Moshi Moshi Records, Ruang Inkubasi Musisi Baru

Moshi Moshi Records, Ruang Inkubasi Musisi Baru

  • By:
  • Rabu, 23 June 2021
  • 83 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Perihal perkembangan industri musik, Inggris merupakan salah satu negara yang cukup memiliki komunitas atau ekosistem yang sehat untuk melakukan kolaborasi. Penggiat skena musik independen di Inggris kerap kali tidak memerdulikan tentang genre. Oleh karena itu, tidak jarang label rekaman di Inggris juga fokus untuk mencari musisi dan kelompok musik yang punya potensi dibandingkan mengembangkan satu genre musik saja. Contohnya bisa dilihat dari lahirnya Moshi Moshi Records di akhir tahun 1990-an. 

Moshi Moshi Records merupakan sebuah label rekaman independen asal Inggris yang didirikan oleh Adrian Pike, Michael McClatchey, dan Stephen Bass. Alih-alih mencoba untuk mengembangkan potensi sebuah genre musik, ketiga pendiri Moshi Moshi Records tersebut mendedikasikan bisnis mereka untuk jadi rumah yang kolaboratif bagi musisi independen Inggris dari berbagai latar belakang. Sebut saja nama-nama seperti Lykke Li, Bloc Party, Architecture In Helsinki, hingga Disclosure sempat menjadikan Moshi Moshi Records sebagai rumah sekaligus ruang inkubasi talenta yang mereka miliki. Dari nama tersebut, terlihat bahwa Moshi Moshi Records cukup menjadi label rekaman yang inklusif bagi siapa saja. 

Keterbukaan yang menjadi dasar dari Moshi Moshi Records ini ternyata berasal dari kecintaan ketiga pendirinya yang memutuskan untuk mendirikan label rekaman independen atas dasar hobi yang sama. Membuat label rekaman independen bukanlah perihal yang mudah, beruntung bagi ketiga pendiri Moshi Moshi Records yang lebih dulu memiliki pengalaman bekerja di label rekaman besar. Bahkan ketika mereka bertiga membuat Moshi Moshi Records, baik Adrian Pike, Michael McClatchey, dan Stephen Bass masih bekerja di sebuah label rekaman besar berskala industri di tempat yang berbeda. Ilmu yang mereka miliki selama bekerja tersebut diaplikasikan secara komprehensif dan sederhana untuk dapat membangun label rekaman independen, yaitu Moshi Moshi Records. Alasan utama Adrian Pike, Michael McClatchey, dan Stephen Bass mendirikan Moshi Moshi Records adalah karena mereka menemukan musisi berpotensi namun tidak dapat memenuhi standar dari perusahaan mereka saat itu. 

Gelombang pertama kelahiran Moshi Moshi Records diisi oleh kehadiran an Lyons, Kathryn Williams & Pedro, dan J Xaverre yang berkarya di bawah naungan label rekaman independen milik Adrian Pike, Michael McClatchey, dan Stephen Bass. Berkat kehadiran gelombang musisi pertama tersebut juga, Moshi Moshi Records mulai dikenal oleh penikmat musik independen lainnya, karena penjualan single maupun album dari para musisi tersebut cukup laku di pasaran. Mengetahui bahwa hasil rilisan mereka cukup diminati, Moshi Moshi Records pun secara perlahan mulai mengembangkan bisnisnya. Pencapaian yang dinanti oleh Moshi Moshi Records pun akhirnya tercapai kurang lebih 5 tahun dari kelahiran mereka. Di tahun kelima, reputasi Moshi Moshi Records di mata penikmat musik independen pun semakin besar dengan konsisten merilis karya-karya menarik dari ragam musisi yang potensial. 

Semakin besar reputasi yang harus dijaga, akhirnya Moshi Moshi Records pun mencoba untuk menghadirkan perubahan dari aspek operasional yang mereka bangun. Berawal dari hobi, Adrian Pike, Michael McClatchey, dan Stephen Bass memutuskan untuk membuat Moshi Moshi Records sebagai pekerjaan utama mereka di tahun 2004. Di tahun yang sama juga, Moshi Moshi Records berhasil mengajak Hot Chip dan Bloc Party untuk bergabung bersama. Dua nama musisi pendatang baru di dalam Moshi Moshi Records tersebut dinilai punya barisan penggemar yang cukup loyal, sehingga membantu nama label rekaman independen Adrian Pike, Michael McClatchey, dan Stephen Bass muncul ke permukaan secara signifikan.

Tidak berhenti di situ, Moshi Moshi Records pun berhasil menarik Yeti dan The Rakes yang cukup punya massa besar di ranah underground. Merasa memiliki barisan penggemar yang kuat, akhirnya Moshi Moshi Records pun sepakat untuk membantu Yeti dan The Rakes dalam memproduksi album dengan ekspektasi yang besar. Beruntungnya, ekspektasi yang diharapkan tersebut berhasil terpenuhi. Penjualan album yang sukses di pasaran serta hinggapnya single dari kedua musisi tersebut di chart yang ada di Inggris dan mancanegara membuat nama Moshi Moshi Records pun meroket secara signifikan. Popularitas Moshi Moshi Records yang semakin tinggi tersebut juga dijaga momentumnya dengan kehadiran album dari Architecture In Helsinki dan Au Revoir SImone yang dianggap fenomenal pada masanya.

Perubahan yang terjadi pada Moshi Moshi Records sepanjang tahun 2004 hingga 2005 membuat nama mereka menjadi incaran bagi banyak musisi pendatang baru yang sedang mencari label rekaman. Di tahun 2006 pun akhirnya Moshi Moshi Records menarik banyak musisi, di antaranya adalah Hot Club De Paris, Tilly And The Wall, The Wave Pictures, Slow Club, James Yuill, The Drums, hingga Summer Camp. Dengan pondasi yang kuat dan kepercayaan dari para penggiat musik independen, Moshi Moshi Records pun memutuskan bahwa mereka serius untuk menjadi rumah pengembangan dari musisi musisi pendatang baru hingga saat ini. 

Image courtesy of Moshi Moshi Records

0 COMMENTS