Metallica Ungkap Keberhasilan Menulis 10 Lagu di Masa Pandemi

Metallica Ungkap Keberhasilan Menulis 10 Lagu di Masa Pandemi

  • By:
  • Senin, 7 June 2021
  • 156 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Meskipun berada di masa yang sulit, tampaknya para musisi tidak pernah berhenti menemukan kesempatan untuk mengasah kreativitasnya. Salah satunya adalah Metallica yang penuh semangat untuk tetap berkarya di dalam masa pandemi seperti sekarang ini. Harus rela berpisah akibat protokol kesehatan terkait karantina mandiri, seluruh anggota Metallica tetap mencoba mencari cara untuk tidak memutus rantai komunikasi dan hubungan yang mereka miliki satu sama lain. Berbekal perkembangan teknologi pada aspek video conference, Metallica mengakui bahwa mereka berhasil menulis lagu dengan jumlah yang cukup signifikan. 

Proses penulisan lagu yang dilakukan oleh Metallica ini seluruhnya dikerjakan di kediaman anggotanya masing-masing. Kabar terkait kegiatan yang dilakukan oleh band metal legendaris ini pertama kali diumumkan oleh James Hetfield, frontman dan vokalis untuk Metallica. James Hetfield datang sebagai seorang bintang tamu untuk podcast The Fierce Life dan menyatakan bahwa Metallica masih bisa memaksimalisasi produktivitas mereka meskipun harus mengerjakan segala halnya di tempat terpisah. Total sudah ada 10 lagu yang ditulis oleh Metallica sejak mereka memutuskan untuk mematuhi protokol kesehatan dengan cara karantina mandiri. Seluruh materi tersebut diuji melalui sesi diskusi yang dilakukan oleh Metallica melalui bantuan platform Zoom. 

Kegiatan menulis lagu melalui bantuan video conference ini pertama kali diusulkan oleh James Hetfield sendiri. Pentolan di dalam tubuh Metallica tersebut merasa bahwa jengah di awal masa pandemi karena tidak banyak hal yang bisa dilakukan. Frontman bagi Metallica tersebut merasa bahwa dirinya tidak bisa membendung kreativitas yang ada di dalam dirinya. Oleh karena itu, di suatu waktu James Hetfield memutuskan untuk menghubungi seluruh rekannya di Metallica dan memberi saran untuk mulai menulis lagu secara mandiri. Awalnya, James Hetfield memberi arahan dengan menulis kerangka lagu yang selanjutnya dipresentasikan kepada anggota Metallica lainnya melalui Zoom. Setelah itu, sang vokalis Metallica tersebut mengirim file rekaman audionya untuk bisa disempurnakan oleh anggota lainnya berdasarkan kesepakatan yang telah diputuskan pada sesi video conference tersebut. Demi memastikan bahwa sistem kerja baru tersebut berhasil, James Hetfield memilih untuk mengubah aransemen lagu Blackened yang sebelumnya rilis di tahun 1988 oleh Metallica ke versi yang lebih modern di tahun 2020. 

James Hetfield mengakui bahwa tentu ada limitasi dan kendala yang hadir untuk setiap penulisan lagu Metallica di masa pandemi. Sang vokalis Metallica tersebut mengakui sulit bagi mereka untuk bisa mencerna permainan musik yang komplit secara langsung. Pasalnya teknologi video conference saat ini masih memiliki permasalahan latensi. Sehingga jika seluruh anggota Metallica bermain musik dalam waktu yang bersamaan akan ada tabrakan suara yang mengganggu proses tersebut. Namun, hal tersebut dapat segera diatasi oleh Metallica dengan cara menyaksikan permainan dan olahan musik satu persatu. James Hetfield juga mengungkapkan bahwa tidak hanya dirinya saja yang berperan sebagai penulis lagu. Baik Lars Ulrich maupun Kirk Hammett pun ikut serta menyumbang karyanya untuk diolah secara kolektif. Produser tetap yang menggawangi Metallica pun ikut serta dalam proses penulisan lagu secara daring ini.

Kabar mengenai proses penulisan yang cukup produktif ini dianggap sebagai sebuah titik cerah dari kelanjutan kabar album terbaru Metallica. Lars Ulrich sempat mengumumkan pada awal tahun 2021 lalu bahwa masih banyak hal yang harus dilakukan oleh band metal legendaris ini untuk memiliki materi yang konkrit sebagai karya lanjutan dari album terakhir mereka Hardwired…To Self-Destruct di tahun 2016 silam. Meskipun begitu, Lars Ulrich juga menyatakan bahwa proses yang cukup memakan waktu bagi Metallica ini memiliki potensi sebagai album terbaik, setidaknya bagi seluruh anggota band metal asal Amerika Serikat tersebut secara pribadi.

Lars Ulrich mengungkapkan bahwa dalam membuat album terbaik sepanjang masa merupakan salah satu impian yang hingga saat ini masih belum bisa terwujud dari Metallica. Oleh karena itu, dirinya dan anggota Metallica yang lain sepakat untuk selalu menikmati proses kreatif yang ada dalam bermusik. Menurut sang penabuh drum di dalam tubuh Metallica tersebut, bagaimana seorang musisi atau kelompok musik bisa menghasilkan karya terbaiknya jka mereka harus terburu-buru atau tidak menikmati proses kreatif yang perlu dijalani. Lars Ulrich menegaskan bahwa setiap rencana pasti mengalami perubahan. Perubahan dalam perencanaan dianggap sebagai sebuah keniscayaan dan sikap bijaksana memiliki peranan penting agar semuanya dapat berhasil mencapai tujuan. Oleh karena itu, proses kreatif perlu dinikmati agar hasil akhir yang diciptakan dapat memberi kepuasan bagi siapa pun yang menjalaninya. Untuk hal ini Lars Ulrich berbicara sebagai perwakilan dari Metallica. Lars Ulrich juga berpesan kepada para penggemar Metallica untuk bersabar menanti album terbaru dari band yang digawanginya tersebut.

Perubahan juga tidak hanya hadir ke dalam rencana proyek musik Metallica saja. Lars Ulrich juga sempat menyatakan bahwa ada masanya Metallica berada di dalam kondisi yang sangat sulit dan hendak dibubarkan. Namun perubahan sudut pandang, kesepakatan, dan pemahaman dari setiap anggota Metallica jadi kunci hingga akhirnya band metal tersebut tetap kuat dan eksis hingga saat ini. Lars Ulrich juga menyoroti sosok Phil Towle yang merupakan figur penting penyelamat Metallica kala itu. Kisah Metallica dan Phil Towle ini sempat diabadikan ke dalam sebuah dokumenter Metallica di tahun 2004 berjudul Some Kind Of Monster. Dokumenter tersebut menangkap secara detail terkait permasalahan internal di dalam Metallica dan bagaimana akhirnya band metal tersebut mau menerima kondisi tersebut dan bangkit untuk menjadi lebih baik lagi. 

 

Image courtesy of Yulia Grigoryeva/Shutterstock

0 COMMENTS