Fleet Foxes

Perjalanan Album Fleet Foxes Dirangkum melalui Video Klip “Sunblind”

  • By:
  • Rabu, 9 December 2020
  • 459 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Setelah berhasil merilis album baru setelah melewati proses yang panjang dan harus bertahan di masa pandemi, kini Fleet Foxes kembali lagi dengan sebuah video klip lagu yang diambil dari album berjudul Shore tersebut. Sebagai sebuah perayaan rilisnya album Shore, Fleet Foxes merilis sebuah video klip untuk single perdananya, berjudul Sunblind.

Video klip Sunblind dari Fleet Foxes ini diproduksi dan disutradarai secara mandiri oleh Sean Pecknold, adik dari gitaris dan vokalis di tubuh Fleet Foxes, Robin Pecknold. Kontribusi Sean Pecknold juga bisa ditemukan pada video klip terakhir yang dirilis oleh Fleet Foxes berjudul Can I Believe You. Bersamaan dengan proses rekaman album Shore yang memakan waktu, video klip untuk single terbaru dari Fleet Foxes ini juga diambil di antara bulan September tahun 2018 hingga September tahun 2020. Latar tempat video klip ini juga mengikuti perjalanan proses rekaman album keempat yang direkam di berbagai tempat, seperti Long Pond studio di New York, St. Germain studio Paris, dan Vox yang berlokasi di Los Angeles.

Secara garis besar, video klip single Sunblind dari Fleet Foxes ini menceritakan tentang proses panjang yang dialami oleh band tersebut saat merekam album Shore. Mengenai album tersebut, Robin Pecknold yang merupakan frontman bagi Fleet Foxes sempat mengungkapkan bahwa dirinya menganggap album ini sebagai sebuah perayaan atas kehidupan di ambang kematian. Hal tersebut didasari oleh keadaan dunia yang mau tidak mau harus tetap berjalan meskipun dilanda situasi mencekam akibat penyebaran virus Covid-19. 

Proses panjang yang dilakukan Fleet Foxes untuk albumnya ini berdasar pada keinginan Robin Pecknold untuk membuat karya musikal yang menghadirkan nuansa lagu yang lebih hangat namun sarat akan optimisme. Atas dasar tersebut, Robin Pecknold secara ekstensif melakukan kolaborasi untuk karya terbaru Fleet Foxes bersama beberapa musisi legendaris, seperti Arthur Russell, Curtis Mayfield, Nina Simone, Michael Nau, Van Morrison, Sam Cooke, The Roches, João Gilberto, Piero Piccioni, Tim Bernardes, Tim Maia, Jai Paul, and Emahoy Tsegué-Maryam Guèbrou. Demi memaksimalkan karakteristik yang sesuai untuk album keempat Fleet Foxes, Robin Pecknold juga berperan sebagai produser untuk pengerjaan Shore. Pengerjaan album terbaru Fleet Foxes ini juga dibantu oleh Beatriz Artola sebagai teknisi rekaman. 

Proses penggarapan materi yang kolaboratif tersebut nyatanya membawa dampak baik terhadap cara penulisan Robin Pecknold untuk lagu-lagu Fleet Foxes. Dirinya mengakui bahwa lebih merasa produktif dan menggugah hasratnya untuk secara konsisten menulis lagu. Dalam pencarian karakteristik suara dan cerita yang sesuai dengan keinginannya, Robin Pecknold memilih menghabiskan waktu untuk menulis lagi di Portugal. Untuk proyek terbaru Fleet Foxes ini, Robin Pecknold juga kerap kali menghabiskan waktunya dengan berkendara menggunakan mobil. Dirinya sengaja untuk memilih jarak tempuh yang cukup jauh, mulai dari tempat tinggalnya di Greenwich Village, New York menuju danau Minnewaska dan pegunungan Catskill. Hal itu Robin Pecknold lakukan agar dirinya bisa menangkap keindahan dan kehangatan alam dari pengalaman dirinya sendiri.

Selama menghabiskan dua tahun masa pengerjaan album Shore, Robin Pecknold juga sering melakukan kontemplasi akan respon karya Fleet Foxes setelah dirilis. Robin Pecknold merasa dirinya masih dibayang-bayangi oleh kesuksesan pertama yang diraih Fleet Foxes kala mereka merilis album perdananya di tahun 2008. Secara jelas Robin Pecknold mengatakan bahwa kala menulis materi untuk album Shore, dirinya sangat ingin untuk bisa membuat karya yang dapat menandingi, bahkan mengalahkan kesuksesan yang dirinya raih bersama Fleet Foxes 12 tahun silam. Namun bayang-bayang akan kejayaan masa lampau Fleet Foxes tersebut sirna sekitar bulan Maret lalu. Paparan informasi yang diterima Robin Pecknold tentang dunia dilanda pandemi dan orang-orang menyuarakan ketidak adilan terhadap kaum minoritas menjadi titik balik bagi dirinya untuk kembali menyelesaikan proyek album baru untuk Fleet Foxes. 

Bayang-bayang tersebut sirna setelah Robin Pecknold melihat dan merasakan keadaan dunia yang cukup memprihatinkan. Rasa khawatir yang dirinya alami terkait materi lagu Fleet Foxes tersebut hilang. Dirinya mulai ingin segera menulis lagu hanya untuk dirinya sendiri dan juga Fleet Foxes secara kolektif. Robin Pecknold pun menganggap rasa khawatir yang dirinya rasakan kala itu ganjalan kecil dibandingkan apa yang sedang terjadi di dunia saat ini. Itulah alasan mengapa Robin Pecknold menganggap album baru dari Fleet Foxes ini sebagai sebuah perayaan atas kehidupan di ambang kematian. Melalui album ini Robin Pecknold merayakan kekuatan yang ada dalam dirinya karena berhasil untuk bertahan hidup di tengah situasi yang tidak menentu seperti saat ini. 

Robin pun merasa bersyukur bahwa dirinya masih memiliki kesempatan baik dalam waktu dan rasa bahagia saat membuat musik untuk Fleet Foxes. Menurut Robin, musik adalah sebuah anugrah yang sangat berharga bagi pentolan band satu ini. Musik dapat membawanya terus hidup dan jadi sebuah penawar di tengah pahitnya situasi dunia saat ini.

Fleet Foxes merilis album keempatnya dengan cara yang sedikit unik. Fleet Foxes secara tepat merilis Shore  pada pukul 6.31 Pacific Times waktu Amerika Serikat sebagai sebuah penanda yang bertepatan dengan peralihan musim panas menuju musim gugur di tempat dirinya tinggal. Album terbaru milik Fleet Foxes ini terdengar memiliki nuansa yang lebih bright, ceria, dan sarat akan optimisme jika dibandingkan dengan album terakhirnya di tahun 2017, Crack Up.

0 COMMENTS