Portal Music

Power Slaves

Power Slaves Rilis Ulang Hits Lawas "Impian" dan "Find Our Love Again"

  • By:
  • Minggu, 25 October 2020
  • 599 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Power Slaves belum berhenti berkarya di belantika musik Indonesia. Band rock asal Semarang, Jawa Tengah, ini mengaransemen ulang salah satu lagu terdahulu mereka berjudul Impian.

Ini menjadi bukti bahwa Power Slaves masih tetap solid dan produktif meski telah berkiprah selama puluhan tahun. Band yang beranggotakan Heydi Ibrahim (vokal), Anwar Fatahillah (bass), Wiwiex Soedarno (keyboard), dan Agung Yudha (drum) itu memberi sentuhan baru pada lagu Impian.

Power Slaves memberi sentuhan orkestra sehingga lagu Impian terdengar lebih megah. Namun, sisi aransemen hingga pola yang sudah melekar dalam lagu Impian tidak mengalami perubahan. 

“Dengan kemajuan teknologi dan kemampuan bermusik kami yang lebih dewasa, ada penambahan orkestra yang membuat “Impian” ini lebih terasa megah. Dulu, di versi originalnya, tidak ada," kata Wiwiex.

“Meskipun dengan teknologi digital, tapi pola analog dalam proses recording tetap kami terapkan untuk mendapatkan hasil maksimal,” jelasnya.

Sementara itu, Anwar menyebut para penggemar setia Power Slaves yang disebut Slavers akan menemukan warna vokal Heydi yang lebih matang di versi recycle lagu Impian dengan sound yang terdengar lebih tajam dan detail.

"Perbedaan mencolok jelas dari pita suara Heydi, di mana sekarang lebih terkesan tebal dan semakin matang dalam mengolah nada-nada falsetto. Vokal Heydi sekarang lebih bagus dan lebih ‘dapet’ dalam mengekspresikan lagu,” ujar Anwar.

Aransemen ulang lagu Impian dari Power Slaves sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital sejak 19 Agustus 2020. Bagi Wiwiex, lagu Impian adalah karya yang membuat nama Power Slaves meroket.

Lagu Impian termasuk ke dalam list lagu di album pertama Power Slaves pada 1994 dengan tajuk Metal Kecil. Di antara lagu-lagu lain pada album ini, Impian menjadi lagu yang mendapat perhatian lebih dari para pendengarnya.

Selain sibuk dengan mengaransemen lagu lawannya, Power Slaves juga memiliki agenda lain di 2020. Di masa pandemi COVID-19 dimana konser-konser musik banyak ditunda dan dibatalkan, Power Slaves tetap berupaya menghibur para penggemarnya melalui konser virtual.

Pada 22 Agustus 2020, Power Slaves menggelar konser live streaming dengan tema 'Tetap Merdeka'. Konser ini disiarkan di kanal YouTube Power Slaves dari Javent Rooftop. Konser virtual ini adalah yang kedua setelah sebelumnya tampil di Konser 7 Ruang Produksi DSS Music pada 5 Juli.

“Technically pandemi ini ada manfaatnya juga buat seniman. Kami jadi mikir selangkah dua langkah lebih maju dari sebelumnya. Kami gak akan pernah tau COVID-19 ini selesai sampai kapan. Bisa jadi malah gak akan habis. Doa wajib, namun upaya sebagai manusia dan kreativitas seperti virtual begini memang sudah harus ada untuk menghadapi dunia di masa datang,” tutur Heydi.

Pada awal Oktober lalu, Power Slaves kembali merilis aransemen ulang lagu lawas mereka berjudul Find Our Love. Di versi terbarunya, Power Slaves membuat musik Find Our Love terdengar lebih rock dan agresif.

Sama seperti lagu Impian, arasemen musik di Find Our Love ditambahkan unsur orkestra dan dipadukan karakter vokal Heydi yang semakin matang. Aransemen “Find Our Love Again” yang baru lebih bertenaga dan berasa live-nya, istilahnya lebih nge-band gitu,” jelas Wiwiex.

“Pastinya, versi yang sekarang lebih rock dan agresif. Kami pun dimanjakan oleh teknologi sehingga hasil mixing-nya ingin seperti apa bisa diaplikasikan."

Proses membuka pengarsipan lagu-lagu hits lawas Power Slaves sebetulnya sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Mereka awalnya merilis versi baru dari lagu Kau dan Aku yang berlanjut ke lagu Hanya Kamu dan Impian.

Find Our Love dan lagu-lagu lawas yang diaransemen ulang ini dikabarkan akan dituangkan ke dalam album bertajuk The Best yang rencananya dirilis dalam waktu dekat. Nantinya, lagu lawas tersebut akan dipadukan dengan lagu-lagu baru seperti Terus Melangkah, Stare At Me, dan Sudah Jangan.

Power Slaves berdiri pada 1991 yang diawali pertemuan Anwar dan Heydi. Karena memiliki kesamaan dalam konsep bermusik, mereka merekrut dua personel pendukung lain yaitu Bambang Kolem (gitar), Rany (gitar), Widi (drum), dan Wiwiex Soedarno.

Awal karier Power Slaves dimulai dengan mengikuti berbagai festival musik di antaranya Yamaha Music Quest pada 1992. Dengan membawakan lagu "Find Our Love Again" mereka menjadi salah satu yang terbaik dan membuka jalur menuju dapur rekaman.

Power Slaves semakin dikenal di industri musik rock Indonesia setelah merilis album pertama dengan tajuk Metal Kecil pada 1994 dan menghasilkan hit single Impian.

Karier Power Slaves berlanjut dengan merilis album kedua bertajuk Metal Kartun pada 1996, kemudian Kereta Rock N Roll sebagai album kedua pada 1998, disusul Powerslaves 2001 pada 2001, dan Gak Bakal Mati di 2002.

Mulai 2004 hingga 2008, Power Slaves tidak lagi terdengar merilis album baru setelah keluarnya Andrian Franzzy. Namun, Power Slaves bangkit di 2010 dengan album bertajuk Jangan Kau Mati.

Saat itu Acho Jibrani bergabung dengan Power Slaves untuk mengisi posisi gitar yang ditinggalkan Andrian. Namun, setelah merilis album ketujuh dengan tajuk 100% ROCK N ROLL pada 2012, Acho memutuskan untuk hengkang.

0 COMMENTS