Green Day

Pengaruh Green Day bagi Musikalitas Mark Hoppus

  • By:
  • Rabu, 18 November 2020
  • 236 Views
  • 2 Likes
  • 1 Shares

Bukan jadi rahasia lagi, jika pengalaman bermusik yang dimiliki Green Day saat ini memiliki pengaruh yang cukup besar kepada para musisi serta kelompok musik lainnya yang berada di jalur skena punk rock. Baik band yang masih terbilang baru ataupun band yang sudah malang melintang dan berkualitas pernah mengakui bahwa kehadiran Green Day memberi pengaruh kepada perkembangan perjalanan karier mereka sebagai musisi. Salah satunya adalah Blink 182. 

Blink 182 adalah salah satu band punk rock asal Amerika Serikat dengan pengalaman yang terbilang veteran. Namun baru-baru ini sang pendiri sekaligus pemain bass dan vokalis di tubuh Blink 182, Mark Hoppus mengemukakan bahwa Green Day cukup memengaruhi proses kreatif mereka dalam bermusik. Pengaruh tersebut hadir dalam bentuk lagu What’s My Age Again yang tergabung dalam album ketiganya, Enema of the State di tahun 1999. 

Di episode terbaru podcast garapan Chris DeMakes, Less Than Jake's, Mark Hoppus menyatakan bahwa inspirasi dasar terciptanya lagu tersebut berasal dari salah satu lagu milik Green Day berjudul J.A.R. yang digunakan sebagai salah satu soundtrack untuk film Angus di tahun 1995. Lagu tersebut identik dengan intro bass yang cukup kental dan menarik saat didengar. Tertarik dengan keunikan dari lagu Green Day tersebut, Mark Hoppus mencoba untuk belajar memainkannya dengan menggunakan gitar. Namun dirinya mengakui bahwa percobaan permainan gitar mengikuti lagu Green Day tersebut dilakukan secara asal-asalan. Namun, dirinya cukup tertarik dengan hasil akhirnya. Dengan dasar dari lagu milik Green Day yang dimainkan secara tidak sesuai tersebut, Mark Hoppus malah berhasil menemukan riff gitar yang menarik hingga akhirnya digunakan untuk lagu What’s My Age Again.

Cerita tentang Mark Hoppus terkait Green Day tidak berhenti di situ. Pentolan Blink 182 tersebut juga menceritakan tentang pengalaman memalukannya bersama vokalis Green Day, Billie Joe Armstrong. Pengalaman tersebut terjadi di saat Blink 182 sedang melakukan tur bersama Green Day. Di malam konser perdananya bersama Green Day, Mark Hoppus sedang mencoba untuk membangun suasana menyenangkan di ruangan Green Day. Sebagai seorang fans, Mark Hoppus menceritakan kepada Billie Joe Armstrong bagaimana dirinya sangat suka dengan lagu J.A.R. dan menjelaskan betapa lagu tersebut cukup punya pengaruh besar bagi dirinya dan bandnya kala itu. Tanpa disadari, Mark Hoppus tidak mengetahui bahwa lagu tersebut ditulis oleh Mike Dirnt, pemain bass di dalam tubuh Green Day dan Billie Joe Armstrong menyatakan bahwa lagu tersebut merupakan satu-satunya lagu yang ditulis oleh Mike Dirnt untuk Green Day kala itu. Mencoba untuk menepis rasa malu atas ketidak tahuannya, Mark Hoppus menambahkan bahwa dirinya menyukai semua lagu Green Day kala itu.

Sekilas tentang latar belakang lagu J.A.R., lagu tersebut sebetulnya sempat menjadi salah satu nomor yang akan mengisi komposisi album Dookie milik Green Day di tahun 1994. Namun mereka memilih untuk tidak memasukkannya ke dalam album tersebut dan baru dirilis di tahun berikutnya, yakni pada tahun 1995 yang masuk ke dalam album kompilasi unreleased tracks untuk album Dookie. Selang beberapa lama lagu ini juga digunakan sebagai salah satu nomor pengisi untuk Soundtrack film Angus. J.A.R. merupakan singkatan dari “Jason Andrew Relva”. Singkatan tersebut mengacu pada nama sahabat kecil Mike Dirnt yang meninggal pada umur 19 tahun akibat kecelakan mobil. Sang pemain bass di tubuh Green Day tersebut menulis lagu ini sebagai bentuk penghormatannya atas kepergian temannya tersebut. Lagu yang ditulis Mike Dirnt tersebut berhasil menduduki puncak chart lagu Billboard dalam kategori modern rock selama 16 pekan. Lagu ini juga kembali dirilis ulang untuk mengisi album kompilasi greatest hits milik Green Day berjudul International Superhits! yang rilis di tahun 2001. 

Tidak dapat dipungkiri, jika kesuksesan internasional yang dirasakan oleh Green Day hingga saat ini berasal dari album ketiganya yang berjudul Dookie tersebut. Dookie juga jadi album pertama untuk Green Day setelah mereka bekerja sama untuk label rekaman major, Reprise Records. Green Day memulai pengerjaan album ini di akhir tahun 1993 dan rilis di bulan Februari tahun 1994. Billie Joe Armstrong menjadi kreator di balik hampir seluruh penulisan lagu untuk album ketiga Green Day ini. Menurut Billie Joe Armstrong, Dookie merupakan sebuah album yang menceritakan tentang pengalaman pribadinya dalam menghadapi masa-masa Green Day yang mulai tenar. 


Secara keseluruhan, album ketiga Green Day ini berbicara tentang rasa kebosanan, kekhawatiran, hubungan percintaan, dan juga problematika kehidupan seksual yang dialami Billie Joe Armstrong. Basket Case dan Welcome to Paradise merupakan dua dari lima single yang berhasil membawa album Dookie mencapai kesuksesannya kala itu. Salah satu pencapaian yang Green Day rasakan dari album Dookie adalah menjadi pemenang dalam ajang Grammy Awards tahun 1995 untuk kategori album alternatif terbaik. Ketenaran yang diraih Green Day secara mainstream juga membuat album ini dianggap sebagai salah satu langkah yang membawa skena punk rock lebih dapat diterima oleh berbagai kalangan masyarakat. Hingga saat ini, album Dookie menjadi salah satu album Green Day dengan penjualan tertinggi. Tercatat album ketiga Green Day ini berhasil mencapai angka penjualan sebanyak 20 juta keping. Album yang diproduseri oleh Rob Cavallo ini juga kerap masuk ke dalam daftar 500 lagu terbaik sepanjang masa versi berbagai media luar negeri.

0 COMMENTS