Party Smasher Inc: Lebih dari Sekadar Label Rekaman Garapan Ben Weinman

Party Smasher Inc: Lebih dari Sekadar Label Rekaman Garapan Ben Weinman

  • By:
  • Minggu, 18 April 2021
  • 50 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Latar belakang pendidikan bisnis dimanfaat betul oleh Ben Weinman dalam perjalanan karier bermusiknya. Mantan personel band metalcore bernama The Dillinger Escape Plan itu mendirikan sebuah label rekaman independen dengan bendera Party Smasher Inc.

Ketika Ben Weinman aktif bermusik dengan Dillinger Escape Plan pada 1997, ia terdaftar sebagai salah satu mahasiswa di bidang bisnis dan saat itu bekerja sebagai desainer dan programmer di perusahaan teknologi internet bernama Logical Design Solutions. Rekan kerjanya tidak tahu bahwa Ben Weinman bergabung dalam band cadas.

Memilih untuk fokus bermusik, karier Ben Weinman bersama Dillinger Escape Plan berjalan cukup lancar hingga akhirnya merilis album debut bertajuk Calculating Infinity pada 1999, kemudian disusul album kedua Miss Machine pada 2004 dan Ire Works pada 2007.

Setelah merilis album ketiga, Dillinger Escape Plan memutuskan hengkang dari naungan label indie Relapse Records pada 2009. Mereka disebut tidak puas dengan industri musik dan media musik, juga memutuskan untuk membuat label rekaman sendiri untuk merilis album studio keempat mereka.

Kepada Kerran, Ben Weinman menjelaskan bahwa keputusan untuk keluar dari label rekaman didasari keinginan untuk lebih bebas berkarya dan berkembang. Oleh karena itu, diputuskan untuk membentuk label rekaman sendiri yang nantinya dikenal dengan nama Party Smasher Inc.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Party Smasher Inc (@partysmasherinc)

"Hal terpenting bagi kami adalah terus berkembang dan berubah. Kami tidak ingin terjebak dalam kontrak jangka panjang yang tidak akan lagi relevan dalam beberapa tahun mendatang, atau bahkan mungkin besok," kata Ben Weinman.

"Jadi, berdasarkan keputusan yang diambil dari setengah kebutuhan, setengah lagi dari pilihan, kami memutuskan untuk melakukan rekaman sendiri. Bagian tersulit dari membuat label rekaman sendiri adalah mencari tahu apakah kami akan mengorbankan sisi kreatif karena begitu sibuk dengan bisnis. Ini menjadi tantangan buat kami dan kami akan berusaha untuk memikirkan jalan keluarnya," jelasnya kala itu.

Lantas, tepat pada 2009 Ben Weinman resmi memperkenalkan label Party Smasher Inc. Rilisan awal dari label rekaman ini adalah album studio keempat milik Dillinger Escape Plan bertajuk Option Paralysis. Tidak sendirian, Party Smasher Inc bekerja sama dengan label Season of Mist dalam merilis album keempat Dillinger Escape Plan itu.

Dengan semangat did it yourself (DIY), rilisan kedua Party Smasher Inc masih merupakan karya Dillinger Escape Plan yaitu album kelima mereka bertajuk One of Us Is The Killer. Sama seperti album sebelumnya, Party Smasher Inc bekerja sama dengan beberapa label di berbagai negara macam Bertelsmann Music Group (BMG) di Eropa, Grind House (Jepang), Remote Control (Australia), dan Sumerian Records (Amerika Utara).

Kemudian untuk rilisan ketiga Party Smasher Inc merupakan kumpulan single bertajuk Happiness Is a Smile yang dilepas hanya dalam bentuk vinyl 7 inci dan kaset. Ketika label dan band bisa berjalan beriringan, Dillinger Escape Plan memutuskan bubar setelah merilis album terakhir bertajuk Dissociation melalui Party Smasher Inc yang bekerja sama dengan Cooking Vinyl.

Kini, beberapa band bernaung di bawah bendera Party Smasher Inc seperti band hardcore asal Swedia, Godmother, ada pula solois wanita asal Selandia Baru, Kimbra, lalu ada No Machine, Seven Suns, hingga Giraffe Tongue Orchestra.

Untuk memperluas cakupan distribusinya, Ben Weinman berhasil membawa Party Smasher Inc mengikat kerja sama dengan label rekaman asal Inggris, Cooking Vinyl, pada 2016.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Oleg Rooz (@olegrooz)

Selain untuk menaungi artis dan band, Ben Weinman punya ambisi lain di Party Smasher Inc. Ia menjadikan Party Smasher Inc sebagai wadah kreativitas bagi para pelaku seni baik itu musisi dengan musiknya atau pekerja seni lain seperti art visual macam Oleg Rooz.

Oleh karena itu, Ben Weinman membangumn situs Party Smasher Inc, www.partysmasherinc.com, sebagai wadah untuk menyimpan arsip-arsip seni dan wawancara bersama tokoh-tokoh kreatif seperti Shane Embury dari Napalm Death, Mike Patton, Rolo Tomassi, pentolan Converge Kurt Ballou dan Baroness serta pelukis John Baizley. Situs ini juga menampilkan kontribusi dari berbagai musisi, produser, dan pakar teknologi.

Ini adalah tempat untuk memasang artikel dari teman-teman saya yang melakukan sesuatu secara berbeda dan berkata, 'Beginilah cara kami melakukannya,' "kata Ben. “Ini tidak selalu merupakan hal yang dilakukan sendiri, itu lebih seperti decide-it-yourself. Satu hal yang sangat ingin saya lakukan adalah menginspirasi orang untuk melakukan apa pun yang mereka lakukan untuk alasan yang benar,” ujar Ben Weinman kepada Louder Sound.

Tanpa dukungan finansial yang besar dan "cuma" mengandalkan bantuan dari teman-teman seniman untuk mengisi konten, situs Party Smasher Inc beroperasi dengan cukup baik. Tujuan Ben Weinman untuk membangun komunitas pun bisa berjalan dengan lancar hingga detik ini.

"Pada awal merilis situs ini, kami membuat cuitan di Twitter kepada orang-orang untuk memeriksa situs kami dan di hari pertama kami mendapatkan 100 ribu orang yang melihat. Dalam dua minggu pertama, ada lima tatto Party Smasher Inc yang muncul di Instagram dari orang yang bahkan tidak saya kenal," kenang Ben Weinman.

Sekarang, Party Smasher Inc beroperasi bukan hanya sebagai label rekaman yang mengurusi soal rekaman dan segala macam urusan band dan artis. Lebih dari itu, Party Smasher Inc telah menjadi wadah kreativitas yang melingkupi berbagai pekerja seni.

Image source: Instagram/Ben Weinman

0 COMMENTS