Brian Eno

Nama Brian Eno Diabadikan Jadi Nama Asteroid

  • By: NND
  • Sabtu, 29 June 2019
  • 253 Views
  • 3 Likes
  • 0 Shares

Genap lima puluh tahun silam, Apollo 11 berhasil mendarat di bulan; dari sana, manusia dibukakan segudang kesempatan baru untuk menyikapi tata surya. Brian Eno, musisi kawakan dan salah satu pilar musik ambient, juga akan turut berpartisipasi dengan talentanya dalam menyikapi dirgahayu yang monumental ini.

Musisi legendaris asal Inggris ini akan merilis ulang album seminalnya, Apollo: Atmospheres & Soundtracks, usai direstorasi. Tidak hanya itu, ia juga akan memadukannya dengan sebuah LP baru yang bertajuk For All Mankind.

Melihatnya, dunia sains pun seakan tergerak dan memberikan penghormatan kepada sang pionir musik ambient tersebut. Giliran mereka yang sekarang menghargai Brian Eno; selama seminggu ini, ia telah disanjung dengan sejumlah runtutan acara. Puncaknya, Eno diberikan asteroid yang dinamakan dengan namanya sendiri.

Hari senin kemarin, Eno mendatangi salah satu festival sains paling berprestise, Starmus V. Disana, ia dihadiahkan medali Stephan Hawking Medal for Science Communication. Sang pelantur album Here Come the Warm Jets tersebut menerima medali dan penghargaan itu karena telah berkontribusi dalam dunia sains populer. Kala itu, ia juga ditemani beberapa individu hebat yang juga menerima penghargaan serupa; serperti Elon Musik dan Todd Douglas Miller (sutradara film dokumenter baru, Apollo 11)

Namun berita utamanya adalah pemberian nama Asteroid. Semua itu berawal ketika astronot dari institusi riset bernama Marc Buie, melalui kerjasamanya dengan Astronomical Union (Serikat Astronot) dan Minor Planet Centre (Pusat Planet Kecil), menemukan sebuah asteroid baru yang seaslinya bernama “81948 (2000 OM69)” Namun, berkat nama baru, yang adalah nama lengkap Eno, nampaknya nama tersebut akan tetap sama sulitnya ketika dibaca. Nama lengkap Brian Eno adalah "Brian Peter George St John le Baptiste de la Salle Eno", dan itulah nama asteroid baru tersebut sekarang.

Kabar baiknya; untuk mempermudah pengucapan, batu angkasa itu dapat secara bangga disebut "Eno"—sebagaimana kita biasanya mengucapkan nama sang maestro musik itu.

Album remastered Eno, Apollo: Atmospheres & Soundtracks, dan LP terbarunya, For All Mankind, akan resmi dirilis pada tanggal 19 Juli mendatang. Jangan sampai kelewatan kalau kalian ngefans berat sama karya-karya apik beliau, ya!

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
277 views
supericon
3762 views
superbuzz
2558 views
superbuzz
750 views