Disebutkan bahwa tetangga rumah Stefan sempat memprotes suara yang terlalu bising.

"Tetangga saya membenci kami, dan saya tidak menyalahkan mereka," kata Babcock. Selain keluhan volume, pengakuan itu terasa seperti ringkasan sempurna dari kegemaran band ini untuk memutar cerita kekacauan menjadi lagu-lagu yang menarik untuk disimak.

Selama tampil di acara ini, hanya Stefan yang tidak menggunakan masker, sementara personel lain yaitu Nestor Chumak, Zack Mykula, dan Steve Sladkowski mengenakan masker untuk mematuhi protokol kesehatan dan keamanan COVID-19.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by PUP (@puptheband)

Tentang PUP

PUP merupakan band beraliran pop punk/punk rock dari Kanada yang berdiri pada 2010. Pada awalnya, band ini bernama Topanga yang terinspirasi dari salah satu karakter di serial komedi Disney, Boy Meets World, Topanga Matthews.

Bassist Nestor Chumak, guitarist Steve Sladkowski, dan drummer Zack Mykula merupakan teman masa kecil. Mereka beberapa kali tampil pada band yang sama, sementara Stefan juga besar dengan tampil di berbagai band di Toronto. Karena latar belakang yang sama, Stefan sudah sering bertemu dengan tiga personel lainnya.

Setelah berkuliah, Stefan bekerja sama dengan Nestor untuk merekam lagu sebagai tugas kuliah. Dari sini, mereka berdua bersepakat untuk mengajak Sladkowski dan Zack untuk membuat band bernama Topang.

Mereka berempat memutuskan membuat EP berisikan 4 lagu. Awalnya, Stefan merasa proyek ini hanya untuk iseng-iseng saja dan tidak menganggap bahwa mereka sebagai band sesungguhnya. Mini album bertajuk Topanga EP (sebelum diubah menjadi Lionheart EP) ini kemudian dirilis dengan akses unduh gratis pada Desember 2010.

Dari proyek iseng-iseng, mereka tampil dalam berbagai panggung musik. Menurut Babcock, EP debut PUP mendapatkan daya tarik online, dan mereka mulai menerima tawaran pertunjukan yang semakin lebih baik. Pada awal 2012, PUP atau saat itu masih bernama Topanga mulai tur dengan Hollerado dan masuk ke label Hollerado, Royal Mountain Records. Pada tanggal 15 Februari 2012, mereka merilis dua lagu Oceans 7 "dengan Royal Mountain.

Pada tahun 2012, Topanga mulai mempertimbangkan untuk membuat album full-length pertama mereka, dan ingin mencari produser yang dapat membantu mereka menuangkan gaya penampilan enerjik mereka di studio rekaman.

Terinspirasi oleh album self-title 2008 The Bronx, mereka tertarik untuk bekerja sama dengan produsernya, Dave Schiffman, seorang veteran industri yang telah bekerja dengan artis seperti Rage Against the Machine, Weezer, dan Anti-Flag.

Mereka mengirimkan demo dan, yang mengejutkan mereka, dia menyukainya dan segera terbang ke Toronto untuk mulai mengerjakan album mereka. Album ini direkam di Montréal, di sebuah studio milik mantan pembalap F1 profesional Jacques Villeneuve.

Saat mengerjakan album, band memutuskan untuk mengubah nama mereka dari Topanga menjadi nama lain. Menurut Babcock, mereka merasa nama itu kurang pas sekarang karena mereka telah mengunci gaya heavy punk rock (berlawanan dengan gaya rock ringan yang mereka mainkan pada awalnya).

Setelah beberapa bulan ketidakpastian, mereka memutuskan nama PUP. Nama ini merupakan akronim dari kutipan nenek Babcock, yang mengatakan bahwa bermain di sebuah band rock adalah "pathetic use of potential". Band ini secara resmi mengumumkan nama baru mereka melalui media sosial pada 16 April 2013.

Mengganti nama dan mendapatkan produser sekelas Dave Schiffman benar-benar mengubah jalur karier PUP. Dengan mengusung album debut self-titled, PUP merilis album ini pada Oktober 2013 yang mendapat sambutan positif dari publik.

Pada bulan Desember 2013, PUP menandatangani kontrak dengan SideOneDummy Records dan merilis ulang album debut mereka di Amerika Serikat pada tanggal 8 April 2014. Pada tahun 2014, PUp melakukan tur pertama di Inggris, memainkan 8 pertunjukan di seluruh INggris dengan band Slaves.

Setelah sukses dengan album perdananya, PUP merilis album kedua bertajuk The Dream Is Over pada Mei 2016. Melalui album kedua ini, PUP berhasil melakukan tur di Amerika Serikat, Kanada, Australia, hingga Eropa pada 2016 dengan tur bertajuk "If this tour doesn't kill you, I will."

Adapun, album teraktual dari PUP adalah Morbid Stuff yang dirilis pada April 2019. Melalui album ini pula, PUP menandai berdirinya label rekaman mereka sendiri, Little Dipper.

PUP sendiri baru saja merilis EP (mini album) bertajuk This Place Sucks Ass pada Oktober 2020. Kemudian paling teraktual, PUP berkolaborasi dengan band yang berbasis di New York, Charly Bliss, untuk membuat lagu bertemakan Natal dengan judul It's Christmas and I Fucking Miss You.

0 COMMENTS