Mitski Comeback: Rilis Single Baru “The Baddy Man” untuk Soundtrack Novel Grafis

Mitski Comeback: Rilis Single Baru “The Baddy Man”

  • By:
  • Senin, 12 April 2021
  • 139 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Tahun 2021 menjadi tanda kembalinya penyanyi wanita keturunan Jepang-Amerika Serikat, Mitski Miyawaki. Sosok yang lebih dikenal dengan nama punggung Mitski itu merilis single baru yang akan masuk sebagai soundtrack dari novel grafis barunya, This Is Where We Fall.

Pada Oktober 2020, Mitski mengumumkan bahwa dirinya akan mengisi soundtrack untuk novel grafis yang berupa kisah ilmiah barat karya Chris Miskiewicz dan Vincent Kings. Novel grafis ini mengungkap tema teologi, kematian, dan kehidupan setelah kematian.

Dalam sebuah keterangan yang dilansir dari Uproxx, Mitski mengaku senang bisa menggarap lagu untuk soundtrack dari novel keluaran Z2 Comics tersebut. Mitski menyebut dengan begini ia bisa sedikit keluar dari rutinitas menulis lagu pada umumnya.

"Seru banget bikin soundtrack untuk komik. Itu memungkinkan saya untuk bekerja di luar bentuk penulisan lagu yang biasanya dan mencoba mendekatinya seperti musik, tetapi tanpa isyarat apa pun yang datang dengan bekerja bersama gambar bergerak, yang akhirnya membebaskan dan menantang. Saya harap hasil akhirnya membantu Anda tenggelam dalam cerita yang disajikan," ujar Mitski.

Sementara itu, perwakilan dari Z2 Comics, Josh Frankel, menambahkan “Proyek dan kemitraan seperti ini adalah perkawinan sempurna antara bentuk seni visual seperti komik dan musik. Penggemar musik Mitski tidak hanya akan mendapatkan sesuatu yang baru dari salah satu artis favorit mereka, tetapi juga karya pendamping yang melengkapi pengalaman tersebut. Pembaca komik akan menemukan karya asli fiksi ilmiah dari pencipta top yang diperkuat oleh musik yang menyertainya," jelas Frankel.

Lantas, sebagai line-up awal dari soundtrack novel grafis ini, Mitski mengumumkan lagu baru berjudul The Baddy Man. Sementara itu, novel grafisnya sendiri dijadwalkan mendarat pada 5 Mei 2021.

Dalam sinopsis novel itu disebutkan bahwa ini adalah seri fiksi ilmiah baru yang inovatif yang menggali pertanyaan kompleks tentang sains, keyakinan, dan kebutuhan umat manusia untuk percaya pada sesuatu yang lebih besar dari dirinya sambil juga mempertanyakan apa yang mendefinisikan jiwa manusia.

Edisi deluxe This Is Where We Fall - yang hadir dengan salinan soundtrack Mitski pada vinil - akan disebar dalam jumlah terbatas 2.000 eksemplar. Sementara itu, edisi standar hardcover akan menyertakan salinan kaset dari album tersebut. Sejauh ini, Z2 Comics belum berencana merilis album tersebut melalui platform streaming.

Adapun, dengan lahirnya single baru untuk soundtrack novel grafis ini menjadi tanda kembalinya Mitski membuat karya baru sejak mengeluarkan album studio kelimanya pada 2018 bertajuk Be the Cowboy. Setelah dirilis, Be the Cowboy menerima pujian luas dari para kritikus musik, yang kemudian menempatkannya di antara album terbaik tahun 2018. Album ini didahului oleh single "Geyser", "Nobody" dan "Two Slow Dancers".

Dalam sebuah pernyataan, Mitski mengatakan dia bereksperimen dalam narasi dan fiksi untuk album tersebut, dan mengatakan dia terinspirasi oleh "citra seseorang yang sendirian di atas panggung, bernyanyi solo dengan sorotan tunggal yang dilatihkan pada mereka di ruangan yang gelap".

Sayangnya, setelah album yang terbilang sukses itu, Mitski memutuskan untuk rehat dari rutinitas musik seperti tur dan konser. Namun Mitski saat itu menegaskan bahwa dirinya tidak akan pensiun sebagai musisi dan akan kembali membuat karya.

Mitski menandai hiatus pada 2019 setelah melangsungkan pertunjukan di Central Park, New York. Pada Juni 2019, Mitski mengunggah di Twitternya "Saatnya menjadi manusia lagi. Saya telah melakukan tur nonstop selama lebih dari 5 tahun, saya belum memiliki tempat tinggal selama ini, dan saya merasa jika saya tidak segera mundur, harga diri, identitas saya akan mulai bergantung terlalu banyak bertahan dalam industri ini."

Segera setelah pertunjukan final diumumkan, dia menghapus akun media sosialnya, merasa bahwa tanpa album atau tur baru untuk dipromosikan, dia akhirnya bisa membebaskan diri.

Sebelum pertunjukan finalnya di Central Park itu, Mitski juga sempat meyambangi Jakarta sebagai salah satu destinasi dalam tur mempromosikan album Be The Cowboy pada Februari 2019. Kedatangan Mitski ke Indonesia hasil kerja dari Noisewhore, sebuah kolektif organizer asal Jakarta.

Ini menjadi rangkaian tur Asia pertama Mitski sepanjang berkarier. Sebelum menyambangi Jakarta, Mitski terlebih dahulu akan mengunjungi Tokyo, Osaka, Seoul, Taipei, hingga Kuala Lumpur. Penampilan Mitski di Jakarta berlangsung di Rossi Musik Fatmawati.

Dikenal mahir memainkan piano, bass, dan gitar, Mitski malam itu menunjukkan bakat tersembunyinya yakni menari. Ia menunjukkan gerakan-gearakan gemulai yang luwes dan menakjubkan. Beberapa lagu yang ia bawakan antara lain “Remember My Name”, “Come into the Water”, “Francis Forever”, “Washing Machine Heart” serta lagu-lagu dari Be The Cowboy.

Mitski yang bergerak sebagai penyanyi indie, dikenal sebagai pembawa musik indie rock itu merilis album debut pada 2012 dengan tajuk Lush. Disusul dengan album kedua, Retired from Sad, New Career in Business (2013), album ketiga Bury Me at Makeout Creek (2014), album keempat Puberty 2 (2016), dan teraktual album kelima Be the Cowboy (2018).

0 COMMENTS