John Lennon

Pembunuh John Lennon Minta Maaf kepada Yoko Ono

  • By:
  • Rabu, 7 October 2020
  • 913 Views
  • 1 Likes
  • 1 Shares

Pembunuh John Lennon, Mark David Chapman, meminta maaf kepada istri mendiang dari pentolan band The Beatles. Chapman membunuh Lennon pada Desember 1980 dengan cara menembak Lennon sebanyak empat kali.

Peristiwa itu terjadi di luar apartemen yang ditinggali oleh John Lennon dan istirnya, Yoko Ono, di kawasan Manhattan, New York, Amerika Serikat. Ono berada di sisi Lennon ketika musisi asal Inggris itu meregang nyawa.

Setelah hampir 40 tahun lamanya peristiwa itu terjadi, Champan meminta maaf kepada Ono atas tindakannya. Permintaan maaf itu disampaikan setelah Champan menjalani sidang pembebasan bersayarat yang digelar 19 Agustus 2020.

Selama persidangan berlangsung, Chapman mengatakan dia pantas mendapat hukuman mati. Dia mengaku membunuh John Lennon mendapat kejayaan dan terkenal. Dia mengaku terus memikirkan tindakan tercela tersebut.

Pada akhirnya sidang pembebasan bersyarat Chapman kembali ditolak, itu menjadi kali ke-11 pria yang kini berusia 65 tahun tersebut mendapat penolakan dari hakim.

"Saya hanya ingin menegaskan bahwa saya minta maaf atas kejahatan yang saya lakukan," kata Chapman seperti dilansir dari NME.

"Saya tidak punya alasan. Ini untuk kemuliaan diri. Saya pikir itu adalah kejahatan terburuk yang mungkin terjadi karena dilakukan kepada seseorang yang tak bersalah," tuturnya.

"Dia luar biasa terkenal. Saya tidak membunuhnya karena karakternya atau sifatnya sebagai manusia. Dia adalah pria yang mencintai keluarga. Dia adalah seorang ikon. Dia adalah seseorang yang mengutarakan hal-hal yang kini bisa kita bicarakan dan itu hebat."

Dalam pernyataan itu pula Champan menyampaikan permintaan maafnya kepada Ono. Chapman mengaku menyesal karena telah memberikan luka mendalam kepada Ono atas kepergian sang suami 40 tahun silam.

"Saya ingin menambahkan dan menekankan itu. Tindakan tersebut luar biasa egois. Saya mohon maaf atas rasa sakit yang saya timbulkan kepadanya [Ono]. Saya memikirkannya sepanjang waktu."

Pada 2015, Yoko Ono yang selalu menentang pembebasan Chapman mengatakan kepada The Daily Beast bahwa dirinya sangat khawatir jika Chapman dibebaskan.

"Satu hal yang saya pikirkan adalah dia pernah melakukannya, dia bisa melakukannya lagi kepada orang lain. Bisa saja saya, bisa saja Sean [putranya], bisa siapa saja. Jadi itulah kekhawatiran saya," ujar Ono.

Dokumen persidangan yang diperoleh kantor berita the Press Association, menunjukkan dewan pembebasan bersyarat menolak pembebasan Chapman dengan alasan tindakan itu "bakal tidak klop dengan kenyamanan masyarakat". Dengan penolakan permohonan pembebasan bersyarat ini, Mark Chapman harus kembali menjalani hukuman penjara selama 2 tahun.

John Lennon Dibunuh Usai Memberi Tanda Tangan

Pembunuhan kepada John Lennon terjadi setelah penyanyi kelahiran 9 Oktober 1940 itu memberikan tanda tangan di album Double Fantasy kepada Chapman pada sore hari.

Setelah John Lennon dan Ono pulang ke apartemennya, Chapman menembak Lennon sebanyak empat kali dari jarak dekat. Lennon sempat dilarikan ke Rumah Sakit Roosevelt, sebelum dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11:00 malam.

Jenazah John Lennon dikremasi di Pemakaman Ferncliff, New York. Ono menyebarkan abu John Lennon di Central Park New York, di mana tugu Strawberry Field's dibangun.

Berminggu-minggu setelah pembunuhan John Lennon, dunia menunjukkan rasa berkabung mereka atas kepergian sang legenda yang dibuktikan dengan lagu-lagu seperti (Just Like) Starting Over dan Double Fantasy menduduki puncak tangga lagu di Inggris dan Amerika Serikat.

Duka publik semakin dibuktikan dengan munculnya lagu 'Imagine' yang mencapai nomor satu di puncak lagu Inggris pada Januari 1981 dan lagu 'Happy Xmas' di urutan kedua.

Sepak Terjang John Lennon di Dunia Musik

John Lennon dikenal setelah mendirikan band rock The Beatles pada 1956. John Lennon dan The Beatles merilis album pertama mereka pada 1963 bertajuk Please Please Me.

Lennon lantas memulai karier solo pada 1970 dan menelurkan album pertama solonya bertajuk John Lennon/Plastic Ono Band. Pada kariernya solonya, Lennon mendapat banyak kritik.

Terlepas dari banyaknya kritik yang didapatka, John Lennon tetap melanjutkan karier musik solonya dengan mengeluarkan album kedua 'Imagine' pada 1971.

John Lennon sempat vakum dari dunia musik pada setelah kelahiran anaknya Sean pada 9 Oktober 1975. John Lennon memilih untuk fokus menjadi ayah dan menemani pertumbuhan Sean. John Lennon secara resmi mengumumkan dirinya vakum dari dunia musik di Tokyo pada 1977.

Selama masa istirahatnya dari dunia musik, John Lennon tetap aktif berkarya dengan menggambar dan membuat buku. Karier solonya kemudian berlanjut pada 1980 dengan menciptakan single '(Just Like) Starting Over' dan merilis lagu 'Double Fantasy'.

Lennon Telah Tiada, namun Peninggalannya Abadi

Sejarawan musik Schinder dan Schwartz menulis bahwa The Beatles telah memberi warna baru dalam dunia musik dunia pada era 1950-1960. Beatles juga disebut sebagai pembuka gerbang bagi musik rock and roll di permusikan Inggris.

Liam Gallagher dan band miliknya, Oasis, dan juga banyak band di dunia menyebut Beatles dan John Lennon sebagai sosok yang menginspirasi mereka. Pada 1999, Gallagher menamai anak pertamanya dengan Lennon Gallagher sebagai bentuk penghormatan kepada John Lennon.

Pada 1997, Yoko Ono dan BMI Foundation membuat sebuah audisi untuk penulis musik kontemporer sebagai penghormatan atas peninggalan dan kreativitas bermusik Lennon. Dana lebih dari 400 ribu dolar AS diberikan kepada BMI Foundation John Lennon Scholarship untuk musisi berbakat di Amerika Serikat.

Penghormatan untuk John Lennon terus mengalir setelah di 2002 bandara yang berada di kota kelahiran Lennon dibuah menjadi Liverpool John Lennon Airport. Kemudian pada ulang tahun Lennon ke-70 di 2010, Cynthia dan Julian Lennon meresmikan monumen John Lennon Peace Monument di Chavasse Park, Liverpool.

0 COMMENTS