“Paddling”, Single Baru dari Squid dengan Nuansa Industrial

“Paddling”, Single Baru dari Squid dengan Nuansa Industrial

  • By:
  • Sabtu, 17 April 2021
  • 32 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan musik post-punk di kawasan Inggris Raya hingga saat ini masih cukup memiliki peran yang signifikan. Padahal genre tersebut sudah hadir dan berkembang dari beberapa dekade lalu. Peran yang signifikan tersebut rasanya juga jadi salah satu acuan bagi para kelompok musisi pendatang baru untuk tetap menjaga evolusi dari post-punk terus berkelanjutan. Setidaknya di kawasan mereka sendiri. Maka tidak dapat dipungkiri kehadiran band seperti Squid cukup membawa hembusan nafas segar bagi skena post-punk di kawasan Inggris saat ini.

Band yang terbentuk pada tahun 2017 ini masih tetap menjadikan genre post-punk sebagai landasan bermusik mereka. Meskipun ada banyak eksplorasi yang Squid sematkan pada karya-karyanya, termasuk single terbaru mereka di tahun 2021 ini berjudul Paddling. Dirilis secara eksklusif melalui BBC Radio 1 untuk pertama kalinya pada 16 Maret lalu, lagu terbaru dari Squid ini merupakan single kedua yang dipersiapkan dalam menyambut album debut mereka di bulan Mei mendatang. 

Secara mendasar, aransemen yang dibuat oleh Squid untuk lagu Paddling ini tetap berhasil terdengar khas layaknya sebuah musik post-punk pada umumnya. Meskipun begitu, Squid juga menghadirkan elemen musik elektronik, seperti penggunaan loop dan synthesizer dengan irama konstan. Kedua elemen musik elektronik tersebut membuat single baru dari Squid ini terkesan memiliki nuansa musik industrial yang dianggap oleh banyak penikmat musik sebagai musik hipnotis. Squid mengakui bahwa irama dan nuansa yang mereka garap mengambil inspirasi dari buku milik Kenneth Grahame, The Wind In The Willows. Buku itu dikenal memiliki ritme yang sporadis dan cukup bermain dengan waktu sehingga membuat orang yang membaca buku tersebut sadar akan konsep waktu yang membuat manusia berkembang dengan sendirinya. Konsep tersebut diaplikasikan oleh Squid dengan tema yang lebih humanis.

Paddling karya Squid mencoba untuk mengangkat dua perspektif yang cukup berkaitan dengan kehidupan manusia modern, yaitu tentang kebahagiaan yang semu serta gaya hidup konsumerisme. Tema tersebut merupakan sebagian dari tema yang personal yang diangkat oleh Squid dalam merilis album perdananya nanti. Squid menginginkan tema personal agar dapat lebih mudah memaknai permainan dan penggarapan musiknya sendiri, sehingga tidak meninggalkan kesan menyenangkan untuk menyelesaikan proyek album tersebut. Tema-tema personal yang mewakili lagu-lagu di dalam album tersebut diakui oleh Ollie Judge, vokalis dan pemain drum untuk Squid datang dari berbagai hal yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Dalam proses produksinya, Squid dibantu oleh Dan Carey sebagai produser untuk album debut perdananya nanti yang berjudul Bright Green Field

Sebagai musisi pendatang baru di ranah independen, Squid juga mengakui cukup senang menjadi bagian yang aktif di tahun 2021 ini. Hal tersebut didasari oleh pengamatan mereka terhadap tren musik yang ada di Inggris Raya sejak awal tahun ini. Squid menyadari bahwa karya musik yang berasal dari skena independen cukup mulai mewarnai tren di tangga lagu Inggris Raya. Dengan baru saja merilis single terbaru dan akan melempar album perdana mereka ke pasaran pada bulan Mei mendatang, Squid pun tidak sabar untuk menjadi bagian dalam tren tersebut demi meningkatkan potensi musik independen yang sempat terhambat perkembangannya akibat pandemi virus Corona di tahun 2020 lalu. Untuk itu juga, Squid pun akan ikut serta menjadi bagian inisiasi baru yang lahir di Record Store Day 2021. Acara tahunan yang akan digelar pada bulan Juni dan Juli di Inggris ini nantinya akan mengajak beberapa musisi untuk merekam permainan live mereka dalam format piringan hitam. Saat ini, Squid telah berhasil merekam dua buah track secara live pada awal April di Metropolis Studio, London.

Image courtesy of Holly Whitaker/Instagram Squidband

 

0 COMMENTS