Mogwai Garap Video Klip Baru Kolaborasi dengan Skateboarder

Mogwai Garap Video Klip Baru Kolaborasi dengan Skateboarder

  • By:
  • Senin, 3 May 2021
  • 26 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Setelah berhasil merilis album kesepuluh di tahun 2021 dan meraih posisi puncak untuk tangga album di Inggris Raya pada pekan terakhir bulan Februari lalu. Di awal April 2021, Mogwai baru saja merilis video klip baru untuk lagunya berjudul Ceiling Granny yang diambil dari album kesepuluh mereka, As The Love Continues. Meskipun terkesan layaknya sebuah perilisan video klip yang umum, ternyata Mogwai memiliki cerita yang unik di balik layar dari video klip Ceiling Granny.

Menurut Mogwai, video klip yang dikonsep untuk merepresentasikan kultur jalanan, seperti Skateboard, perlu ditangani oleh sosok yang memang paham secara luar dan dalam. Oleh karena itu, Mogwai mengutus Jon Miner seorang pemain skateboard ternama untuk menjadi sutradara video klip terbaru band post rock asal Skotlandia tersebut. Keahlian Jon Miner sebagai sutradara juga tidak bisa diragukan. Pasalnya, Jon Miner juga dikenal sebagai seorang filmmaker yang cukup apik terutama di ranah dokumenter dan sinema independen. Salah satu faktor lainnya adalah karena Jon Miner dikenal sebagai salah satu penikmat berat musik-musik Mogwai. Dengan hubungan yang kuat terasa akan lebih mudah untuk saling berkolaborasi dalam proyek kreatif menurut Mogwai.

Dalam menggarap video klip terbaru untuk Mogwai, Jon Miner menampilkan ragam footage dam still foto yang sempat dirinya ambil sejak tahun 1995 sembari bermain skateboard. Pemilihan tahun 1995 sebagai batasan kriteria digunakan oleh Jon Miner sebagai penyelarasan tahun beridirnya Mogwai. Jon Miner juga mengakui bahwa kerja sama dengan Mogwai kali ini bukanlah yang pertama. Jon Miner kerap bekerja sama dengan Mogwai untuk urusan video komunitas skate. Namun, Jon Miner selalu merasa bahwa bekerja sama dengan Mogwai dapat memberikan inspirasi di dalam karya-karyanya.

Mogwai juga sebelumnya sempat merilis konsep video klip yang tidak umum untuk lagunya berjudul Ritchie Sacramento. Lagu tersebut juga diambil dari album kesepuluh Mogwai berjudul As The Love Continues. Dalam video klip Ritchie Sacramento, Mogwai memaksimalisasi konsep video klip dengan teknik cinematic dan animasi. Unsur tersebut diaplikasikan melalui penggunaan Unreal Games Engine oleh sang sutradara, Sam Wiehl. Unreal Games Engine dikenal sebagai salah satu komponen grafis yang digunakan dalam merancang video game masa kini dan Mogwai pun penasaran untuk mengaplikasikan teknologi pada video klip terbarunya. Sang sutradara menggarap video klip Ritchie Sacramento dengan menghadirkan sebuah dunia penuh aksi layaknya permainan game.

Meskipun digambarkan dengan visual yang penuh aksi, nyatanya kisah di balik lagu Ritchie Sacramento ini memiliki warna yang jauh berbeda dengan visualnya. Lagu ini ditulis oleh Stuart Braithwaite, vokalis Mogwai, untuk menghormati kepergian Dave Berman di tahun 2019. Stuart Braithwaite mengakui bahwa Dave Berman merupakan seorang musisi, penulis lagu, dan juga seorang penyair yang bertalenta. Bahkan dirinya mengakui bahwa karya-karya Dave Berman juga menginspirasi Mogwai dalam bermusik. Lagu ini juga menjadi salah satu lagu di antara lagu lainnya yang dilengkapi dengan vokal Stuart Braithwaite secara full. Sang vokalis Mogwai menjelaskan bahwa dirinya merasa bahwa lagu ini merupakan lagu Mogwai yang terasa paling konservatif dan pop dalam waktu yang sama.

Terkait latar belakang album As The Love Continues, Mogwai menyatakan bahwa album kesepuluhnya tersebut telah dikerjakan sejak awal tahun 2020. Dalam proses rekaman, Mogwai dibantu oleh kehadiran Dave Fridmann sebagai produser untuk album As the Love Continues. Selain itu, Mogwai juga mendapat dukungan kolaborasi dengan musisi-musisi eksperimental papan atas lainnya, seperti Atticus Ross dari Nine Inch Nails dan Colin Stetson. Keduanya secara serius memberi kontribusi untuk sebuah lagu di dalam album berisi 11 lagu ini. Stuart Braithwaite selaku pentolan Mogwai cukup menaruh banyak harapan dari lahirnya album As The Love Continues.. Dirinya berharap jika album ini dapat menghadirkan elemen baru untuk dinamika kehidupan para penggemarnya yang sama-sama merasakan betapa beratnya untuk hidup di masa pandemi seperti sekarang ini. 

Meskipun berhasil merampungkan materi untuk album barunya, ternyata pandemi pun juga cukup memengaruhi rencana awal Mogwai dalam proses rekaman As the Love Continues. Mogwai mengungkapkan bahwa rencananya album ini akan direkam di Amerika Serikat setelah berhasil mengajak kerja sama Dave Fridmann sebagai produser yang juga berdomisili di sana. Namun, pandemi Covid-19 yang menyerang di awal tahun akhirnya membuat Mogwai harus melakukan relokasi proses produksi album kesepuluhnya di Worcestershire, Inggris. Tidak hanya itu, Mogwai juga harus memutar otak untuk menemukan harmoni dalam penyempurnaan seluruh materi yang tersaji pada album tersebut. Pasalnya Mogwai harus tetap menjaga komunikasi bersama Dave Fridmann yang berdomisili di Amerika Serikat. Untungnya, Mogwai segera memulai pengerjaan album ini di awal tahun, sehingga memberikan waktu yang cukup lama untuk menghadirkan proses karya terbaik bagi mereka.

Album kesepuluh Mogwai, As the Love Continues dirlis dalam beberapa format, seperti vinyl, CD, dan digital. Selain itu, Mogwai juga telah mempersiapkan bokset spesial yang dilengkapi dengan double-vinyl berwarna spesial, CD, dan sebuah piringan hitam yang berisikan lagu-lagu demo dari album As the Love Continues, berikut dengan photo book. Rilisnya album As the Love Continues juga menuliskan sejarah baru bagi Mogwai. Pasalnya, album tersebut akan rilis bertepatan dengan tanggal perilisan single pertama mereka 25 tahun yang lalu, Tuner/Lower.

Image courtesy of Anthony Crook

0 COMMENTS