Metallica

Metallica Berbicara Tentang Konsep Album Baru Mereka

  • By:
  • Rabu, 25 November 2020
  • 803 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Metallica tak ada habisnya. Sudah berusia lebih dari 30 tahun, band beraliran heavy metal ini masih mampu produktif melahirkan karya baru dan tak tergerus perkembangan zaman dan industri musik dunia.

Sejak pertengahan 2020 ketika masa karantina diberlakukan di berbagai negara akibat pandemi COVID-19, kabar Metallica akan segera mengerjakan proyek pembuatan album baru sudah terdengar ke permukaan. Waktu luang yang lebih banyak tersedia akibat isolasi, nyatanya memberi ruang bagi Metallica untuk membuat musik baru.

Kabar awal tentang album baru Metallica ini dilontarkan oleh sang drummer, Lars Ulrich, pada Juni lalu. Kepada salah satu pembawa acara talk show Swedia, Fredrik Skavlan, Ulrich berbicara bahwa para personel Metallica sudah bertukar ide untuk memberi musik yang segar.

"Kami baru mulai, mungkin dalam empat minggu terakhir kami berkomunikasi lagi, meski jelas kami selalu berkomunikasi sebelum itu. Tetapi sekarang komunikasi kami seputar kreativitas dan sedang dalam mode mencari ide," kata Ulrich dilansir Loudwire.

"Saya pikir ini istilah paling tepat untuk menyampaikannya. Kami saling bertukar ide melalui surel dan berbicara lewat Zoom. Kami mencoba membuat musik baru dalam situasi yang tidak biasa ini (pandemi)," ujarnya.

"Tapi sekarang kami sudah mulai bertukar beberapa ide, itu bagus. Senang bisa berkomunikasi lagi, senang bisa menjadi bagian lagi dari grup ini, dan saya menantikan kesempatan untuk lebih kreatif yang ada di depan kita," lanjut Ulrich.

Tak berselang lama, kabar itu berkembang melalui pernyataan Ulrich kembali yang menyebut bahwa Metallica memulai rekaman untuk album baru pada musim gugur atau pada September 2020.

Selama beberapa waktu sebelumnya, Ulrich menegaskan bahwa Metallica intens melakukan pertemuan lewat video call. Namun, teknologi virtual yang memungkinkan berkomunikasi tatap muka secara real-time, masih memiliki kendala ketika mereka harus berkumpul bersama.

"Untuk saat ini, kami masih berada dalam karantina selama beberapa minggu, dan kami sangat menantikan jika pada titik tertentu di musim gugur ini, kami dapat kembali ke studio di mana kami bisa menulis dan bermain bersama dan bahkan mungkin melakukan rekaman. Jadi, kami menantikan kemungkinan yang satu itu," jelasnya.

Lantas pada awal November 2020, bassist Metallica Robert Trujillo mengungkapkan bahwa rekaman album mereka selanjutnya lebih melibatkan kontribusi dari seluruh anggota band. Berbeda dengan album mereka sebelumnya yang kebanyakan disusun oleh sang vokalis, James Hetfield, dan Lars Ulrich.

"Saya tidak membicarakan band saya di belakang mereka, namun bagi saya proses penulisan lagu saat ini lebih kolaboratif. Saya pribadi menyukai hal ini, kami senang melihat semua anggota band bekerja sama dan hal ini sangat menyenangkan mengingat pintu seperti ini terbuka setelah perjalanan yang kami lalui," ujar Robert.

"Ketika kami tahu lockdown akan diberlakukan, kami langsung berpikir untuk lebih kreatif. Seringkali ketika band yang sudah lama seperti Metallica, bisa menemukan kondisi di mana kesulitan menemukan lirik bagus, tapi sepertinya itu bukan masalah bagi kami."

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Metallica (@metallica)

Terus Menanti Album Terbaru Metallica

Jika nantinya selesai dikerjakan dan dirilis, album terbaru dari Metallica tercatat akan menjadi album studio ke-11 mereka selama berkarier sejak 1981. Band yang berdiri di Los Angeles, Amerika Serikat, ini terakhir kali merilis album pada 2016 dengan tajuk Hardwired... to Self-Destruct.

Menariknya, album tersebut lahir setelah para penggemar Metallica menanti selama hampir 8 tahun lamanya karya baru dari sang band idola. Ya, sebelum merilis album ke-10 itu, Metallica merilis album Death Magnetic pada 2008.

Kisah unik menghiasi pembuatan album ini ketika sang gitaris, Kirk Hammet, kehilangan ponselnya di bandara. Di dalam ponsel itu Hammett menyimpan sekitar 250 ide riff gitar untuk album baru Metallica. Karena ia tak mencadangkan datanya, hal itu memengaruhi ide musiknya untuk album baru dan harus mulai menyusun lagi dari nol.

Kebanyakan materi dari album Hardwired... to Self-Destruct dikerjakan oleh Hetfield dan Ulrich. Sementara satu-satunya kredit penulis lirik di album ini dari Robert ada pada lagu ManUNkind yang disebutnya sebagai penghormatan kepada mantan bassist Metallica, Cliff Burton, yang meninggal pada 1986.

Berisikan 12 lagu, album Hardwired... to Self-Destruct mendapat banyak respons positif. Karya ini mendapat status platinum dari RIAA karena sukses terjual lebih dari 1 juta kopi di Amerika Serikat.

Tak hanya itu, album ke-10 dari Metallica tersebut sukses memuncaki tangga lagu di 57 negara. Hardwired... to Self-Destruct juga menjadi album studio keenam Metallica secara beruntun yang bisa memuncaki Billboard 200 Amerika Serikat pada saat pertama kali dilepas ke pasaran.

Dalam perjalanan kariernya, Metallica memang kerap menuai sukses besar setiap merilis album. Mulai dari Kill 'Em All (1983), Ride the Lightning (1984), Master of Puppets (1986), ...And Justice for All (1988), Metallica (1991), Load (1996), Reload (1997),St. Anger (2003), dan Death Magnetic (2008) selalu mendapat sambutan hangat.

Tak heran jika album baru yang disebut-sebut telah dimulai pengerjaannya ini sangat dinantikan oleh para penggemar Metallica. Belum lagi, pamor dari lagu-lagu Metallica belakangan ini semakin naik setelah penyanyi Miley Cyrus dikabarkan sedang membuat proyek album cover Metallica.

Secara terang-terangan, Ulrich memuji transformasi dari Cyrus yang sekarang ini sering didapati membawakan musik-musik rock. Mulai dari Led Zeppelin, The Cranberries, Pink Floyd, The Beatles, Nine Inch Nails, Def Leppard, Fleetwood, dan tentu saja lagu dari Metallica.

0 COMMENTS