lima album terbaik padi

Merunut Album Terbaik Padi

  • By: NND
  • Selasa, 26 November 2019
  • 697 Views
  • 11 Likes
  • 12 Shares

Coba ucapkan kata “Padi”, maka akan ada dua respon yang kerap muncul. Pertama, bahan pangan paling mendasar dan kebutuhan umum semua lapisan masyarakat Indonesia. Kedua, justru, band jebolan tahun 1997 di Surabaya yang dibentuk sebagai ruang pelampiasan kreativitas lima mahasiswa.

Lantas, bagaimana bisa nama sebuah “band anak kampus” ini mampu menyaingi pengasosiasian kata “padi” bahan pokok? Sederhananya, karena karya mereka, sama seperti nasi, mampu diterima masyarakat luas.

Dari debut di tahun 1999, sampai ke pembubaran sementara di tahun 2011 dan aktif kembali pada 2017 hingga sekarang, grup yang digawangi oleh Ari, Rindra, Fadly, Yoyo dan Piyu ini sudah berhasil merilis lima album sensasional.

Padi Reborn, bentuk terbaru mereka yang juga sudah berbuah album belum lama ini, SUPERMUSIC akan mengupas dan mencoba mengurutkan lima album terbaik Padi. Tugas yang cukup sulit sebenarnya, mengingat kelima rilisan tersebut merupakan karya yang solid. Penasaran album apa yang duduk di nomor pertama?

5. Tak Hanya Diam (2007)

Album ini adalah rilisan terakhir sebelum Padi menyatakan “lahir kembali”. Album ini memuat hits macam “Sang Penghibur” dan “Harmony”. Rilis di tahun 2007, inilah album kelima Padi yang meluncur selang dua tahun dari album self-titled mereka.

Melalui “Sang Penghibur” sebagai single utama, tampak Padi hendak kembali membawakan musik yang lebih “berat” dari album sebelumnya.

Di Padi, mereka menjauh dari sound rock dan unsur “gelap” menjadi lebih dominan, Tak Hanya Diam berlaku bak sebuah penanda bahwa unsur rock akan selalu hadir di musik Padi. Kecenderungan tersebut digarisbawahi dengan aransemen rock alternatif di “Tak Hanya Diam”, atau dari nuansa “gelap” di trek “Terluka”.

Meski begitu, ada lagu “Harmony” sebagai salah satu dari single album ini. Padi memberikan sentuhan yang cukup berbeda dari sepuluh lagu di dalam album ini. Hingga sekarang, single tersebut menjadi nomor timeless milik Fadly, cs. ini. Di album inilah Piyu, untuk pertama kalinya duduk di bangku produser seorang diri tanpa bantuan Jan Djuhana.

4. Padi (2005)

Mendarat dua tahun lebih awal dari Tak Hanya Diam, album ini menjadi ajang rebranding Padi. Banyak yang “dibangun ulang” di album ini. Selain mengganti logo menjadi lebih cerah, hal yang sama diterapkan pula kepada arahan musik mereka.

Pergantian haluan ini, mungkin, bermuara dari penggarapan album yang ditujukan sebagai album pengiring Ungu Violet arahan Rako Prijanto, dan dibintangi oleh Dian Sastro.

Mungkin alasan lainnya juga karena Padi tidak sendirian dalam pengerjaan album ini. Di dapur rekaman, beberapa tokoh senior musik Indonesia macam Abadi Soesman, Bubi Chen, dan Idris Sardi yang turut terlibat.

Trek “Menanti Sebuah Jawaban” dikemas dalam album ini. Trek tersebut berhasil menjadi salah satu lagu Padi paling ikonik, dan di album ini mereka kembali merancang lagu-lagu yang lebih simpel, catchy dan lebih “pop”.

Meski begitu, kualitas tak bisa berbohong, “Menanti Sebuah Jawaban” adalah jawaban Padi untuk masyarakat yang lebih luas. Dan, hingga sekarang ia masih menjadi jawaban yang valid.

3. Lain Dunia (1999)

Lain Dunia adalah awal Padi di kancah musik nasional. Meski berlaku sebagai pijakan pertama, debut ini digarap secara matang dan berhasil menempatkan Padi ke mata dan telinga yang tepat di industri musik. Padi akhirnya mampu memukau pasar musik lokal dengan lagu-lagu rock megah, luas dan bertekstur.

Unsur-unsur itulah yang menjadi ciri khas Padi, sekaligus titik awal eksplorasi Padi—sebagai akar dari eksperimentasi mereka di hari-hari mendatang. “Begitu Indah”, “Mahadewi”, dan “Sobat” adalah trek pondasi sound Padi. Tentu, lagu-lagu ini sudah gak asing buat kalian, kan?

Lain Dunia masuk ke dalam posisi tiga besar dalam daftar ini karena dampaknya yang krusial. Album ini dinilai sangat menentukan perkembangan Padi sebagai musisi. Rilis dua tahun setelah awal grupnya terbentuk, album ini menjadi padang rumput hijau dan langit biru cerah bagi lima pemuda yang tetap ingin mengemas musik rock dipadu serasi dengan kesederhanaan pop dalam porsi yang tepat, membalut lirik yang puitis. 

2. Save My Soul (2003)

Tidak mudah menempatkan Save My Soul di posisi runner-up. Sebelum mengupasnya lebih dalam, kenyataannya nasib album ketiga Padi ini tidak sebaik dua album pendahulunya. Jangankan dengan karya Padi sebelumnya, dalam metriks jual-beli, Save My Soul juga tidak mampu bersaing dengan rilisan-rilisan musisi lain yang juga mengudara di tahun 2003.

Mengapa? Di album inilah mereka menanggalkan zona amannya dan pergi mengeksplorasi suara-suara baru—distorsi, lebih keras, gelap dan kelam. Tidak tanggung-tanggung, narasi yang diangkat dalam album ini pun juga demikian—jauh lebih dark. Pada dasarnya, Save My Soul adalah album yang berisiko.

Namun, enggan berdiam diri di zona aman, Padi meluncurkan album ini berbekal single-single andalannya seperti "Hitam", "Rapuh", dan "Patah". Ketiganya memperlihatkan betul seperti apa album ini, baik dalam segi narasi ataupun aransemen.

Keutuhan repertoar Save My Soul memang tidak setenar hits-hits Padi, tapi mereka berhasil membuktikan bahwa kecenderungan “pop” bisa ditepis demi sesuatu yang lebih idealis. Diukur dengan dompet mungkin Save My Soul kalah, tapi soal pengambilan risiko, kita yakin Padi justru puas merilisnya.

1. Sesuatu Yang Tertunda (2001)

Tidak terlalu mengejutkan album mana yang duduk di peringkat nomor satu. Sesuatu Yang Tertunda meluncur pada Juli 2001, dan berhasil album Padi yang paling sukses. Setelah dirilis, album ini langsung mengantongi predikat triple platinum selang dua minggu.

Padi berhasil menjual lebih dari 450 ribu keping album dalam 14 hari. Tak hanya itu, tangga lagu sejumlah media pun didominasi oleh beberapa single seperti “Sesuatu yang Indah”, “Semua Tak Sama”, dan “Kasih Tak Sampai”.

Secara menyeluruh, album ini berhasil menjual 2 juta keping album. Ia juga turut bergabung dalam dalam daftar 150 Album Terbaik Indonesia versi Rolling Stone Indonesia, (#55) bersama dengan Save My Soul (#110). Selain itu, Padi berhasil memenangkan AMI Awards 2001 kategori Album Terbaik, Anugerah Industri Muzik Malaysia, dan MTV Asia Awards 2002.

Di dalam album tersebut, karakter mereka sudah ditemukan di album pertama dan terbukti menjadi resep bermutu di telinga publik dan kritik sekalipun. Album Sesuatu Yang Tertunda menampilkan Padi pada performa tertingginya. Kematangan sound yang pakem, momentum tepat, dan direspon dengan baik; itulah tiga alasan besar mengapa album ini menjadi salah satu rilisan terbaik milik Nusantara. Setuju?

Sekarang Padi Reborn sudah kembali ke kancah permusikan. Ada album baru yang mereka luncurkan, dan di dalamnya ada beberapa lagu baru. Untuk itu, sudahkah kalian mendengarnya? Kira-kira, di mana posisi album tersebut kalau harus masuk daftar juga, ya?

Apakah kalian sepakat dengan urutannya? Kalau versi kalian, jadinya bagaimana? Coba jelasin di kolom komen, ya!

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
113 views
superbuzz
182 views
superbuzz
198 views
superbuzz
365 views
supericon
322 views
superbuzz
461 views