Portal Music

Mocca

Produktifnya Mocca di 2020: Rilis Single Anyar 'There's a Light at the End of the Tunnel'

  • By:
  • Rabu, 4 November 2020
  • 554 Views
  • 2 Likes
  • 1 Shares

Mocca memberi kejutan seru di 2020. Band yang berdiri di Bandung, Jawa Barat, itu berkolaborasi dengan salah satu musisi ternama Indonesia sekaligus frontman dari band The Sigit, Rekti Yoewono.

Kolaborasi tersebut menghasilkan sebuah single baru untuk Mocca yang berjudul 'There's A Light at the End of the Tunnel. Kolaborasi dengan Rekti sendiri disebut bukan hal mengejutkan buat Mocca karena mereka mengaku punya kedekatan dengan sosok yang identik dengan rambut gondrong itu.

“Di lagu There’s A Light At The End Of The Tunnel, kita berkolaborasi dengan Rekti. Sebenarnya, kalau Mocca bikin sesuatu atau album, pasti melibatkan orang-orang dari lingkungan terdekat. Kalau sama Rekti, kita memang sudah kenal dari jaman dulu. Terus, ada lagu nih. Cocok kayaknya sama Rekti.” ujar gitaris Mocca, Riko Prayitno, dari keterangan pers.

Proses penggarapan single di masa pandemi cukup menarik buat Mocca karena harus bekerja sama dengan Rekti yang berdomisili berbeda. Riko Prayitno (gitaris), Toma Pratama (bassist),

dan Arina Ephipania (vokalis) memulai proses penggarapan dari rumah masing-masing, hanya

Indra Massad (drummer) yang merekam part drum lagu ini di studio untuk mendapatkan hasil

yang memuaskan.

Rekti awalnya hanya diminta untuk mengisi gitar dan vokal bagiannya saja, alih-alih untuk

mempelajari lagunya semua session hasil rekaman pun dikirimkan padanya. Ternyata semua

session itu dikulik Rekti, dengan diiringi pesan “Saya belajar mixing yah”.

“Pertama kali dengar lagunya, langsung mendapati perasaan optimis. Vokal sebagai elemen utama pembawa cerita sudah kuat, penambahan elemen suara laki-laki yang muncul di babak ke-2 lagu sepertinya bisa memperkaya lagi suasana kebersamaan. Beat drumnya juga terasa bisa membawa dan memperjelas emosi di tiap bagan lagu, pattern bassnya diselaraskan mengikuti kick dan snare drum," jelas Rekti soal proses mixing single teranyar Mocca.

"Kemudian terpikirkan untuk lebih mengedepankan lagi nada dalam riff gitarnya, hingga akhirnya dapat ide untuk memisahkan antara melodi gitar dengan chord gitar. Tamborine jg cukup penting untuk memperjelas perpindahan bagan lagu”, cerita Rekti tentang proses mixing lagu There’s A Light at the End of the Tunnel," tuturnya.

Kolaborasi ini pun membawa hal-hal berbeda dari Mocca. Sang vokalis, Arina Ephipania, ditantang untuk bermain gitar. Semua fragmen ini menjadi sesuatu yang segar bagi Mocca. Mereka pun sepakat untuk menjadikan Rekti sebagai co producer dari single There’s A Light at the End of the Tunnel, dan lagu ini adalah kali perdananya menjadi produser untuk Mocca.

Selalu ada harapan adalah pesan yang ingin disampaikan Mocca dan Rekti melalui lagu ini.

Seperti yang sedang dialami di masa saat ini, sepanjang tahun 2020 ketika semua berada dalam kondisi yang serba terbatas, namun selalu ada harapan semua akan membaik, bahkan lebih baik untuk semua pribadi.

“There’s A Light at the End of the Tunnel” sudah bisa didengarkan di seluruh platform musik

digital sejak tanggal 9 Oktober 2020.

“Don’t give up the fight, there’s a light at the end of the tunnel”.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Keep giggling with no reason ✋????????????????

A post shared by Mocca (@moccaofficial) on

Mocca Produktif di 2020

There's A Light ar the End of the Tunnel bukan satu-satunya karya terbaru Mocca di tahun 2020. Sebelumnya pada awal September, Mocca merilis single dengan judul Everything is Gonna be Fine. Lagu yang juga ditujukan agar para pendengarnya tetap optimistis di masa sulit akibat pandemi.

Lagu ini sekaligus menjadi doa dan harapan Mocca agar semua orang tetap bisa bertahan, produktif, dan terus berkarya meski berada di masa sulit seperti sekarang. Mocca yakin ada hikmah yang terkandung di setiap kondisi.

"Sebenarnya lagu ini lahir akibat sedang curhat ke seorang teman. Saya sempat bilang kalau sudah mau gila dan sempat mentok menulis lagu. Teman saya malah bilang ‘jangan, Pak! Lagu Mocca yang menghibur gua di masa karantina ini’," ujar Riko.

"Saya langsung tersadar bahwa ternyata lagu memiliki peranan yang besar dalam membangkitkan semangat orang lain. Kita (Mocca) enggak boleh menyerah nih," tuturnya.

Sama halnya seperti single There's A Light at the End of the Tunnel, proses pembuatan lagu Everything is Gonna be Fine dikerjakan dari masing-masing rumah personel. Meski begitu, selalu ada jalan bagi Mocca dalam mengatasi keterbatasan-keterbatasan itu. Mocca bahkan menggandeng Nanin Wardhani dari Nonaria untuk bermain piano dan akordeon.

“Proses rekaman dilakukan di rumah masing-masing. Begitu saya selesai bikin guide gitar dan vokal, data rekaman langsung diedarkan ke masing-masing personil agar bisa mulai penggarapan secara mandiri," jelas Riko.

Mundur ke belakang, Mocca juga merilis single baru pada Februari 2020 dengan judul 'Simple I Love You'. Perilisan single ini disusul dengan rilisnya video klip Simple I Love You di kanal YouTube Mocca pada Maret.

Berbeda dari dua single sebelumnya, lagu Simple I Love You dihadirkan Mocca untuk menyambut hari kasih sayang. Lagu ini mengangkat tema tentang kesederhanaan. Bagi para personel Mocca, lagu ini berkisah tentang sesuatu yang sederhana bisa menjadi sangat istimewa ketika dinikmati dan disyukuri.

"Misalnya sesederhana untuk selalu ada dan menua bersama dengan keluarga, sahabat, dan pasangan. Melalui lagu Simple I Love You kami pun mencoba mengingatkan untuk selalu positif, optimis, dan hidup itu indah berjalan apa adanya," jelas Riko.

0 COMMENTS