Pengalaman Royal Blood Diproduseri Frontman Queens Of The Stone Age

Pengalaman Royal Blood Diproduseri Frontman Queens Of The Stone Age

  • By:
  • Sabtu, 8 May 2021
  • 92 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Pengalaman berharga dan langka didapatkan oleh duo rock asal Inggris, Royal Blood. Grup musik yang kini digawangi oleh Mike Kerr dan Ben Thatcher itu bekerja sama dengan frontman Queens Of The Stone Age, Josh Homme.

Akan tetapi Josh Homme tidak akan mengisi suara atau berkolaborasi dengan Royal Blood, tetapi sosok berusia 47 tahun tersebut bertindak sebagai produser dalam lagu baru yang akan dirilis Royal Blood berjudul Boilermaker.

Kepada NME, Royal Blood bercerita tentang pengalaman mereka diproduseri oleh vokalis Queens Of The Stone Age. Menurut mereka, Josh Homme merupakan sosok yang cocok untuk proyek musik yang sedang mereka garap. Hubungan baik dengan Josh sendiri terjalin setelah Royal Blood beberapa kali menjalani tur bersama Queen Of The Stone Age.

“Setelah melakukan tur secara ekstensif dengan Queens Of The Stone Age, kami menjadi sangat berteman baik dengan mereka dan saya cukup beruntung untuk tampil di [proyek sampingan Homme 2019]‘The Desert Sessions Vol 11/12',” kata vokalis Mike Kerr kepada NME.

“Berpartisipasi dalam hal itu, saya mendapat pengalaman bekerja dengan Josh pada tingkat kreatif dan melihatnya masuk dan keluar dari menjadi produser. Saya sangat terpesona dengan cara dia menangani orang dan menginspirasi mereka. Bekerja dengan Josh terasa seperti perkembangan yang sangat alami. Itu adalah sesuatu yang selalu ingin kami lakukan," jelas sang punggawa Royal Blood itu.

Selain kiprah gemilang bersama Queen Of The Stone Age, Josh Homme memang punya jejak ciamik sebagai seorang produser. Salah satu portofolio Josh di dapur rekaman adalah memproduseri album Arctic Monkeys, Humbug, hingga album Iggy Pop pada 2016 bertajuk Post Pop Depression.

Dengan curriculum vitae mentereng macam itu tak mengherankan jika Royal Blood sangat girang bisa mendapat sentuhan dan masukan dari Josh. Terlebih lagu Boilmaker ini akan masuk sebagai salah satu nomor di album ketiga mereka yang akan diberi tajuk Typhoons.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Royal Blood (@royalblooduk)

Pengumuman akan hadirnya album baru ini diberikan Royal Blood pada Januari lalu sekaligus merilis lagu anyar dengan judul yang sama seperti album mereka nanti. Kerr menggambarkan Typhoons sebagai lagu yang mengisahkan tentang seseorang yang tersesat di dalam idenya sendiri.

"Saya pikir 'Typhoons' membuatnya sangat jelas bahwa ketika sebuah pemikiran atau ide mengambil alih, Anda tersesat di dalamnya. Rasanya seperti itu bisa berlangsung selamanya, tapi ini juga tentang mengetahui bahwa itu tidak bisa berlangsung selamanya. Itu tidak permanen - tidak mungkin," ujar sang personel Royal Blood.

"Saya pikir itu hanya bagian dari menjadi manusia. Saya pikir setiap orang bisa tersesat dalam pikiran mereka sendiri, dan mereka dapat memiliki mantra gelap dalam pikiran mereka sendiri. Saya pernah mengalaminya, Anda pernah mengalaminya, kita semua pernah mengalaminya. Saya ingin menulis lagu yang mengenali mereka, tetapi juga membangkitkan semangat dan memberdayakan - mengetahui bahwa jika Anda melaluinya, itu akan berakhir pada suatu saat. Hal ini akan berlalu," jelasnya.

Typhoons menjadi single kedua yang dirilis menuju album baru, sebelumnya Royal Blood melepas singel Trouble's Coming pada September 2020. Seiring dengan munculnya lagu Boilmaker, Royal Blood resmi merilis album ketiga mereka pada 30 April 2021.

Royal Blood mengungkapkan bahwa mereka memang tertarik untuk mendapatkan masukan dari Josh Homme di awal proses rekaman album ketiga daripada menunggu sampai album selesai. 

“Seperti setiap produser hebat, dia adalah cerminan yang hebat. Kritik dia datang dengan komentar juga. Kami selalu sangat terlibat dalam produksi rekaman kami, tetapi dia tidak meragukan kemampuan kami, tetapi dia hanya berkata, ‘Pernahkah Anda memikirkan hal ini?’ Dia seperti mesin pemberi saran," ujar Royal Blood.

“Sebelumnya, sesi rekaman sangat serius. Ketika memerhatikannya, dia seperti bocah besar yang bersenang-senang. Dia selalu bertanya 'Bagaimana jika?' Dia sangat kreatif. Tiba-tiba, saat kami merekam rekaman kami sendiri, kami seperti, 'Ini hanya mainan bodoh! Tak satu pun dari omong kosong ini penting. Berkreasilah sesuka kalian'," jelas mereka.

Dengan 'Boilermaker' menjadi apa yang Royal Blood gambarkan sebagai "granat asap di tengah-tengah rekaman" dan "ide dadakan yang nyata", waktu band dengan Homme berubah menjadi momen yang sangat penting.

"Josh dan saya berdiskusi tentang, 'Mengapa harus repot-repot? Mengapa bahkan membuat album? Apa yang ingin Anda katakan?’. Saya pikir saya pergi dengan banyak pertanyaan yang belum terjawab, tetapi jawabannya adalah rekaman yang kami lakukan sekarang,” kata Kerr.

“Dan suatu malam saya berkata kepadanya bahwa sebuah rekaman seharusnya membuat kita menjadi orang yang lebih baik pada akhirnya, atau setidaknya bisa seperti itu. Dia tidak mengatakan apa-apa, dia hanya melihat ke bawah dan menyemangati saya," pungkasnya.

0 COMMENTS