daniel johnston

Musisi Alternative Ikonis, Daniel Johnston, Meninggal Dunia

  • By: NND
  • Kamis, 12 September 2019
  • 163 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Berita duka hadir dari ranah penyanyi-penulis lagu alternative. Daniel Johnston, musisi cult yang terkenal dengan keunikannya ini telah berpulang akibat penyakit jantung yang ia derita.

Sang mantan manajer, Jeff Tartakov telah mengkonfirmasi kepastian berita duka ini kepada pihak The Austin Chronicle. Diketahui Johnston meninggal dunia pada usia ke-58 akibat serangan jantung.

Sebagai seorang musisi berbakat, ia telah mengantongi sejumlah rekaman dan album yang mayoritas ia rekam sendiri via kaset. Pendekatannya yang simplistik, tulus, dan—tak jarang, jenaka—dalam bermusik telah menjadikannya sebuah sosok yang sangat dihargai dan berpengaruh dalam dunia musik secara luas.

Johnston lahir di Sacramento, California dan tumbuh besar di West Virginia. Bisa dikatakan, Johnston sudah gemar bermusik dari usia dini. Semenjak menapak masuk ke SMA ia sudah mulai membuat lagu sendiri; merekam permainan piano, vokal, dan organ melalui boombox. Musisi kawakan ini sempat menempuh pendidikan di Universitas Kristen Abilene, namun hanya bertahan beberapa minggu. Ia kemudian mendaftar di program seni Kent State University. Kala itulah ia berhasil menelurkan LP pertamanya: Songs of Pain (1980-1981).

Setelah dua tahun menempuh pendidikan seni, ia memutuskan untuk berhenti dan berpindah lagi. Kali ini Texas menjadi tujuannya—kota yang menjadi awal bagi perjuanganya dalam dunia musik. Di sana, ia mulai mengamankan sejumlah fans melalui pembagian kaset-kaset rekaman miliknya sendiri. Kesuksesan lokalnya di Texas berhasil mendaratkannya penampilan di serial The Cutting Edge milik MTV pada tahun 1985.

New York menjadi tujuannya di tahun 1988. Pindah ke the big apple, ia merilis album ke-11-nya, 1990—sebuah album yang di produseri oleh Mark Kramer. Lee Ranaldo dan Steve Shelley dari Sonic Youth pun juga berkontribusi pada rilisan tersebut. Di tahun yang sama pula, Johnston divonis menderita schizophrenia. Selama proses rekaman 1990, kesehatan mentalnya menjadi tidak stabil dan jatuh drastis. Ia sempat dirawat di rumah sakit jiwa usai rampung menggarap aksi panggung dalam sebuah festival musik di Texas pada tahun 1990.

Pada masa-masa itulah sebuah perang antar label terjadi guna memperebutkan Johnston untuk masuk ke dalam roster mereka. Bermuara dari Kurt Cobain yang menggenakan kaos dari album jebolan tahun 1983-nya, Hi, How Are You. Dua sosok label besar yang prominen dalam perang tersebut adalah Elektra dan Atlantic—meski akhirnya Johnston bergabung dengan Atlantic karena menurutnya Metallica, yang merupakan roster dari Elektra, merupakan sebuah band satanik.

Meski akhirnya dilepas dari label tersebut pada tahun 1996—dua tahun setelah merekam album Fun yang digarap bersama Paul Leary di bangku produser—ia tetap bekerja dan berkolaborasi dengan musisi-musisi papan atas. Pada tahun 2004, ia merilis kompilasi The Late Great Daniel Johnston: Discovered Covered, yang hadir merumahi sejumlah rendisi dari karya-karyanya oleh TV on the Radio, Jad Fair, Bright Eyes, Tom Waits, Death Cab for Cutie, Beck, Sparklehorse, dan masih banyak lagi.

Dokumenter tentang Johnston pada tahun 2005 pun meluncur. Digarap oleh Jeff Feuerzieg, dokumenter bertajuk The Devil and Daniel Johnston itu berhasil menyabet sejumlah penghargaan. Pada era inilah ia mulai mendirikan labelnya endiri—Eternal Yip Eye Music. Ia merilis album terakhirnya melalui label ini. Space Ducks: Soundtrack resmi mengudara pada tahun 2012. Tur terakhirnya ia mulai pada bulan Juli tahun 2017, setahun kemudian Kota Austin, Texas menghargainya dengan menamakan 22 Januari sebagai hari “Hi, How Are You”.

Selamat jalan, Daniel Johnston! Karyamu akan terus menginspirasi kami!

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
237 views
superbuzz
210 views
superbuzz
182 views
superbuzz
222 views