The Broto

Peringatan The Broto Soal Persatuan di Karya Terbaru

  • By: NND
  • Senin, 19 August 2019
  • 200 Views
  • 3 Likes
  • 1 Shares

Rampung merilis single "Doom Rock n’ Roll" di awal 2019, Kartoadisoebroto, yang biasa disingkat The Broto kembali melepas single "Vereenigde Oostindische Chaos", bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

The Broto adalah nama segar di kancah musik keras independen di Indonesia. Dibentuk pada 2015 oleh beberapa mahasiswa Universitas Indonesia, mereka sempat mengalami pergantian personil. Barulah di tahun 2016, mereka tampil untuk pertama kalinya.

"Vereenigde Oostindische Chaos" disajikan tidak se-groovy stoner rock yang masih mudah dicerna, tapi tidak juga sepenuhnya ngebut ala thrash metal. Penyeimbangan tempo hadir di aksen doom dan sludgy di sekujur single ini.

Beberapa bagian pada lagu ini memuat sampling sirine dan “Indonesia Raya” yang dinyanyikan Han Grijzenhout. Ia adalah veteran perang Belanda yang meminta maaf karena telah menjajah Indonesia, yang penyesalannya dirangkum oleh Marjolein van Pagee (terjemahan oleh Ady Setyawan, 2013).

Single yang dirilis melalui Lifemocker Records, serupa dengan rilisan kompilasi antara delapan band dengan sound serupa yang tersebar antara Jakarta - Bandung.

Keuntungan dari rilisan kompilasi yang hanya tersedia sejumlah 40 keping tersebut, kemudian disumbangkan melalui Sahabat Veteran untuk amal dan musik sebagai pembawa perubahan, serta perayaan menuju 17 Agustus.

Kembali ke single "Vereenigde Oostindische Chaos" bukanlah karya dengan konsep dan ide yang baru. Ia hadir dari repetisi sejarah kelam tentang penderitaan Nusantara di bawah penjajahan kongsi dagang Belanda, yakni VOC.

The Broto menggubah lagu ini bukan semata sebagai sebuah pengingat. Saat itu, walau persatuan kita memiliki banyak perbedaan, tetap bisa terjalin dan memerdekakan bangsa.

“Bisa dibilang manusia itu 'bisa nyatu' kalau ada dua hal ini sih, menurut gue: teman bersama, atau musuh bersama. Nah, pada saat itu Indonesia 'bisa nyatu' karena ada musuh bersama, ya penjajah.

Nusantara ya dari dulu musyawarah mufakat. Bela kanan, bela kiri, kagak ada yang bela Indonesia. Gue cuma mau ‘ngingetin itu di lagu ini: lu sekarang ribut mulu tu kenapa, apa lu pada ga inget dulu ‘nyatu nya kenapa?” tulis mereka di siaran pers single ini.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
33 views
superbuzz
228 views
superbuzz
160 views