peggy gou

Peggy Gou, Ikon Hype Lantai Dansa Masa Kini

  • By: NND
  • Rabu, 11 December 2019
  • 1908 Views
  • 12 Likes
  • 10 Shares

Pernah dengar nama Peggy Gou? Dia adalah perempuan berusia 28 tahun dari Korea Selatan, dan, salah satu DJ paling terlaris di jagad musik dansa internasional beberapa tahun belakangan. Set-nya terkenal karena “tak terduga” dan sajian musik groovy­, berderet dari deep house, techno yang bouncy, sampai acid house mengawang.

Intinya, ia mengerti mereka yang datang dan ingin joget, dan selalu berhasil membuat semuanya berjoget. Tidak aneh, karena sebelum menjadi DJ, Gou adalah seorang raver kelas kakap. It takes on to know one, bukan begitu?

Semenjak mendarat di Berlin, Gou mulai merintis karirnya sebagai DJ dengan cepat dan telah menjadi mega-bintang lantai dansa. Dulu, ia menghabiskan setiap weekend di Berghain—klab “nomor satu” Jerman dengan segudang kisah (coba telusur sendiri, ya!).

Sumber foto

Ia datang bukan untuk bermain DJ, tapi datang sebagai pengunjung. Musik-musik yang ia dengar di sana kemudian membantu membentuk seleranya sebagai seorang DJ.

Semenjak mengokohkan karirnya dengan rilisan debut di tahun 2016 silam, Gou sudah berjalan cukup jauh. Ia telah memiliki label rekamannya sendiri, punya sebuah label fesyen yang didukung oleh Virgil Abloh, jumlah followers besar, di media sosial dan lantai dansa. Tidak hanya itu, iapun memiliki mini-festival sendiri di London, Pleasure Gardens.

Semua kesibukan ini ia jalankan tanpa bantuan manajer, hanya orang-orang terdekatnya saja. Alasannya? Ia suka memegang kendali.

Tumbuh dewasa, Gou kecil menyukai K-pop, tapi perjalanan musiknya baru dimulai saat ia pindah ke Britania Raya demi studi saat masih berusia 14 tahun. Di sana, ia tinggal bersama orang tua asuh, tapi sudah mulai membelot.

Tak jarang, ia berbohong dan pulang malam agar bisa pergi berpesta. Di usia ke-18 tahun, ia melanjutkan studi ke London College of Fashion, dan menghabiskan akhir pekan berpesta di klab malam setempat.

Saat promotor dari klab malam Cirque Le Soir mendapati fotonya di balik deck via Facebook, mereka menawarkan Peggy untuk tampil. Hal tersebut berujung dengan residensi di Book Club, London Timur.

Waktu senggangnya ia gunakan untuk belajar producing menggunakan Ableton. Selepas studinya berakhir, ia angkat koper dan menetap di Berlin.

“Beginilah hidup saya di Berlin: Bekerja di record store, menggarap musik saya di rumah, lalu (pergi ke) Berghain tiap minggu,” ungkapnya kepada The Guardian.

Tiba tahun 2016, ia mulai merilis sederet EP yang mengemas berbagai musik house apik. Pada 2018, melalui Once EP yang berisikan trek “It Makes You Forget (Itgehane)”, namanya semakin mendunia. Semenjak itu, karirnya lepas landas dan meroket hingga menjadi DJ kenamaan.

Sekarang, Gou bebas menempuh pilihan yang ia inginkan. Wajar, ia punya label sendiri bernama Gudu Records. Bersama label lain, ia merasa terbatasi dan ia tidak menginginkan hal tersebut.

Peggy menginginkan merilis musiknya dengan caranya sendiri. Gudu Records memastikan hal itu. Label musiknya semakin berkembang hingga sekarang, ia sudah mulai menaungi musisi-musisi lain dengan fokus kepada musisi-musisi asia dan perempuan.

Coba dengarkan nomor jagoan Peggy Gou, di bawah ini:

Feature photo: sumber

1 COMMENTS
  • cimoloriginal@gmail.com

    Huft