Milkman Sound, Lahir dari Kegelisahan dan Besar Berkat John Mayer

Milkman Sound, Lahir dari Kegelisahan dan Besar Berkat John Mayer

  • By:
  • Senin, 10 May 2021
  • 140 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Meskipun memiliki talenta yang besar dengan pengetahuan yang luas, bermusik tanpa alat-alat yang mumpuni kerap kali menjadi halangan untuk merealisasikan konsep yang diinginkan. Oleh karena itu, musisi juga perlu memerhatikan kualitas dari alat-alat seperti instrumen dan amplifier yang dimilikinya. Mencoba untuk menghadirkan karakteristik suara yang diinginkan untuk permainan musiknya menggunakan steel guitar, Tim Marcus memutuskan untuk membongkar amplifier yang dimilikinya dan mengotak-atik kabel dan sirkuit yang berada di dalam amplifier tersebut. Merasa puas dari apa yang dirinya lakukan, Tim Marcus pun akhirnya memutuskan untuk mendirikan Milkman Sound sebagai sebuah perusahaan amplifier dan aksesori di dalam kategori boutique market.

Bermain dengan panel elektronik dari sebuah amplifier memang bukan aktivitas yang baru lagi bagi Tim Marcus. Sebelum resmi mendirikan Milkman Sound, Tim Marcus selain berprofesi sebagai musisi juga memiliki aktivitas lain untuk membantu teman-teman musisinya dalam meningkatkan performa dari amplifier keluaran pabrik. Aktivitas tersebut dilakukan di tempat tinggalnya sejak tahun 2006. Namun di tahun 2010, dirinya baru saja membeli amplifier Tweed Princeton keluaran MojoTone dan ingin segera melakukan modifikasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Dari situ ide untuk membuat amplifier khusus yang dapat mengamplifikasi suara steel guitar dengan maksimal dan Tim Marcus memilih nama Milkman Sound di tahun 2011. Bagi yang belum paham, steel guitar merupakan sebuah instrumen petik yang dimainkan seperti kecapi namun memiliki konfigurasi layaknya sebuah gitar elektrik. 

Pengetahuan yang dibutuhkan oleh Tim Marcus untuk bermain dengan panel elektronik dirinya dapatkan ketika bekerja untuk BBI Engineering. Di perusahaan tersebut, Tim Marcus bekerja sebagai seorang teknisi yang tidak hanya memperbaiki namun juga merancang perangkat audio visual dengan tingkat kualitas yang baik untuk dapat beroperasi dalam jangka waktu yang lama. Pengetahuan yang didapatkan dari pengalaman dan nilai untuk menjaga sustainability sebuah produk bermusik menjadi pedoman Tim Marcus untuk merancang amplifier di bawah brand Milkman Sound. Alasan utama berdirinya Milkman Sound diakui oleh Tim Marcus berdasarkan sangat sedikit pilihan pasar boutique untuk instrumen steel guitar yang dimainkannya. Daripada menunggu orang lain yang memulai, Tim Marcus memilih untuk membuatnya sendiri. 

Saat menjalankan bisnis Milkman Sound miliknya, Tim Marcus tetap bekerja sebagai teknisi untuk BBI Engineering hingga tahun 2014. Tim Marcus mengakui bahwa tidak ada tantangan berarti saat dirinya menjalankan bisnis Milkman Sound di dua tahun pertamanya. Produk amplifier baik untuk pemain steel guitar dan gitar elektrik konvensional tetap terjual dengan baik. Amplifier garapan Tim Marcus untuk Milkman Sound bahkan cukup dikenal digunakan oleh beberapa musisi profesional ternama. Namun Tim Marcus mengakui bahwa memang tidak ada peningkatan secara popularitas yang berarti. Hingga akhirnya di tahun 2014, nama Milkman Sound tiba-tiba meroket pesat.

Salah satu penyebab nama Milkman Sound meroket pesat di pangsa pasar pemusik adalah berkat sebuah foto yang diunggah oleh John Mayer melalui akun Instagram-nya. Dalam foto tersebut, John Mayer memfoto dirinya sendiri dengan amplifier 85 watt milik Milkman Sound. Di dalam caption-nya, John Mayer menulis bahwa amplifier yang baru dirinya miliki tersebut merupakan amplifier dengan amplifikasi suara terbaik yang dirinya miliki. John Mayer juga dengan sengaja menyantumkan akun Milkman Sound ke dalam caption yang ditulisnya. Dalam seketika, inbox message Milkman Sound langsung mendapatkan banyak pesan. Di antaranya datang dari berbagai distributor alat-alat musik yang penasaran dengan hasil karya Tim Marcus. Beberapa di antara distributor tersebut akhirnya memesan puluhan unit amplifier dari Milkman Sound, terutama amplifier 85 watt yang identik dengan kepunyaan John Mayer. 

Setelah popularitas yang meroket, barulah Tim Marcus mendapatkan banyak kritik dari beberapa musisi maupun pengamat musik. Mereka mengkritik bahwa amplifier yang diproduksi oleh Milkman Sound merupakan sebuah klon dari Fender Princeton. Menanggapi hal tersebut, Tim Marcus menjawab kritiknya dengan alasan teknis. Menurut Tim Marcus, tampilan yang menyerupai amplifier Fender Princeton tersebut didasari dengan ketersediaan barang dan komponen yang melimpah. Selain itu, Tim Marcus juga menjelaskan bahwa dirinya memang cukup menggemari amplifier keluaran Fender, maka tampilan yang mirip tersebut dianggap sebagai sebuah inspirasi dan penghormatan tersendiri. 

Meskipun begitu, Tim Marcus meyakinkan bahwa amplifier yang dirinya buat memiliki elemen yang berbeda dari apa yang ditawarkan oleh Fender. Menurut Tim Marcus, Milkman Sound 85 watt yang dimiliki menawarkan karakteristik suara dan feel yang berbeda. Dengan referensi suara untuk kebutuhan steel guitar, Tim Marcus lebih mengedepankan karakteristik suara yang jernih dan menggema untuk hadir ke dalam rancangan amplifier-nya. Sedangkan Princeton milik Fender memiliki karakteristik suara yang sama halusnya namun terdengar lebih padat, karena populer digunakan oleh pemain musik blues rock.

Bermula di San Fransisco, kini Milkman Sound memiliki gudang manufaktur sendiri di Kansas City, Amerika Serikat. Salah satu alasannya datang dari dukungan sesama builder alat musik, Josh Scott dari JHS Pedals. Saran dari Josh Scott terkait kemudahan dalam mencari komponen dan elemen elektronik di Kansas City diterima dengan baik oleh Tim Marcus yang akhirnya setuju pindah untuk tinggal di kota tersebut dan mengelola Milkman Sound dengan lebih serius. Selain merancang amplifier head dan combo, saat ini Tim Marcus juga berhasil merancang pre-amp pedal yang menawarkan kemudahan para musisi untuk tidak lagi membawa muatan besar saat mereka melakukan tur atau konser.

 

Image courtesy of David Axelbank

0 COMMENTS