The Distillers

Perjalanan dan Perubahan Band Punk Rock Legendaris The Distillers

  • By:
  • Minggu, 6 December 2020
  • 837 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Musik Punk Rock adalh musik yang lahir pada era tahun 1970-an di tiga negara yaitu, Amerika serikat, Inggris dan juga Australia. Grup band ternama yang mayoritas masyarakat ketahui seperti Ramones, The clash, Sex Pistols dan masih banyak lagi yang lainnya menjadi pelopor eksistensi musik Punk Rock ini. Grup band Punk Rock memiliki ciri khas musik yang sederhana, mulai dari susunan anggota yang hanya memiliki satu gitar juga vokal, satu bassis yang terakhir adalah drummer dan aransemen musik Punk Rock juga sangat sederhana seperti musik Garage Rock tahun 1960-an. Satu lagi yang khas dari musik Punk Rock adalah lirik mereka yang selalu kental berisikan kritik terhadap politik, sosial, juga pemberontakan yang terlahir dari pola pikir dan gaya hidup sebelumnya yaitu gerakan Eniavant-garde.

Dimulai pada akhir tahun 1998, The Distillers berkumpul yang diawali dari sang gitaris asal Australia sekaligus pentolan The Distillers Brody Dalle bertemu dengan Kim Chi yang kala itu memegang instrumen bass dalam band. Kecintaan mereka berdua dalam memainkan musik punk rock ini memutuskan untuk merekrut personil baru yaitu gitaris asal Detroit Amerika Serikat Rose Mazzola dan juga Drummer Matt Young. 

Melanjutkan keseriusan bermusik, mereka memutuskan untuk bergabung dan berkarya di bawah label musik independen milik gitaris Bad Religion Brett Gurewitz. Pada tahun 2000 tepatnya bulan April The Distillers merilis album pertamanya yang diberi nama “Self-title”. Dalam album “Self-title” ini Brody Dalle memegang peranan penting dimana hampir semua lagu dalam album tersebut ditulis oleh sang gitaris dan vokalis The Distillers itu. Beberapa bulan setelahnya, di akhir tahun 2000 Kim Chi sang bassist memutuskan untuk mengundurkan diri dan bergabung dengan band punk Exene Cervenka bernama The Original Sinners. Untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Kim Chi, The Distillers merekrut Ryan Sinn untuk menggantikan posisinya. Matt Young berangkat bergabung dengan Chi dan Mozzala pergi selama puncak “Seneca Falls”.

Pada Musim panas tahun 2002, The Distillers yang terdiri dari Brody Dalle dan Ryan Sinn merekrut drummer baru asal Amerika yaitu Andy Granelli. Mereka pun merencanakan untuk melakukan pertunjukan dan mengajak dua band rock lainnya, No Doubt dan Garbage untuk ikut berpartisipasi saat musim gugur nanti. Di tahun 2003 Tony Bradley (gitaris / vokalis) bergabung dengan The Distillers pada saat mereka melakukan rekaman album ke tiga dan debut The Distillers bersama major label milik Warner Music Group bernama Sire. Mereka berhasil mencapai trending album top 100 di Amerika dan top 50 di U.K kala itu dengan album “Coral Fang”. Setelah perceraiannya dengan Tim Armstrong vokalis band Rancid, di tahun yang sama Brody Dalle memutuskan untuk kembali tampil dengan namanya sendiri.

Awal tahun 2005 Andy Granelli resmi mengundurkan diri dari The Distillers dan memutuskan untuk pindah dan bermain bersama dengan Darker My Love. Masih di tahun yang sama pada musim panas tepatnya Ryan Sinn juga mengumumkan pengunduran dirinya dari band yang akhirnya meneruskan karirnya bersama Angels and Airwave. Terlepas dari rumor yang beredar luas, The Distillers yang sekarang hanya tersisa Brody Dalle dan Tony Bradley, mereka membantah bahwa perjalanan musik The Distillers telah selesai namun mereka menyebut “hiatus“ adalah kata yang sesuai. Kabar gembira pun hadir untuk Brody Dalle, di awal tahun 2006 Brody Dalle dianugerahi seorang anak perempuan yang diberi nama Camille hasil dari pernikahannya dengan sang suami baru Josh Homme vokalis band Queens of The Stone Age. Akhirnya Brody Dalle dan Tony Bradley buka suara dan mengumumkan secara resmi bahwa The Distillers bubar dan kemudian mereka berdua bersama-sama melanjutkan karir bermusik dengan membentuk Spinnerette.

Sekian lama tidak terdengar kabar, pada bulan Januari 2018 Dalle mengunggah video teaser dari akun baru instagram dan Twitter milik The Distillers yang memberitahukan bahwa mereka siap untuk kembali lagi. Para fans mereka memprediksi soal line up personil baru yang akan mengisi kekosongan dalam band tersebut melalui akun Twitter resmi The Distillers yang telah mengikuti 4 akun Twitter lainnya. Empat orang line up yang membuat heboh sosial media pada tahun 2018 itu adalah Dalle, Bradley, Granelli, dan Alain Johannes mantan anggota band Spinnerette. Kemudian Johannes dihapus dari akun resmi The Distillers kemudian mengikuti sang mantan basis terdahulunya Sinn. 

Setelah itu diumumkan kabar untuk para fans juga penikmat musik punk rock, bahwa band punk rock ini akan kembali melakukan pertunjukan resmi pertamanya lagi setelah tiga belas tahun di The Casbah di San Diego, California pada akhir April 2018. Pertunjukan mereka pun disambut baik oleh para fans dan penikmat musik punk rock. Kabar positif lainnya pun diunggah dalam akun Instagram resmi The Distillers, bahwa mereka akan merilis single baru yang akan bisa dinikmati di iTunes. Seakan tidak hanya sekedar reuni sesaat, mereka pun berencana untuk merekam album keempat yang masih mengikuti album sebelumnya Coral Fang pada April 2019.

Perjalanan panjang mereka pun dilanjutkan dengan pengumuman bahwa The Distillers akan memasuki studio dan bekerjasama dengan Nick Launay produser musik asal Inggris yang telah lama bekerja sama juga dengan Nick Cave and The Bad Seeds, Yeah Yeah Yeahs, Arcade Fire, Kate Bush, Talking Heads, David Byrne, INXS dan lebih banyak lagi band yang berpengaruh dalam perkembangan musik dunia.

0 COMMENTS