MUSIK LATAR: 8 Musisi Penggubah Simfoni Kemegahan Film

  • By: OGP
  • Selasa, 28 February 2017
  • 4899 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Mungkin banyak yang tidak tahu seberapa vital tugas seorang komposer musik di sebuah film. Tanpa komposer yang handal, mustahil sebuah karya sinema menjadi dramatis untuk ditonton. Mungkin monoton bahkan bosan untuk diikuti. Scoring film merupakan elemen penting yang menjadi salah satu kekuatan pada film dan plot cerita.

Di antara komposer-komposer musik latar film, terdapat beberapa nama yang awalnya merupakan seorang musisi pop/rock. Mereka mencoba peruntungan dengan menjelajah wilayah baru dalam mengolah musik sebagai latar.

Berikut deretan komposer musik latar sekaligus musisi jagoan versi SuperMusic ID:  

1. Danny Elfman

Salah satu komposer musik elit di industri Hollywood. Dirinya banyak berkontribusi pada film-film blockbuster dunia. Puncaknya ketika ia meraih penghargaan prestisus Best Musical Composition di ajang Grammy Awards tahun 1990 lewat film Batman. Elfman memang dikenal sering melakukan kolaborasi maut bersama sutradara tenar Tim Burton. Hampir semua musik latar film-film Burton dikerjakan oleh Elfman.

Iringan melodius khas Elfman saat menata musik dianggap mempunyai karakter tersendiri. Scoring musik yang ia buat cenderung gelap dan kelam, tapi memiliki unsur fantasi yang begitu dominan di tiap lembarnya. Layaknya berjalan menaiki rollercoaster masuk ke dalam wahana seram. Di jajaran komposer film, Elfman sangat dihormati. Sebelumnya Elfman sempat tergabung di dalam kelompok new wave Oingo Boingo di era 70-an.

2. Jon Brion

Satu lagi nama komposer jempolan yang sukses menelurkan scoring film-film berkualitas. Sebelum terjun di dunia film, ia sempat tergabung dalam band The Excerpts dan The Bats di masa awal kariernya. Pria kelahiran New Jersey ini memang terkenal piawai dalam memadukan berbagai instrumen menjadi rentetan track yang layak didengar oleh audiens.

Brion berjaya mengukuhkan namanya di jejeran top komposer dunia lewat karya-karya scoring filmnya. Tentu awam sudah tak asing dengan sinema komedi romantis besutan Michel Gondry seperti Eternal Sunshine of the Spotless Mind, Punch-Drunk Love (film paling serius dari seorang Adam Sandler), serta Magnolia arahan sutradara jenius Paul Thomas Anderson.

Brion pintar dalam meramu tatanan suara di film terdengar menjadi begitu dramatis. Penonton pun turut dibuai merasakan sisi emosional di setiap mengikuti lembar potongan film. Brion tepat dalam mengeksekusi backsound menjadi suatu hal yang vital di dalam film. Kini ia juga disibukkan menjadi produser, diantaranya album karya Kanye West dan Frank Ocean.

3. Mark Mothersbaugh

Di sepanjang era tahun 80-an, nama Mothersbaugh dan Casale bersaudara cukup disegani publik luas lewat aliansi solid mereka di unit new wave nyentrik Devo. Namun seiring berjalannya waktu, sang frontman, Mark Mothersbaugh, mulai sering menghabiskan waktu luangnya dengan menggarap musik latar untuk produksi film-film Hollywood.

Sebut saja kolaborasi Mark bersama Wes Anderson di empat film yakni Bottle Rocket, Rushmore, The Royal Tenenbaums, dan The Life Aquatic with Steve Zissou. Selain Wes Anderson, Mark juga kerap kali diajak bekerja sama dengan duo director Lord-Miller sebagai komposer lewat film-film seperti Cloudy with a Chance of Meatballs, 21 & 22 Jump Street, dan The Lego Movie. Ciri khas sentuhan Mothersbaugh di scoring film adalah terletak pada kemampuannya menggabungkan semua jenis genre musik menjadi kesatuan nada. Nilai plus untuk Mark.

4. Trent Reznor

Walau tergolong masih hijau sebagai komposer, tapi tentu tak ada yang berani menyangkal kapasitas seorang Trent Reznor sebagai musisi kelas A. Sebelumnya Reznor dikenal sebagai vokalis sekaligus frontman band industrial rock kelas wahid Nine Inch Nails (NIN).

Mungkin karena memang sedang jenuh dengan rutinitasnya bersama NIN, ia pun mulai tertarik untuk merambah ke industri Hollywood demi menyalurkan bakatnya dalam pembuatan scoring film. Debutnya sebagai komposer dimulai saat dirinya dipercaya oleh sutradara kenamaan David Fincher untuk mengisi scoring pada film The Social Network yang mengisahkan perjalanan hidup sosok Mark Zuckerberg sang pencetus Facebook.

Memang dasar Reznor jenius di dalam musik, ia tak perlu menunggu waktu lama. Ia dalam tempo singkat berhasil meraih penghargaan bergengsi di Academy Awards lewat best original scoring di tahun 2010 lalu. Tak berhenti sampai disitu, ia pun kebanjiran tawaran. Proyek selanjutnya adalah The Girl with the Dragon Tattoo dan Gone Girl yang telah menggunakan jasanya.

5. Jonny Greenwood

Gitaris andalan Radiohead ini memang kerap mempertontokan bebunyian unik saat pentas di stage bersama Radiohead. Hal ini justru menarik perhatian figur seorang sutradara tersohor, Paul Thomas Anderson. P.T. Anderson memang dikenal sebagai fans berat band Radiohead. Anderson sudah beberapa kali mengajak proyek kolaborasi kepada Greenwood untuk mengisi scoring di film-filmnya.

Salah satunya di There Will Be Blood. Film ini meraih penghargaan pada ajang Evening Standard British Film Awards di tahun 2007 silam sebagai best film score. Pihak media menganggap karya Greenwood sebagai masterpiece dengan ambience yang luar biasa hidup di tiap lapisannya. Kerja sama P.T. Anderson-Greenwood kemudian berlanjut di film The Master dan Inherent Vice.

6. Kevin Shields

Kelam, sendu, dan artistik adalah tiga kata dominan yang pantas disematkan kepada karya musik seorang figur Kevin Shields. Bersama My Bloody Valentine, ia mampu menjadi palang pionir di garda terdepan genre shoegaze yang telah lama mereka usung. Namun segelintir orang banyak yang lupa, jika ia pernah menjabat selaku komposer musik di film Lost In Translation garapan Sofia Coppola

Walau pengalamannya hanya baru sekali mengomposeri sebuah film layar lebar, entitas musik di dalam Lost In Translation dianggap sebagai masterpiece oleh berbagai kalangan. Melalui salah satu majalah musik ternama, Lost In Translation masuk ke dalam jajaran salah satu soundtrack film terbaik sepanjang massa. Lewat tangan dingin seorang Shields, ia berhasil mengintegrasikan bebunyian bising ke dalam aransemen menjadi artistik sekaligus emosional. Mustahil para penonton tak dibuat terhipnotis oleh hasil karyanya.

7. Mondo Gascaro

Nama Mondo Gascaro mestinya tak asing oleh penggemar musik indie Indonesia. Eks kibordis Sore ini sudah malang melintang di ranah perfilman selama beberapa tahun belakangan. Bukan untuk menjadi aktor, melainkan orang di balik belakang layar. Ia sering menjadi langganan tetap untuk proyek film-film besar Indonesia.

Bersama Aghi Narottama (Ape On The Roof) dan Bemby Gusti (Sore), Mondo didapuk menjadi komposer untuk menata musik latar film. Paling krusial saat Mondo mengkomposeri film Pintu Terlarang, Modus Anomali, hingga Berbagi Suami. Bukan hal yang baru baginya untuk menciptakan iringan musik berkelas di belakang layar. Kini ia juga berperan aktif sebagai produser di label rekaman miliknya, Ivy League Music.

8. Zeke Khaseli

Pernah menyaksikan film noir Kala besutan Joko Anwar? Kalau kalian menonton dari awal hingga akhir film, kita akan disuguhi rentetan nuansa mencekam berkelas dari tangan seorang komposer jagoan Zeke Khaseli. Zeke yang juga tergabung di band rock alternatif asal Jakarta, Zeke and the Popo, mencoba peruntungan dengan menjalankan proyek solo unik nan ajaibnya itu.

Kepiawaiannya dalam meramu musik ia tuangkan kembali di proyek film sebagai komposer. Maka jangan kaget, jika Zeke telah beberapa kali memenangkan perhargaan beberapa tahun belakangan. Tahun 2008 lalu ia memenangkan piala Citra lewat tata musik terbaik lewat film Fiksi.

Di kancah internasional pun ia meraih penghargaan sebagai penata musik terbaik untuk film What They Don’t Talk About When They Talk About Love pada The Asia-Pacific Film Festival (APFF) 2013 silam, menyisihkan kompetitor handal Asia lainnya.

Foto Mondo Gascaro dan Zeke Khaseli: mod-o.com, antologikami.wordpress.com.

0 COMMENTS