Poppy Berbicara Tentang Album Baru dan Gagalnya Berbagai Konser

Poppy Berbicara Tentang Album Baru dan Gagalnya Berbagai Konser

  • By:
  • Rabu, 27 January 2021
  • 238 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Kabar baik datang dari penyanyi wanita Amerika Serikat, Poppy. Penyanyi berusia 26 tahun tersebut mengabarkan perkembangan dari penggarapan album terbarunya. Disebutkan oleh Poppy, pengerjan album baru ini hampir selesai.

Seperti yang diungkapkan oleh Poppy dalam sebuah wawancara baru-baru ini, pekerjaan untuk album berikutnya hampir selesai. Kepada SPIN, Poppy menjelaskan tentang materi baru yang sebelumnya dia diskusikan pada awal Maret 2020.

Kabar tentang adanya album baru dari Poppy memang sudah tersiar sejak pertengahan 2020. Album yang belum diketahui akan diberi tajuk apa ini sudah dikerjakan sejak tahun lalu, namun pandemi yang melanda bikin beberapa hal mesti Poppy sesuaikan lagi.

"Saya masih berniat merilis apa yang saya lakukan di bulan Maret, tetapi berubah menjadi sesuatu yang lain. Saya sebenarnya ikut turun tangan dalam beberapa proyek saat ini. Tapi salah satunya sudah sekitar 95 persen selesai dan saya sangat ingin merilisnya," ujar Poppy.

Poppy sendiri sebetulnya sudah merilis album penuh pada Januari 2020 dengan tajuk I Disagree. Album ini merupakan album studio ketiga Poppy. Berbeda dengan album I Disagree, Poppy menjelaskan penggarapan album barunya nanti sangat berbeda.

"I Disagree ditulis dalam rentang waktu sekitar satu tahun. Itu dilakukan di studio: gitar dan vokal live, tetapi yang lainnya ada di dalam studio. Seluruh pengalaman dan pendekatan ini benar-benar baru, dan produsernya adalah seseorang yang sangat saya hormati dan ingin saya ajak bekerja sama selama beberapa tahun," jelas Poppy.

Pengalaman yang berbeda dalam hal pembuatan album baru ini disebut Poppy juga memberi pengaruh dalam materi musiknya. Disebutkan oleh Poppy, album barunya nanti akan terdengar lebih segar.

"Saya dapat membicarakannya pada poin yang berbeda. Tapi saya bisa mengumpulkan band saya dan mempelajari lagu-lagu yang saya tulis di ruang dan waktu yang sangat terbatas, tentang hal-hal yang sangat dekat dengan saya. Kami melacak semuanya langsung di sebuah ruangan. Ini memiliki getaran sonik yang sama sekali berbeda. Kami sedang melakukan sentuhan terakhir padanya sekarang," ungkap Poppy.

Lebih lanjut Poppy menjelaskan bahwa materi musik di album barunya nanti tidak terinspirasi dari jalannya tahun 2020 yang penuh gejolak akibat pandemi. Alih-alih menggambarkan situasi pelik setahun ke belakang, Poppy ingin membuat album baru yang segar dan menyenangkan banyak orang.

"Tidak ada penyebutan karantina atau lockdown atau hal-hal itu dalam lagu. Saya pikir kita semua tahu di mana kita semua selama sembilan bulan terakhir. Saya tidak perlu mengingatkan orang-orang tentang itu - kita semua tahu apa yang terjadi. Lagu-lagu itu sangat pribadi bagi saya dalam kurun waktu sekitar dua tahun," ujar Poppy.

Tur dan Konser Poppy Batal Gara-gara Pandemi

Nasib Poppy sama seperti kebanyakan musisi di dunia saat ini yang terpaksa harus membatalkan tur atau jadwal konser mereka sepanjang 2020. Poppy terpaksa batal tampil sebagai pembuka dalam tur North American yang diisi oleh dua raksasa metal, Deftones dan Gojira.

"Ketika saya dapat mengakui ada sesuatu yang menyedihkan di dalam hidup ini, saya mencoba untuk tidak membukanya dan merenungkannya dari perspektif internal di mana saya tenggelam dalam kesedihan dan kesengsaraan saya sendiri," tutur Poppy soal gagalnya tur bersama Deftones.

"Ketika saya mendapat berita itu, saya menyadari bahwa itu adalah peristiwa yang menyedihkan, tetapi kemudian saya mencoba mencari hal positif di dalamnya. Hal positifnya adalah penjadwalan ulang menjadi 2021, jadi semoga saja kami mampu melakukannya."

"Tetapi ketika saya pertama kali mendengar berita tentang bisa melakukan tur, saya yakin saya melakukan beberapa acara pers atau pemotretan. Manajer saya menelepon saya, dan saya sangat senang karena saya adalah penggemar berat Deftones dan juga Gojira. Kakak saya adalah orang yang membuat saya menjadi mereka ketika saya masih sangat kecil. Mereka adalah salah satu band favoritnya, jadi itu adalah momen saudara perempuan yang keren, di mana saya seperti, "Tebak apa yang baru saja terjadi?," ujar Poppy.

Poppy memilih untuk tidak larut dalam kekecewaan karena banyaknya rencana gagal akibat pandemi. Poppy meyakini akan selalu ada kabar baik setelahnya dan berharap pertunjukan musik langsung yang bisa dihadiri penonton akan segera diselenggarakan lagi.

"Saya hanya menantikan kapan saya bisa melakukan tur itu tetapi juga hanya memutar musik lagi. Saya merasa seperti orang gagal untuk terus mengatakan itu - semua teman saya dan tim saya mendengarnya dari saya hampir setiap hari," ungkap Poppy.

"Tapi saya pikir itu bisa membantu menyembuhkan dunia. Saya membaca kutipan ini dari sebuah artikel dengan David Lynch, dan dia percaya bahwa karantina dan lockdown akan menyebabkan orang menjadi sedikit lebih baik pada akhirnya. Saya berharap [begitu], tetapi saya juga merasa itu membuat orang lebih agresif."

"Saya mengantisipasi yang ekstrem, baik hati yang lebih lembut atau hati yang lebih dingin dari masyarakat umum. Saya yakin kita akan mengalami ujung spektrum saat dunia kembali ke suatu bentuk yang normal," pungkas Poppy.

0 COMMENTS