Navicula: Persembahan Bagi Sembilan Ibu dari Pegunungan Kendeng Lewat Singel ‘Kartini’

  • By: LS
  • Minggu, 24 April 2016
  • 2280 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Kartini dewasa ini tidak hanya dimaknai sebagai nama dari seorang wanita asal Jepara, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Kartini justru menjadi simbol kekuatan perempuan, juga metafora bagi para perempuan pejuang. Nama ini pun digunakan grup rock asal Bali Navicula dalam lagu yang mereka rilis bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Kamis (21/4) lalu. Bertitel “Kartini”, lagu ini mereka persembahkan untuk sembilan perempuan pejuang dari Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah.

“Kami sebagai seorang ibu, harus melestarikan bumi pertiwi ini, supaya tetap lestari,” ujar perempuan petani, dalam video lagu “Kartini” yang Navicula rilis lewat akun Facebook mereka. Video tersebut menggunakan cuplikan gambar yang direkam oleh Sorge Magz dan Watch Doc. Dalam video berdurasi tiga menit ini, kita dapat melihat proses penyemenan kaki para perempuan petani, diiringi lagu “Kartini” dari Navicula.

Bersamaan dengan dirilisnya video musik “Kartini” ini, mereka menjelaskan, “Aksi menyemen kaki adalah penegasan sikap bahwa hadirnya pabrik semen di wilayah pertanian Pegunungan Kendeng sangat merusak sumber kehidupan dan lingkungan”.

Aksi penolakan pabrik semen sendiri sudah dimulai sejak tahun 2005 oleh warga Sukolilo, Pati. Pada tahun 2006, warga mengajukan keberatan dan penolakan atas rencana pendirian pabrik semen kepada Pemerintah Jawa Tengah. Belum ada keberpihakan kepada warga hingga saat ini.

Seperti yang dikutip dari pos mereka, Pegunungan Kendeng merupakan kawasan kars. Terdapat banyak goa dan mata air yang digunakan oleh masyarakat sekitar untuk kepentingan pengairan, pertanian, pariwisata, dan kultural. Adanya pertambangan akan berdampak pada itu semua, menjadi ancaman bencana ekologi, juga ancaman bagi identitas dan budaya asli penduduk sekitar, yaitu masyarakat petani.

Foto: dok. Navicula/Facebook

0 COMMENTS