Van Halen

Mengenang Konser Musik Van Halen di Tengah Badai Salju

  • By:
  • Kamis, 1 October 2020
  • 343 Views
  • 0 Likes
  • 1 Shares

Band hard rock asal Amerika Serikat, Van Halen, melangsungkan konser yang tak biasa saat tur musim panas 25 tahun silam. Selama beraksi di tur bertajuk Balance tour itu, Van Halen dihadapkan dengan badai salju.

Kondisi konser yang berlangsung pada 20 September 1995 di Fiddler Green Amphitheatre, Denver, Colorado, itu sangat berbeda dari konser di musim panas pada umumnya. Area di sekitar venue diselimuti salju setinggi 8 inci, merobohkan sejumlah tiang listrik, serta merusak jutaan pohon.

Meski dengan cuaca yang tak biasa, Van Halen tetap naik panggung dan tampil memukau di hadapan 18.000 penonton yang hadir. Band Van Halen yang memulai karier pada 1972 ini pun tetap membawakan 21 lagu.

Bassist Van Halen Michael Anthony, pada wawancara dengan Radio.com di 2019 mengenang konser tak biasa 25 tahun silam itu dan mengapresiasi para penonton. "Tempatnya penuh sesak dan semua orang tampak seperti Q-tip (diselimuti salju). Tapi, itu bukan masalah besar bagi mereka."

Apa yang tersaji selama konser berlangsung memang menunjukkan antusiasme penonton tak memudar. Lagu pembuka berjudul “Right Now” disambut dengan meriah dan menjelma dorongan semangat.

Lagu “Right Now” yang mengajak untuk menikmati setiap momen yang hadir saat ini dan tidak takut melakukan perubahaan. Lirik-lirik yang terkandung di dalamnya sangat senada dengan situasi konser saat itu.

Tak hanya semangat yang tetap bergelora, situasi badai salju di konser Van Halen juga menghadirkan beberapa fragmen menggelitik seperti vokalis mereka, Sammy Hagar, yang sempat jatuh terpeleset.

Badai salju yang menyelimuti juga menyajikan fragmen yang begitu akrab di antara personel dan kru Van Halen dengan penonton. Beberapa kali para personel saling melempar bola salju dengan penonton.

Sebelum konser dimulai, sempat terjadi perdebatan tentang risiko bagi para penonton dan peralatan band jika tetap tampil di tengah badai salju. Namun, kru dan para personel akhirnya memutuskan melanjutkan pertunjukan sebagai apresiasi kepada para penonton yang tetap setia menantikan Van Halen mentas. “Ada suatu titik, sekitar pukul 3 sore, di mana kami tidak tahu apakah pertunjukkan itu akan terjadi. Peralatan band bisa rusak. Sungguh menyedihkan” kenang Stuba, lighting man Van Halen. “Namun akhirnya band Van Halen berkata, ‘semua orang ini berada di tengah badai salju selama tiga jam - kita bisa melakukannya!”

Untuk mendukung saat tampil, outfit yang digunakan dimodifikasi sedemikian rupa. Gitaris Eddie Van Halen, misalnya, harus mengenakan sarung tangan yang tidak menutupi jarinya saat tampil.

Tak hanya berkesan bagi penonton dan para anggota band Van Halen, konser musik di tengah badai salju 25 tahun silam itu memberi kenangan tak terlupakan bagi salah satu kru, Chris Stuba.

"Aku tak akan pernah melupakan badai salju di Denver saat itu. Sangat luar biasa. Selama konser berlangsung, beberapa benda mulai tertutupi salju. Tapi, kami hanya tertawa. Kami juga saling melempar bola salju," ujar Chris kepada majalah The Inside pada 1996.

"Meski beberapa orang di dalam kru sudah berada di band ini selama 10 sampai 15 tahun, konser itu menjadi konser paling tidak biasa dan paling berkesan yang pernah kami lakukan," kenangnya.

Badai salju bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi Van Halen saat melangsungkan Balanced tour. Kondisi fisik beberapa personel yang tak prima karena cedera, membuat tur mereka saat itu juga dijuluki "Ambulance Tour".

Drummer Van Halen, Alex, harus menggunakan penjepit leher dalam kebanyakan konser karena tiga tulang belakangnya patah. Sementara saudaranya, Eddie, mengalami cedera pangkal paha dan sakit pinggul yang parah, yang akhirnya menyebabkan operasi pada tahun 1999.

Selain masalah kondisi fisik, konflik di antara personel band mengiringi perjalanan tur Van Halen. Disebut-sebut Eddie dengan Hagar saling beradu argumen ketika menyusun album Balance.

"Ketika aku berkata hitam, Eddie berkata putih. Kemudian ketika aku tetap ingin putih, dia berkata tidak. Dia terus menginginkan sesuatu yang berbeda dengan diriku," kata Hagar kepada Rolling Stone.

Meski diterpa berbagai masalah hingga konflik, Van Halen berhasil merampungkan Balance tour yang berakhir dengan konser di Neal S. Blaisdell Center, Hanolulu, Hawaii, pada 4-5 November 1995.

Van Halen dan Kisah Bongkar Vokalis Band

Kisah menggelar konser di tengah badai salju juga bukan satu-satunya cerita menarik dari Van Halen. Band yang pertama kali dibentuk oleh dua bersaudara Eddie dan Alex ini mengalami sederet pergantian formasi personel sejak berdiri pada 1972.

Pada awal kemunculannya, Eddie bertugas sebagai lead vocal sekaligus lead guitar. Baru di 1974, Van Halen menggandeng David Lee Roth sebagai vokalis utama yang membuat nama mereka kian dikenal.

Kebersamaan Van Halen dengan Roth berakhir pada 1985 dan posisinya digantikan oleh Sammy Hagar. Namun, karier Hagar berakhir di 1996 atau satu tahun setelah mereka menggelar tur Balance. Konflik yang terjadi dengan Eddie disebut-sebut sebagai alasan Hagar keluar.

Van Halen tetap melanjutkan karier bermusik mereka dengan menggandeng Gary Cherone di 1996. Berbagai kesuksesan masih mereka raih meski berganti vokalis, bahkan mereka mampu merilis album Van Halen III dan lagu mereka berjudul ‘Without You’ memuncaki nomor urut pertama pada Billboard Mainstream Rock Charts pada 1998.

Akan tetapi, kesuksesan itu kudu terhenti pada 1999 ketika Van Halen memutuskan vakum dari dunia musik yang diikuti dengan keluarnya Cherone. Selama empat tahun rehat dari hingar bingar dunia hiburan, Van Halen memberi kejutan pada 2003 ketika Hagar kembali bergabung sebagai vokalis.

Hanya dua tahun reuni dengan Hagar karena dia keluar pada akhir 2005. Namun, para penggemar Van Halen kembali dibuat bungah karena band favorit mereka kembali diisi oleh suara khas dari Roth pada 2006.

Kembalinya Van Halen dengan sang vokalis di era awal kemunculan mereka lagi-lagi menghadirkan kesuksesan. Pada 2015, Van Halen menggelar dua konser spektakuler yaitu Tokyo Dome Live in Concert dan tur Amerika Utara.

0 COMMENTS