Pestolaer

Pestolaer, Salah Satu Nama Besar di Skena Indies

  • By:
  • Senin, 23 November 2020
  • 1321 Views
  • 0 Likes
  • 1 Shares

Masuknya invasi musik britpop di Indonesia membuat pergerakan anak muda yang menggemari musik menjadi lebih menggila, terutama di kota-kota besar dengan akses mudah untuk menggapai pengetahuan yang sulit untuk awam. Berkat hal tersebut, Jakarta merupakan salah satu kota yang melahirkan skena indies, sebagai derivasi dari invasi britpop di Tanah Air. di antara band independen yang mewarnai skena indies, Pestolaer merupakan salah satu nama yang cukup memiliki penggemar baik di dalam maupun luar kalangannya.

Sebelum musiknya terpengaruh dengan nuansa britpop, Pestolaer lebih dulu terkenal memainkan musik-musik yang terdengar cukup keras, salah satu influence bagi Pestolaer kala itu adalah Sex Pistols. Di awal terbentuknya Pestolaer di tahun 1992, band ini digawangi oleh Taba (vokal), Nyoman (gitar), Arie Pa (bass), dan Boris (drum). Pergerakannya sebagai sebuah kelompok musik punk kala itu, membuat nama Pestolaer jadi salah satu ikon untuk komunitas skena bawah tanah di tempat mereka berada.

Namun di tahun 1994, ada perubahan yang terjadi di dalam tubuh Pestolaer. Salah satu perubahan yang terjadi datang dari Nyoman yang digantikan oleh Arya sebagai pemain gitar pengganti untuk Pestolaer. Perubahan tersebut juga memengaruhi gaya bermusik Pestolaer selanjutnya. Pestolaer mengubah haluan musiknya yang sebelumnya dikenal bermain musik punk rock, pada tahun tersebut mereka memilih untuk mencoba menggali potensi lain dari gaya bermusik northern blues atau madchester yang berada di bawah payung besar britpop. Sedangkan di Jakarta, musik-musik yang terpengaruh dari permainan Blur, The Soup Dragons, Oasis, The Stone Roses, dan Ride tersebut dikenal dengan istilah indies. 

Perubahan arah bermusik yang dialami oleh Pestolaer ini diyakini oleh Taba bukan sebagai bentuk inkonsistensi terhadap dirinya dan Pestolaer bermusik. Namun perubahan tersebut hadir sebagai bentuk pengembangan karier akibat pemahaman musik yang lebih luas selama berkarier bersama. Taba pun sempat mengungkapkan bahwa genre musik madchester ini merupakan sebuah evolusi yang lahir dari penggiat musik punk rock di Britania Raya sana.

Di tahun 1995, Pestolaer mulai berkeinginan untuk masuk ke dapur rekaman. Kala itu, terjadi juga penambahan anggota di dalam tubuh Pestolaer dengan hadirnya Arie Legowo sebagai pemain keyboard dan Ebi yang menjadi pemain gitar. Alhasil di tahun tersebut Pestolaer merilis album debutnya yang dirilis secara mandiri yang judulnya diambil selaras dengan nama bandnya. Di tahun 1997, Pestolaer kembali lagi dengan album kedua berjudul Jang Doeloe. Citranya sebagai band yang aktif di masa tersebut membuat nama Pestolaer jadi salah satu nama yang cukup besar di skena yang juga jadi tempat Rumahsakit bernaung.

Menurut rumor yang tersebar di kalangan penikmat musik Pestolaer dan Rumahsakit, sempat ada masa ketika masing-masing kubu mempertanyakan band mana yang lebih dulu dan pantas dianggap sebagai kepala di pergerakan skena indies. Nyatanya, Taba dari Pestolaer tidak terlalu mengambil pusing dengan isu yang berkembang di masa itu. Dirinya pun menyatakan bahwa Pestolaer juga cukup memiliki kedekatan dengan vokalis Rumahsakit kala itu, Andri Lemes. Pestolaer juga pernah tampil di atas panggung yang diinisiasi di dalam rumah dari Rumahsakit, yakni Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Taba juga sempat menyatakan bahwa IKJ merupakan salah satu tempat yang tidak hanya dapat menerima musik yang dibawakan oleh Pestolaer, namun juga jadi tempat yang mempersilakan bagi para seniman atau musisi berkarya sesuai keinginan hati masing-masing.

Perjalanan karier Pestolaer sebagai kelompok musik tidak bisa dibilang awet. Pestolaer mengumumkan bahwa mereka resmi membubarkan diri di tahun 1998. Diketahui bahwa ternyata kala itu ada perbedaan visi dalam bermusik di antara masing-masing anggota Pestolaer. Masuk ke tahun 2004, Pestolaer muncul kembali ke kancah permusikan Tanah Air sebagai bentuk reuni. Meskipun begitu, tidak semua anggota orisinil Pestolaer hadir di dalam tubuh yang sempat ditinggalkannya. Kala itu, Pestolaer hadir dengan beberapa anggota baru di antaranya adalah Onez sebagai penabuh drum, Angga sebagai pemain gitar, Nanang menjadi pemain bass dan Haryo sebagai pemain keyboard. Bersama anggota barunya tersebut, Pestolaer langsung segera kembali masuk ke dalam dapur rekaman dan mempersiapkan album ketiganya. Namun sayang, Nanang dan Haryo harus tergantikan posisinya di tengah-tengah proses rekaman album Tribute for You yang berhasil dirilis pada tahun 2006. Posisi Nanang digantikan oleh Madava, sedangkan Mickey menggantikan posisi Haryo. 

Satu tahun sebelum album ketiganya dirilis, Pestolaer juga sempat merilis sebuah single untuk soundtrack film Catatan Akhir Sekolah berjudul Tribute to Amster. Masuk ke tahun 2013, Pestolaer dengan formasi terakhirnya kembali merilis album terbarunya berjudul Rhythm of Mine. Dalam waktu yang bersamaan, Pestolaer juga merilis sebuah album antologi berjudul Birth – School – Indie Rock – Death dalam format 2 CD yang masing-masing berisikan 10 lagu terbaik dan B-sides milik Pestolaer selama 1994 hingga 2012.

0 COMMENTS