Barasuara

Pikiran dan Perjalanan, Langkah Baru Tapak Lawas Barasuara

  • By: NND
  • Senin, 18 March 2019
  • 900 Views
  • 1 Likes
  • 1 Shares

Darlin' Records

Rating: 7/10

Barasuara, baru saja merilis album barunya, Pikiran dan Perjalanan pada 8 Maret lalu. Album kedua besutan Iga Massardi (vokal, gitar), Asteriska Widiantini (vokal), Puti Chitara (vokal), TJ Kusumua (gitar), Gerald Situmorang (bass), dan Marco Steffiano (drum), melanjutkan Taifun yang dilepas pada 2015 silam.

Bagi Barasuara, album kedua ini memaparkan perubahan yang sudah dilalui dan akhirnya naik ke permukaan. Pikiran dan Perjalanan dianggap cocok merepresentasikan langkah-langkah mereka sebagai unit bermusik.

Album Pikiran dan Perjalanan memuat sembilan nomor yang dikemas dalam durasi 35 menit. Penyajian lirik dalam lagu-lagu didalamya masih bertaut pada kiblat serupa sebagaimana Barasuara yang kita kenal.

Permainan diksi dan susunan kalimat masih berjalan seperti album Taifun. Perbedaan mungkin terasa pada pesan yang mereka sampaikan, yaitu komentar terhadap isu-isu sosial, politik, dan budaya diramu dalam kesatuan tegas. Meski tidak terkesan eksplisit, pergeseran dalam tema dan topik ke arah yang lebih direct--lebih lantang dan berani.

Alur Pikiran dan Perjalanan dibuka dengan nomor yang diselimuti bayang-bayang riff blues dan rock kental. "Seribu Racun" dan "Pikiran dan Perjalanan" menyulut obor untuk menapak tujuh lagu berikutnya.  Masih enggan disurutkan, single yang sudah terlebih dahulu dirilis oleh Barasuara ahkir tahun lalu, "Guna Manusia", duduk di nomor ketiga.

Menyelam sedalam tiga lagu Pikiran dan Perjalanan, terasa permainan gitar merupakan benang merah yang disorot, sembari menitikberatkan intensitas blues dan rock. Ketiga lagu ini dibumbui progresi yang rasanya sudah lekat dengan karakter Barasuara yang hadir melalui hentakan dram dan gitar. Tak lupa vokal riuh yang memberikan nuansa antemik.

Menyambangi lagu keempat, suasana terasa diringankan. "Pancarona" menyajikan alunan nada dreamy pada bagian awalnya, vokal Asteriska dan Puti dikedepankan, hal memberikan unsur halus yang seakan menurunkan tempo tanpa membantingnya begitu saja. Secara mendetil, lagu ini memiliki build-up apik, ada kesan eksperimental yang keluar perlahan-lahan darinya.

Barasuara kemudian menyuguhkan sisi folk mereka di "Tentukan Arah". Sound gitar yang ditelanjangi hingga akustik, ditambah vokal berlapis dan ketukan perkusi menguatkan suasana folk yang hadir. Serupa dengan "Pancarona", Iga rehat meraja pada mikrofon, jalan terbuka bagi Puti dan Asteriska untuk mengisi vokal utama. Barulah di penghujung lagu ia menutup dengan derap vokal dan gitar.

Sementara "Masa Mesias Mesias" memadukan kerasnya rock dengan sentuhan musik Timur, menciptakan perubahan mood album. Lagu dancey ini dapat dikaitkan dengan musik dangdut, dibuka meriah dengan instrumen tiup, "Masa Mesias Mesias" terasa cukup menghentak. Setibanya di 3/4 lagu, alunan irama digiring ke arah dangdut, inilah bukti eksperimentasi dari referensi musik Barasuara.

Trek berikutnya, "Haluan" kembali menaikkan tempo album, menggunakan resep serupa tiga lagu awal, Barasuara mengembalikan semangat pembuka album. Terasa tegas, gitar kembali menjadi subyek utama.

Selanjutnya, "Samara" hadir dan meneruskan skema yang serupa dengan cara yang berbeda. Tak lagi dibungkus menyeluruh dengan kocokan rock yang memacu, lagu ini seperti mengandalkan build-up semacam big-band. Namun, tentunya kedua trek ini tidak terlalu terasa asing karena masih melintasi benang merah sound pembuka album.

Nomor pamungkas, "Tirai Cahaya" adalah penutup yang merdu. Percampuran folk dan rock sangat terasa dalam lagu ini. Suara gitar memberikan sedikit sentilan alternative, bahkan shoegaze. Vokal di lagu ini sanggup memberi ruang bagi tiap personil untuk bernyanyi hingga ditutup hilir yang ramai. Sementara gebukan drum yang ketat, memberikan unsur megah untuk menutup album Pikiran dan Perjalanan.

Pada dasarnya, Barasuara memang merupakan sulit dibatasi genre. Album ini kembali menguatkan keengganan mereka untuk dieksklusifkan dalam satu genre. Eksperimen musik dan lirik yang lebih vokal menjadi titik baru yang bisa dibedakan dengan album sebelumnya. Kesan antemik yang kerap mereka gunakan masih tampak, inilah bukti bahwa perubahan mereka sembarangan, tapi merupakan langkah baru dari album sebelumnya.

0 COMMENTS

Info Terkait

supernoize
182 views
superbuzz
340 views
superbuzz
1132 views
superbuzz
616 views
superbuzz
516 views
superbuzz
537 views