pertamaku romantic echoes

Romantic Echoes, Proyek Pop Psikedelia Solo dari Vokalis Pijar

  • By: NND
  • Jumat, 14 February 2020
  • 348 Views
  • 3 Likes
  • 1 Shares

Mengusung moniker Romantic Echoes, adalah proyek musik solo dari J. Alfredo--gitaris-vokalis grup indie pop kenamaan asal kota Medan (sekarang berbasis di Jakarta), PIJAR. Sebelumnya sempat merilis sebuah single anyar bersama Oslo Ibrahim ("You Made Me Smile" dan "You Made Me Cry"), dengarkan dan simak video liriknya, di bawah ini:

Kali ini Romantic Echoes kembali dengan suguhan karya terbarunya, bertajuk "Permataku." Dalam lagu anyar ini, Romantic Echoes membuka narasi yang mampu diresapi banyak orang, cukup mudah di-relate. "Permataku" mengupas sebuah kisah cinta seorang lelaki terhadap wanita yang dikagumi, yang kemudian berujung pahit.

"(Lagu ini) adalah sebuah lagu cinta yang bercerita tentang sebuah perasaan mendalam seorang pujangga cinta yang menaruh harapan yang sangat besar untuk seorang wanita. Akan tetapi, itu adalah hubungan yang tidak berlangsung lama dan keduanya pun memutuskan untuk berpisah," tulis Alfredo dalam siaran pers yang diterima SUPERMUSIC.

Namun, "Permataku" tidak hanya mengupas kisah senang-sedih terhadap sebuah hubungan secara ringkas. Lagu ini membahas pertemuan kembali kedua insan, membuatnya menjadi sebuah ungkapan yang cukup istimewa.

"Ini merupakan cerita lama yang sudah tertinggal jauh di belakang, hingga suatu saat mereka dipertemukan kembali--peperangan antara logika dan emosi pun terjadi."

Sejenak merekam jejak; sebagai sebuah proyek solo, Romantic Echoes pertama kali hadir ke dalam blantika musik nasional dengan dua single yang digarap bersama Oslo Ibrahim. Melaluinya, karakter musik keduanya pun dilebur.

Berdiri sendiri, Romantic Echoes mengusung musik yang masih berkutit dengan halaman pop--sama seperti PIJAR. Pembedanya hadir dalam unsur psikedelia yang lebih kental. Romantic Echoes meracik warna-warna musik pop psikedelia era 60-an yang lush, mendayu, dan cukup menawan. Bayangkan The Hollies dan Beach Boys menempuh petualangan mistis the Beatles, dikemas juga melalui ruang-ruang luas aransemen Pink Floyd.

Itu semua mampu merangkum durasi empat menit 38 detik yang dihadirkan oleh "Permataku." Kocokan gitar genit yang menyentil, harmonisasi vokal lembut, hingga terpaan synth apik di penghujung lagunya menjanjikan sebuah suguhan sonik yang berkarakter. Bayangkan jika Sore dengan musik "Indonesiana"-nya besar dan berkarya sebagai hippies era generasi bunga Amerika tahun 60-an--begitulah nuansa yang kira-kira hadir di dalam lagu ini.

Selebihnya, coba jajal sendiri. Melalui "Permataku" Romantic Echoes mampu menampilkan betul karakter musiknya dengan terus terang dan mulus. Secara menyeluruh, ia juga menjadi proyek yang patut diantisipasi!

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
34 views
superbuzz
60 views
superbuzz
65 views
superbuzz
52 views
superbuzz
47 views