PROFIL SPIRIT KERAKYATAN JUKI (PART 2)

  • By: Coki Levy
  • Jumat, 20 May 2016
  • 3214 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Dengan segala keunikan racikan hiphop dengan tradisi Jawa, Jogja HipHop Foundation mulai menembus panggung-panggung internasional. Mereka tampil di Esplanade Singapore (2009) dan tahun 2011 tampil di New York dan San Fransisco. Pun film Hiphop Diningrat mendapat respom positif. Film ini diundang ke berbagai festival film internasional dan mendapat sambutan yang baik. Keterbatasan bahasa Jawa yang digunakan sebagai lirik rap, ternyata mampu diatasi dengan caranya sendiri dan justru menjadi semakin keren. Di masa selanjutnya, Juki berkolaborasi dengan sinden kondang Soimah Pancawati. Kolaborasi ini melahirkan sebuah album itu berjudul Semiotika Pantura. Tahun 2012 Jogja Hiphop Foundation kembali menggelar tur Amerika dengan tajuk Center Stage US Tour.

Tahun 2012 Juki menginisiasi program beasiswa Joglo Tani, sebuah beasiswa yang diberikan kepada tiga anak muda yang ia lihat benar-benar serius dan tertarik mengembangkan dunia pertanian. Juki mengungkapkan bahwa ia sangat mengharapkan ketiga anak tersebut nantinya bisa menjadi fondasi berdirinya sebuah institusi pertanian impian Juki. "Sebuah pusat studi pengembangan pertanian di desa. Harus ada orang yang benar-benar ahli untuk memimpin pusat studi tersebut. Ini memang bukan rencana pendek. Kalau dilihat sekarang memang belum ada hasilnya, tapi lihat sepuluh tahun ke depan," ujarnya.

Juki yang lahir dan tumbuh sebagai anak seorang petani, paham betul bahwa petani adalah soko guru terpenting bagsa ini dan harus disejahterakan. "Cara bertani harus diubah. Para petani tua memang sulit mengubah pola pikir. Akhirnya, saya mendirikan Serikat Tani Muda untuk menciptakan generasi petani baru yang mandiri," tutur Juki. Pada serikat petani tersebut, Juki menanamkan benih-benih cara bercocok tanam modern. "Saya ajarkan integrated farming supaya mereka bisa punya hasil setiap hari, tidak perlu tunggu tiga bulan," katanya. Juki pun menjabarkan salah satu contoh metodenya. Dalam satu lahan pertanian, kata Juki, sebenarnya semua sumber daya dapat dioptimalkan.

Selain belajar menggali potensi alam, sekitar 25 anak didik Juki tersebut juga diajarkan cara memasarkan produk. Jika ilmu yang diberikan dirasa kurang, Juki pun menyediakan layanan internet bagi para muridnya. "Saya dirikan tower internet di rumah. Semua yang mau akses jawaban untuk masalah dan perkembangan pertanian, tinggal ke rumah. Semangat saja dulu memajukan pertanian di tanah sendiri. Samakan impian," ucap Juki.

[bacajuga]

Tanggal 7 November 2014, Jogja Hiphop Foundation kembali merilis album baru, kali ini berkolaborasi dengan budayawan legendaries, Romo Sindhunata. Album ini berjudul Semar Mesem Romo Mendem; the Book of Sindhunata, dan dirilis dalam bentuk buku album. Buku album ini adalah ucapan terima kasih Jogja Hiphop Foundation kepada Sindhunata atas karya-karya puisinya. 14 lagu yang ada dalam buku album ini adalah pilihan dari sekitar 20-an lagu yang sudah dikerjakan JHF bersama Sindhunata dari tahun 2006 sampai dengan 2013. Judul ‘Semar Mesem Romo Mendem’ dipilih sebagai representasi Sindhunata sebagai tokoh Semar dalam pewayangan. Kembali dalam proses kreatif album ini Juki bergelut dengan Centhini, Gatholoco, Jayabaya, Ronggowarsito, selian tentu saja dengan puisi-puisi Sindhunata. Juki mengungkapkan ini sebagai proses belajar mengenal diri sendiri sebagai orang Jawa yang sesungguhnya yang terbuka.

Tahun ini, Juki dan kawan-kawannya di Jogja Hiphop Foundation akan merilis album baru. Diawali dengan hadirnya single “Ora Minggir Tabrak” yang menjadi soundtrack film Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2), Jogja Hiphop Foundation memastikan bahwa album terbaru mereka akan segera keluar. Singel “Ora Minggir Tabrak” diciptakan Juki dengan mencari referensi literatur Jawa yang bisa cocok dengan adegan di dala AADC 2. Akhirnya ia mereproduksi teks Cakra Manggilingan dan lagu dolanan anak untuk menggambarkan waktu yang terus berjalan. Dari teks tersebut terciptalah sebuah lagu yang bergaya ragam musik electronic dance musik (EDM) namun masih dengan sentuhan Jawa. Dalam lagu ini Kill The DJ berkolaborasi dengan Libertaria, grup elektronika baru yang dia dirikan bersama Balance sebagai co-producer. Lagu ini dirilis oleh label DoggyHouse Records. Kill the DJ dan Libertaria berencana merilis “Ora Minggir Tabrak” dalam format digital dan flashdisk.

Bersama Libertaria, Juki kini tengah mempersiapkan perilisan album baru. Berbeda dengan karya-karya sebelumnya, kini ia mencoba mengeksplorasi dangdut elektronika dalam sajian karyanya. Daya cipta ini kembali berangkat dari semangat kerakyatan yang kental dengan kehidupannya. Dengan ini pula Juki mencoba merumuskan hal-hal besar yang terjadi di negeri ini, dalam balutan sederhana yang akrab dengan kehidupan keseharian rakyat jelata. Banyak dengusan-dengusan seperti ‘orang miskin dilarang mabuk’ atau ‘muda-muda teruslah bekerja’ termaktub dalam lirik-liriknya. Albumnya akan dirilis gratis, diunduh bebas di internet. Penasaran dengan transformasi Juki selanjutnya? Sama, saya juga :)) Mari kita tunggu bersama-sama, kawan!

Foto: simomot.com, 

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
16 views
superbuzz
16 views
superbuzz
16 views
superbuzz
16 views
superbuzz
24 views
superbuzz
24 views