NOFX Hadirkan Nuansa Kelam Untuk Album Terbarunya

NOFX Hadirkan Nuansa Kelam Untuk Album Terbarunya

  • By:
  • Kamis, 25 March 2021
  • 265 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Setelah beberapa tahun ke belakang hanya merilis single dan album split, NOFX kini kembali merilis album baru untuk melengkapi perjalanan kariernya. Album terbaru berjudul Single Album ini merupakan album penuh ke-14 yang ada di dalam diskografi NOFX. album ini juga jadi penanda jeda album terlama yang dikerjakan oleh NOFX, yaitu 5 tahun setelah album First Ditch Effort yang rilis di tahun 2016. Diketahui bahwa album terbaru dari NOFX ini awalnya akan dirilis dalam format double album. Namun, akibat pandemi virus Corona rencana tersebut pun harus urung terjadi dan akhirnya judul Single Album digunakan sebagai bentuk ironi terhadap gagalnya rencana awal dari konsep album ke-14 dari NOFX.

Diketahui bahwa rencana format double album tersebut awalnya datang karena Fat Mike dan anggota NOFX lainnya memiliki banyak waktu luang selama pembuatannya di tahun 2020. Meskipun begitu, setelah merekam seluruh materi yang dibutuhkan dalam pembuatan format double album, NOFX merasa apa yang mereka rekam hanya sekadar jadi sebuah kumpulan lagu tanpa hal pembeda. Mengingat format double album akan menambah durasi putar dari proyek album terbaru tersebut, Fat Mike selaku pendiri dan pentolan di dalam NOFX menginginkan hal yang berbeda. Namun, setelah mencoba beberapa cara, NOFX pun akhirnya harus sepakat merilis album ke-14 mereka dengan format konvensional.

Fat Mike menyatakan bahwa Single Album ini merupakan salah satu album dengan persona yang cukup grounded dan kelam dalam sejarah NOFX. Kala menjalankan proses produksi Single Album, Fat Mike mengakui bahwa dirinya sedang berada di dalam masalah yang cukup besar. Namun, mengerjakan proyek musik dipilihnya sebagai salah satu sarana untuk menyampingkan pikirannya terhadap masalah tersebut dan memaksa dirinya jadi produktif untuk NOFX. Meskipun terkesan jadi album yang kelam, Fat Mike tidak menyesalkan apa yang terjadi untuk album terbaru dari NOFX tersebut. Menurutnya, album NOFX yang terbaru ini memiliki cerita yang cukup personal dan menarik untuk dibagikan kepada para penikmat albumnya. 

Salah satu lagu yang cukup menceritakan kisah personal Fat Mike di album ke-14 NOFX adalah Birmingham. Lagu tersebut memang didesain oleh Fat Mike sebagai pengingat perjalanan hidupnya. Fat Mike pun menyatakan bahwa lagu tersebut merupakan salah satu lagu favoritnya pada Single Album yang dirinya kerjakan untuk NOFX. Proses finalisasi album ke-14 yang rilis pada akhir Februari ini juga didukung oleh kehadiran Bill Stevenson dan Jason Livermore sebagai produsernya. Beberapa lagu yang masuk ke dalam Single Album merupakan lagu-lagu yang sempat NOFX rilis secara digital sejak tahun 2019 dan 2020 sebagai single, di antaranya adalah Fish in a Gunbarrel, I Love You More Than I Hate Me, dan Doors and Fours. Selain itu, NOFX juga memasukan sebuah lagu interpretasi baru berjudul Linewleum untuk album ke-14nya ini. Lagu tersebut merupakan sebuah sindiran atas karya yang sempat mereka buat dulu, Linoleum di tahun 1994. 

Secara keseluruhan, NOFX juga tetap menghadirkan elemen-elemen komedi di dalam album yang terdengar kelam ini. Konsep tersebut dihadirkan untuk memberi sebuah keselarasan dalam membuat album ini memiliki cerita yang komplit. NOFX merasa bahwa dalam hidup yang penuh masalah, pasti ada saja aspek lucu dan menyenangkan yang melengkapi. Atas dasar itu juga Fat Mike melengkapi Single Album dengan elemen-elemen jenaka. Tidak hanya elemen jenaka, NOFX juga cukup melakukan eksplorasi lagu saat menggarap materi untuk Single Album. Salah satu eksplorasi tersebut hadir untuk lagu berjudul The Big Drag. Untuk pertama kalinya, NOFX membuka album dengan lagu berdurasi hampir 6 menit. Diakui oleh Fat Mike, dirinya tidak memiliki pola atau gambaran apapun yang membatasi proses kreatifnya saat menulis lagu The Big Drag untuk NOFX. Proses yang dialaminya tersebut ternyata cukup membuat Fat Mike dan anggota NOFX lainnya senang dengan arahan musik yang berbeda. Meskipun beberapa penggemar NOFX mengungkapkan bahwa lagu tersebut sulit untuk didengarkan sebagai lagu soundtrack bersenang-senang. Namun hal tersebut tidak mengubah fakta jika Single Album merupakan sebuah entitas baru di dalam tubuh NOFX yang cukup menyenangkan dan fresh.

Dalam melepaskan diri dari kesan kelam yang hadir dari pengerjaan Single Album, di tahun 2020 NOFX pun memilih untuk mengerjakan proyek sambilan setelah proses rekaman album ke-14 tersebut selesai. Proyek sambilan ini melahirkan sebuah album split bersama Frank Turner, berjudul West Coast vs Wessex. Judul album tersebut diambil sebagai sebuah representasi kawasan dari kedua musisi tersebut tinggal. NOFX yang berasal dari kawasan West Coast, Amerika Serikat dan Frank Turner yang berasal dari Wessex, Inggris. Split album ini berisi 10 track yang berisi 5 lagu NOFX yang dibawakan kembali oleh Frank Turner dan sebaliknya. Proyek album split memang bukan jadi hal yang aneh lagi, terutama di skena punk rock. 

Diketahui bahwa rencana album split ini sebenarnya sudah dibicarakan oleh Fat Mike dan Frank Turner sejak beberapa tahun yang lalu. Rencana tersebut harus tenggelam karena kesibukan tur yang dilakukan oleh NOFX, namun pada tahun 2020 akhirnya keduanya kembali membahas proyek album split tersebut. Dalam pembicaraan antara Fat Mike dan Frank Turner, keduanya setuju bukan hanya sekadar melakukan cover saja, tapi juga melakukan interpretasi ulang terhadap karya-karya yang akan direkam. Baik NOFX dan Frank Turner pun sepakat untuk tidak ikut campur dalam proses kreatif yang dilakukan saat perekaman materi album split ini.

Image courtesy of: NOFX

0 COMMENTS