nama band

Nama-Nama Band Ini Diambil Dari Judul Lagu Band Lain

  • By: NND
  • Kamis, 16 April 2020
  • 5670 Views
  • 3 Likes
  • 2 Shares

Mendengarkan lagu-lagu dari idola musik kita saat masih remaja menjadi salah satu dorongan untuk menangkat instrumen dan mendirikan sebuah band. Itu wajar—banyak dari kita yang memulainya seperti itu; entah untuk band pertama, atau untuk sebuah cover band.

Singkat kata, sebagai inspirasi terbesar, atau atas nilai sejarah, atau bahkan mengenang nilai sentimentalnya, menggunakan judul atau lirik sang idola sebagai nama band sendiri itu sangat masuk akal. Dalam musik, kacang mana yang ingin lupa akan kulitnya? Lagipula, jika band kalian berujung terkenal, ia bisa menjadi jalan pintas untuk collab bersama sang idola, atau bahkan mampu menjadi sebuah ode yang akan selalu diapresiasi. Coba kunjungi ulang musik-musik idola lo, apa lagu mereka yang jadi favorit lo? Mungkin saja nama band lo ada di sana.

Dalam kesempatan ini, SUPERMUSIC telah menyiapkan beberapa nama band kenamaan yang mengambil namanya dari judul atau lirik lagu band lain. Selengkapnya, baca di bawah!

 

***

1. The Story So Far

Resmi berdiri di tahun 2011 silam, adalah sebuah grup pop-punk asal California yang berhasil menelurkan salah satu album debut paling seminal di angkatannya, bertajuk Under Soil and Dirt. Mereka adalah The Story So Far, dan banyak yang tidak tahu bahwa nama mereka itu diambil dari local hero California mereka, New Found Glory.

“The Story So Far” adalah track penutup dari album jebolan tahun 2002 New Found Glory, yakni Sticks And Stones—sebuah album yang juga memuat salah satu hits band kawakan tersebut, seperti “My Friends Over You.” Grup The Story So Far menjadi salah satu nama pop punk yang masuk daftar ini, baca terus unuk grup pop punk lainnya.

2. Slowdive

Lanjut, adalah salah satu nama terbesar dalam jagad musik shoegaze Inggris, yaitu Slowdive. Masuk akal bila dikatakan bahwa Slowdive merupakan influens musik shoegaze kontemporer yang masih relevan hingga sekarang, hal itu dibuktikan dengan karir 30 tahun lebih yang dimulai dari 1989 oleh Rachel Goswell cs. Mereka lahir kembali dekade 2010-an kemarin dengan album Sugar for the Pill pada tahun 2017.

Nama Slowdive sendiri berasal dari legenda post-punk dan goth, Sioxsie and the Banshees. “Slowdive” merupakan lagu grup inggris tersebut yang dirilis pada tahun 1982 melalui album A Kiss in the DreamHouse.

3. All Time Low

Baru-baru ini, tepatnya pada tanggal 3 April 2020 kemarin, pop-punkers All Time Low baru saja meluncurkan album terbaru mereka bertajuk Wake Up, Sunshine. Frontman-nya, Alex Gaskarth, juga terlibat dalam proyek duo kolaborasi bersama Mark Hoppus dari Blink-182. Jadi aman dikatakan bahwa All Time Low kembali mendorong laju pop-punk hingga sekarang.

Namun mengusut namanya, tahukan kalian bahwa, sama seperti The Story So Far, All Time Low juga mengambil namanya dari grup New Found Glory. Alex cs. sangat menyukai lagu “Head On Collision” yang dalam lirikntya, memuat kata-kata “All time low.” Dari sanalah nama tersebut berasal. Dua poin untuk NFG!

4. Death Cab For Cutie

Pencinta musik indie rock pasti sudah tidak asing dengan band yang satu ini, dan percayalah, namanya tidak diambil dari sebuah film horror atau thriller. Grup musik gagasan Ben Gibbard (The Postal Service) yang awalnya dibentuk di tahun 1997 ini terkenal melalui musik-musik mendalam yang mampu mengoyak perasaan, seperti album Transatlanticism mereka di tahun 2003.

Ternyata nama mereka diambil dari lagu berjudul sama kepunyaan sebuah band pop psikadelia dari Inggris bernama The Bonzo Dog Doo-Dah Band. Lagu “Death Cab For Cutie” adalah single besar mereka, mendarat di tahun 1967, bahkan lagu tersebut juga dimuat ke dalam film tur The Beatles, Magical Mystery Tour.

5. Panic! At The Disco

Anak 2000-an pasti sering mendengarkan lagu dari P!ATD, punk-pop/emo yang teatrikal, yang juga dikenal karena karisma sang frontman, Brandon Urie. Sekarang, hanya Brandon seorang yang tersisa dalam formasi band yang berasal dari Las Vegas, Amerika dan dibentuk di tahun 2004 ini.

Nama mereka berasal dari figur emo besar yang berasal dari Orange County, Amerika, yakni Name Taken. Panic! At The Disco diambil dari lagu hits Name Taken bertajuk “Panic!”. Coba tebak lirik pembuka dari lagu yang lahir di tahun 2004 (tahun kelahiran P!ATD) itu? Apa lagi, selain “Panic at the disco”.

6. Man Overboard

Menambah nama band pop-punk di daftar ini, adapula grup Man Overboard asal New Jersey, Amerika yang memulai karirnya di tahun 2008 silam. Kuintet ini sudah mengantongi empat album di dalam diskografinya, yang terakhir adalah Heavy Love di tahun 2015 kemarin. Tentu, para die-hard fans dari trio kawakan Blink-182 sudah tahu dari mana asalnya nama ini.

“Man Overboard” adalah salah satu track Blink-182 yang masuk ke dalam album live trio tersebut, The Mark, Tom, and Travis Show di tahun 2000. Meski merupakan sebuah album live, lagu ini menjadi satu-satunya studio track yang dimuat ke dalamnya. Kecintaan terhadap Blink-182 membuat Man Overboard mendapuknya sebagai nama band mereka. Salut!

7. Rotting Out

Terakhir di daftar kita adalah Rotting Out, outfit hardcore punk Los Angeles, Amerika yang akhirnya reuni dan kembali bermusik bersama di tahun 2018 silam. Sebelumnya, mereka lahir di tahun 2007 setelah beberapa diantara personil Dogpile hengkang dari grup tersebut. Tanggal 10 April 2020 kemarin, Rotting Out merilis album teranyar mereka bertajuk Ronin, yang dibuka oleh single “Unforgiven.”

Nama Rotting out berasal dari band Descendents. Sebagai salah satu pionir pop-punk dan hardcore, Descendents adalah sosok yang besar dalam dunia punk secara luas. Album seminalnya, Everything Sucks, jebol di tahun 1996 dan menjadi salah satu karya paling influensial dalam perkembangan genre tersebut. Track keempat dari album itu adalah sebuah lagu berjudul “Rotting Out”—dari sanalah nama itu berasal.

0 COMMENTS