fyre

Merchandise Festival Kontroversial 'Fyre Festival' Dilelang untuk Penggalangan Dana

  • By: NND
  • Sabtu, 8 August 2020
  • 53945 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Pekan lalu, Dinas Marshal Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka akan memutarkan kembali uang yang disita dari gelaran “musibah” Fyre Festival gagasan Billy McFarland di tahun 2017 silam. Caranya? Dengan mengobral merch yang tidak sempat dijual ke publik.

Ralph Sozia, perwakilan dari Dinas Marshal Amerika, menyatakan, “Pakaian dan barang-barang lain bermerk Fyre Festival ini disita dari McFarland, niatnya akan dijual di gelaran Fyre Festival namun disimpan olehnya untuk dijual ulang dan terus mendanai aktivitas kriminalnya saat masih dalam masa pra-sidang.”

Ia juga menambahkan, “Penghasilan yang didapatkan dari penjualan barang-barang ini, semua bisa dilacak kembali ke McFarland, sejumlah $26 juta, akan seutuhnya dikirim ulang kepada para korban penipuan.”

Hingga sekarang, ada 126 produk Fyre Festival yang dilelangkan di pelelangan Gaston & Sheehan; termasuk diantaranya pakaian, tokens, gelang, sepasang kaos Ja Rule, dan kaos tur 2016 Ashanti yang bersponsor Fyre.

Pelelangan akan terus dibuka hingga tanggal 13 Agustus 2020 mendatang. Namun, jika ingin mendapatkan merch dari festival tersebut, bersiap untuk merogoh kocek dalam-dalam, karena harganya dipatok sangat mahal. Jaket hoodie, kaos lengan panjang, dan topi sudah terjual dengan harga $400 lebih!

Merekam jejak, Fyre Festival sendiri merupakan sebuah festival musik yang berujung dikasuskan sebagai penipuan. Festival ini digagas oleh seorang enterpreneur muda bernama McFarland bersama rapper Ja Rule.

Setelah menjaring banyak perhatian publik melalui promosi influencer kelas atas macam Kendall Jenner, Bella Hadid, dan lain sebagainya, penjualan tiket pun melunjak hingga habis terjual--ribuan pengunjung sudah siap menikmati pengalaman festival unik di sebuah pulai eksotik.

Namun, festival ini mengalami permasalahan di berbagai sektor; seperti keamanan, kebersihan, kesehatan, akomodasi, hingga artist relation. Tiba akhir pekan penyelenggaraannya, festival tersebut terpaksa ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. Pengunjung yang sudah hadir ke pulaunya, juga yang sudah membayar pun “ditelantarkan”. Mereka yang dijanjikan akomodasi villa dan makanan mewah, justru mendapatkan akomodasi berupa tenda dan sandwich. Alhasil, Fyre Festival pun menutup panggungnya.

Barulah pada bulan Maret 2018, McFarland mengaku bersalah di hadapan juri atas sejumlah tuduhan, termasuk diantaranya penipuan investor dan pembeli tiket. Ia dihukum 6 tahun penjara dengan denda ganti rugi sebesar $26 juta, Hingga sekarang, Fyre Festival menjadi salah satu kasus besar dalam kancah pertunjukan musik. Peristiwa tersebut diabadikan dalam serial dokumenter besutan Netflix. Tonton trailer-nya di bawah ini:

0 COMMENTS