soulquarians

Mengenal Soulquarians, Kolektif Soul, R&B, dan Hip-Hop Legendaris Berumur Pendek

  • By: NND
  • Sabtu, 19 September 2020
  • 320 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Pada tahun 1998, geliat musik neo soul sedang berada di puncak ketika kolektif yang berisikan musisi-musisi beridealisme sama hadir dan mendorong batasan musik menuju ranah baru. Merekalah the Soulquarians, dan sebelum dekade 90-an ditutup, mereka berhasil melahirkan sederet album berkualitas yang masih terngiang hingga saat ini.

Semua bermula dari D’Angelo dan Questlove. Kedua musisi ini berbagi kecintaan terhadap musik yang sama. Namun tidak hanya musik, mereka juga memiliki zodiak yang sama, yakni Aquarius–dari sanalah nama Soulquarians berasal.

Sesi Soulquarians lahir di Electric Ladyland Studio milik Jimi Hendrix. Masuk era 90-an, studio itu cukup terbengkalai, dan merekalah yang melanjutkan sejarahnya. Mengikuti jejak sesepuh mereka, Stevie Wonder, yang sempat merekam dua album yang juga jadi inspirasi besar mereka di sana, Questlove dan D’Angelo turun tangan dan menjadi residen dalam studio bersejarah itu.

Dengan kibor sama yang digunakaan Wonder untuk merekam albumnya, D’angelo pun hadir dengan albumnya sendiri, Voodoo, berkat sesi mereka di Electric Ladyland. Saat sesi penggarapan Voodoo, keduanya pun pindah dan tinggal di studio itu. The Roots–grup musik gagasan Questlove–juga akhirnya menggarap materi di sana untuk turut menularkan vibe dan semangat yang sama.

Sesi Soulquarians pun bak magnet untuk talenta-talenta besar lainnya. Raphael Sadiq, Q-tip, DJ Premier, Method Man, dan Redman–semua jadi wajah-wajah familiar bagi sesi tersebut. Tidak lupa, Questlove juga mengajak Erykah Badu dan Common ke Electric Ladyland, memberikan sentuhan psikadelia milik Soulquarians pada musik mereka.

Perosnil inti Soulquarian juga akhirnya bertambah, memuat dua sosok hebat lainnya ke dalam inner circle kolektif itu. Hadirlah James Poyser, seroang murid dari legenda musik Philadelphia, Gamble and Huff, yang menjadi komponis in-house dan kibordis utama grup tersebut. Ada juga produser underground kenamaan dari Detroit, J Dilla, yang turut masuk ke Soulquarian, memberikan sentuhan khas dari grup tersebut melalui beats unik dan keahlian sampling-nya yang memukau.

Soulquarian pun sangat produktif. Tercatat sempat ada waktunya di mana mereka mengerjakan album Voodoo milik D’Angelo, Like Water for Chocolate milik Common, dan Mama’s Gun punya Erykah Badu di saat yang bersamaan, di ketiga studio yang ada di Electric Ladyland. Atmosfir aktif itupun melahirkan segudang kolaborasi dan kompetisi yang jadi dalang di balik kualitas album-album jebolan mereka. Saat sesi mereka di Electric Ladyland sudah di ujung jalan, ideologi Soulquarian sudah menjadi sesuatu yang hidup dengan sendirinya.

Empat founding members-nya pun kemudian menyusun album-album berstatus klasik. Ada rilisan dari The Roots, materi untuk Jill Scott, Bilal, Talib Kweli, dan grup pribadi J Dilla, Slum Village. Mereka membungkus banyak penghargaan darinya, termasuk sebuah Grammy untuk Voodoo.  Setelah itu, Soulquarians pun dikenal sebagai keluarga yang diisi oleh kumpulan musisi dengan talenta besar pada eranya. Namun, tidak ada yang abadi di dunia ini.

Di tahun 2000, Vibe Magazine hendak menyorot sosok Questlove. Sang drummer, dikenal sebagai orang yang humble, merasa tidak layak disorot seorang diri. Iapun mengajak kelengkapan Soulquarians menjadi subyeknya. Dari liputan itu, lahirlah foto ikonis yang menampilkan keutuhan squad-nya. Namun, kerendahan hati itulah yang justru jadi titik awal kejatuhan kolektif Soulquarian.

Semenjak feature itu diterbitkan, banyak yang menyangka semua musisi di Soulquarians bekerja untuk Questlove. Dari sana, hubungannya memburuk dan mereka akhirnya berpisah dan menempuh jalannya masing-masing. Seiring waktu, beberapa musisi dari kolektif itu kerap bermain bersama, namun tentu dengan energi yang jauh berbeda ketimbang era-era emasnya. Hingga sekarang, roster the Soulquarians masih sering diperdebatkan sebagai salah satu kolektif musik yang paling hebat. Apapun jadinya, karyalah yang tidak bisa berbohong, dan karya-karya yang lahir dari Soulquarians memang memiliki kualitas yang tidak ada duanya.

0 COMMENTS