Portal Music

Eddie Van Halen

Obituari: Eddie Van Halen, Maestro Gitar Dunia Berdarah Indonesia

  • By:
  • Selasa, 3 November 2020
  • 1053 Views
  • 2 Likes
  • 5 Shares

Tahun 2020 kembali menghadirkan duka kepada dunia musik rock. Gitaris legendaris dunia, Eddie Van Halen meninggal pada Selasa (6/10/2020) pagi waktu Amerika Serikat atau Rabu (7/10) pagi waktu Indonesia.

Perjuangan berat Eddie Van Halen untuk tetap hidup tiba pada tahun 2000 ketika dirinya didiagnosa mengidap kanker lidah. Ia menyebut kebiasaannya menggigit pick gitar di mulut sebagai penyebab hadirnya kanker lidah yang diderita olehnya.

"Aku menggunakan pick gitar dari logam, terbuat dari kuningan dan tembaga, yang selalu aku letakkan di mulut, tepat di tempat aku terkena kanker lidah. Aku memang merokok, memakai obat-obatan, dan banyak hal lain. Tapi, pada saat yang sama paru-paru bersih. Ini hanya teori ku saja, tapi para dokter mengatakan itu mungkin saja jadi penyebabnya," kata Eddie Van Halen.

Eddie Van Halen sempat menyatakan bebas dari kanker pada 2002, sakit Eddie datang lagi pada 2011 bahkan kali ini sudah menyebar hingga ke tenggorokan. Pada 2019 Eddie Van Halen juga sempat kembali menjalani perawatan di rumah sakit untuk pengobatan kanker lidahnya.

Perjuangan Eddie Van Halen akhirnya menemui akhir. Ia dinyatakan meninggal pada usia 65 tahun di St John's Hospital, Santa Moncia, California. Ucapan belangsungkawa langsung mengalir deras di jagat musik.

Ucapan datang dari rekan-rekan satu angkatannya hingga para junior yang menjadikan Eddie Van Halen idola mereka. Misalnya vokalis Black Sabbath, Ozzy Osbourne, yang mengaku terkejut dengan kabar ini meski ia mengetahui Eddie tengah berjuang melawan penyakitnya.

"Selalu menjadi hari yang menyedihkan ketika seseorang seperti Eddie meninggal dunia. Rasa tidak percaya ini setara saat Michael Jackson meninggal. Sungguh kehilangan yang luar biasa," ujarnya seperti dikutip Rollingstone.com.

Garis Hidup Eddie Van Halen yang Bertaut dengan Darah Indonesia

Ada darah Indonesia mengalir di dalam tubuh Eddie Van Halen. Ayahnya yang merupakan seorang musisi sempat tinggal di Indonesia di akhir pemerintahan kolonial Belanda. Di Indonesia itu ayahnya bertemu dengan Eugenia Van Beers, perempuan blasteran Belanda-Indonesia asal Rangkasbitung, Banten, yang menjadi istrinya.

Keluarga Van Halen kemudian pindah ke Belanda pada 1953. Jalin kasih di antara mereka lantas melahirkan Eddie Van Halen pada 26 Januari 1955 di Amsterdam. Eddie memiliki satu saudara, Alex Van Halen, yang juga lahir di Belanda.

Keluarga mereka bermigrasi dan pindah ke Pasadena, California, Amerika Serikat, pada 1962. Keluarga Eddie pergi ke Amerika Serikat dengan menumpang kapal laut. Dalam perjalanan menuju hidup yang baru ini, Eddie dan Alex sekaligus memulai perjalanan musik mereka.

Keluarga Van Halen membawa serta piano dari rumah mereka, sehingga Eddie dan Alex sudah diajarkan bermain piano oleh ayahnya. Eddie pernah bertutur, dalam perjalanan menuju Amerika Serikat itu ia dan keluarganya bermain musik di atas kapal.

"Kami benar-benar bermain musik di atas kapal saat perjalanan ke sini (Amerika Serikat). Ayah saya berkata, 'kita harus mencari nafkah'. Jadi jika bukan karena musik, kami tidak akan bertahan," kata Eddie Van Halen dalam wawancara bersama Esquire pada 2012, seperti dikutip dari BBC.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Happy Birthday Wolf! I Love You!! @wolfvanhalen #birthday #happybirthday #family #saturday #march #music

A post shared by Eddie Van Halen (@eddievanhalen) on

Gitar yang Membawa Eddie Van Halen Menuju Panggung Musik Dunia

Meski dikenal sebagai salah satu gitaris terbaik di dunia, instrumen musik pertama yang dimainkan oleh Eddie Van Halen ternyata adalah piano. Seperti kisahnya saat berada di atas kapal, Eddie dan Alex sudah diajarkan bermain piano sejak kecil oleh ayahnya.

Eddie mengaku tidak bisa membaca tangga nada atau memahami teori musik, meski dirinya kerap menyaksikan Bach atau Mozart. Kepiawaiannya bermain piano bahkan sempat mengantarkannya menjadi juara kompetisi piano di Long Beach City College.

Kendati begitu, Piano tak cukup menarik perhatian Eddie. Selaras dengan idolanya, The Dave Clark Five, band rock asal Inggris di era 1960-an, Eddie Van Halen mulai belajar bermain drum. Namu, lagi-lagi alat musik ini tidak bertahan lama di genggaman Eddie.

Karena frustasi tidak bisa memainkan lagu Wipe Out dari band The Surfaris, Eddie Van Halen memutuskan bertukar alat musik dengan Alex yang saat itu bermain gitar elektrik. Alex mengaku sering berlatih gitar sambil berjalan-jalan di rumah atau di kamarnya selama berjam-jam dengan pintu terkunci.

Kegemarannya bermain musik membawa Eddie Van Halen dan Alex membentuk band dengan nama The Broken Combs pada 1964. Setelah kerap tampil di berbagai panggung, Eddie dan Alex mengganti nama band mereka menjadi The Trojan Rubber Co.

Tak berselang lama, nama band mereka kembali berubah menjadi Genesis dengan bergabungnya Mark Stone di posisi bass. Lewat band ini, Eddie Van Halen bertemu dengan David Lee Roth yang saat itu sering menyewakan sound system kepada band Eddie ketika akan tampil.

Dari pernyataan Eddie, setiap akhir pekan band-nya menyewa peralatan Roth dengan biaya 35 dolar AS, sementara penghasilan mereka dari bermain band saat itu hanya 50 dolar AS. Atas alasan penghematan, Roth diajak bergabung dengan mengisis posisi vokal.

Pada 1974, Stone digantikan oleh Michael Anthony untuk posisi bass. Tak lama kemudian mereka mengganti nama band menjadi Mammoth karena nama Genesis ternyata sudah digunakan oleh band lain. Di tahun yang sama, band ini kembali berganti nama menjadi Van Halen.

Lewat nama band ini, Eddie Van Halen meraih sukses besar. Van Halen tercatat melahirkan 12 album studio, 2 album konser, 2 album kompilasi, dan 56 single. Menurut The Guardian, album Van Halen sukses terjual lebih dari 80 juta kopi di seluruh dunia.

Kemampuan Eddie Van Halen sendiri sangat diakui dunia sebagai seorang musisi dan gitaris. Pada 2020, majalah Rolling Stone dan Guitar World menobatkan Eddie Van Halen ke dalam daftar 100 gitaris terbesar sepanjang masa.

0 COMMENTS