Hodgepodge Superfest 2019

Prophets of Rage Sukses Memanaskan Hodgepodge Superfest 2019 Hari Kedua!

  • By: NND
  • Senin, 2 September 2019
  • 210 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Mengawali hari kedua bersama Superfriends

Usai menyaksikan keseruan Hodgepodge Superfest 2019 hari pertama, Superfriends kemudian dijemput dari hotel untuk bermain paintball di Ancol. Keseruan berlanjut dengan aksi baku tembak yang tak jarang diselangi guyonan—membuat suasana panas siang itu menjadi seru dan ringan.

Tiap-tiap daerah di bagi menjadi tim, yang kemudian diadu satu sama lain. Terlihat Superfriends yang antusias menunggu giliran, bahkan usai bermain pun mereka masih tetap menyimak yang akan turun ke “medan perang”. Para superfriends pun tak terlihat letih meski mereka baru saja menyimak gelaran Hodgepodge Superfest 2019 hari pertama.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama di Jetski Cafe. Makan siang dihias lengkap dengan pemandangan alam yang apik karena terletak tepat di teluk jakarta. Laut di siang menjelang sore menjadi latar makan siang kala itu.

Ada juga GHO$$ yang turut serta naik panggung dan menghibur Superfriends yang tengah menyantap makan siang mereka bersama. GHO$$ sendiri termasuk dalam jajaran lineup dari Hodgepodge Superfest 2019yang naik panggung pada hari pertama gelaran tersebut.

Makan siang bersama menjadi semakin ringan karena GHO$$ membawakan lagu-lagu yang tidak ngebut, cukup untuk membuat suasana menjadi rileks. Hingga tibalah kita pada Hodgepodge Superfest 2019!

It’s day 2!

Setelah gelaran hari kedua open gate, M.A.T.S sebagai juara kedua gelaran Supermusic Rockin’ Battle dipercayakan untuk membuka acara pada pukul 15.30. Single hit-nya yang juga dikemas melalui video klip keren, “Nalar”, dibawakan secara megah di panggung indoor.

Sementara itu, tanpa banyak basa-basi, Barasuara pun mulai memanaskan suasana Hodgepodge Superfest 2019 hari kedua di bawah teriknya matahari siang itu. Di atas panggung Supermusic Stage, mereka menjaring penonton yang datang dan bermain sebagaimana biasanya, dengan lagu-lagu anthemic yang mampu mengajak semua bernyanyi.

Sebelum Barasuara sampai di penghujung aksinya, panggung Kapal Api Signature dibuat bergoyang dengan musik-musik hip-hop dari A. Nayaka. Tak tampil sendiri, hadir juga Laze yang memberikan sentuhan rimanya sendiri—di momen itu, mereka menyempatkan untuk menampilkan lagu baru untuk pertama kalinya di atas panggung Hodgepodge Superfest 2019—“Sombong”, judulnya. Di dalam sombong, Nayaka melepas rima dalam Bahasa Indonesia—yang pertama untuknya.

Keseruan disusul juga dengan penampilan dari Marcello Tahitoe. Ello—akrabnya disapa—bermain di salah satu stage besar.  Di atas BNI Stage, Ello menyajikan cicipan lagu-lagu Antistatis—album terbarunya yang berisikan nomor-nomor distorsi yang cukup gahar.

Ahmad Abdul juga menjadi salah satu talenta baru dari tanah lokal yang turut serta ditampilkan di Hodgepodge Superfest 2019. Sebagai salah satu jebolan Indonesia Idol, tentunya ia berhasil menampilkan kualitas tarik suara yang hebat—itulah yang menjadi daya tariknya di atas panggung HPSF19.

Menyusul aksi-aksi Ahmad Abdul, Maliq & D’essentials pun memulai penampilan mereka di area main stage, yakni BNI Stage. Tentunya, penampilan mereka berhasil menjaring banyak sekali penonton—tak aneh rasanya, mengingat ini Maliq & D’essentials.

Tiba waktunya untuk Pamungkas, salah satu nama muda dalam musik lokal, untuk beraksi. Beraksi membawakan lagu-lagu dari album sophomore-nya, Flying Solo, ia berhasil menghibur para pengunjung yang memang sudah menunggu penampilannya. Tidak lupa juga ia bawakan lagu-lagu diluar album baru tersebut, macam hitnya, “I Love You But I’m Letting Go”.

Menapak dari Pamungkas, maka bisa dijumpai juga area main stage yang sudah ramai dipadati oleh pengunjung. Jelas saja, Superorganism tak lama lagi akan segera memainkan musik-musik unik mereka. Kala waktunya tiba, antusiasme penonton sudah berada pada posisi yang sangat tinggi. Superorganism tampil lengkap dengan koreografi yang menarik, musik yang meriah, dan Orono yang menggemaskan. Set mereka—yang sudah ditunggu-tunggu itu—ditutup dengan dua lagu andalan, “Everybody Wants To Be Famous” dan “Something For Your M.I.N.D.”

Superorganism tidak menjadi satu-satunya kemerihan kala itu. Ada juga Danilla yang tampil di area indoor. Mulai bermain tak lama setelah Superorganism juga memulai aksinya, Danilla membuktikan bahwa banyak pengunjung yang memang hadir untuk menyaksikan dia. Area indoor berhasil disulap menjadi ramai, di mana banyak orang ingin melihat aksinya di atas panggung.

Area main stage enggan diberi rehat. Ketika Superorganism beres, panggung sebelahnya—Supermusic Stage—membuka jalan untuk penampilan internasional selanjutnya: State Champs. Unit pop-punk tersebut memberikan set energetik yang berhasil membuat semua penonton melompat-lompat. Musik upbeat segat mereka kembali mendongkrak semangat di Hodgepodge Superfest 2019 hari kedua, terutama melalui lagu andalan mereka, “Secrets” dan “Dead and Gone”—masing-masing dari album kedua dan album teranyar mereka.

Jajaran lineup internasional kembali dilanjutkan usai State Champs menyelesaikan aksinya. Di atas panggung BNI Stage, Betty Who langsung menyambut para pengunjung dengan aksinya yang meriah. Koreografi apik menemani lagu-lagu pop yang ia suguhkan, memberikan penampilan yang berkualitas di malam hari kedua HPSF19.

Kembali ke panggung indoor, sudah waktunya untuk Reality Club yang masih segar dari merilis album kedua dan terbarunya, What Do You Really Know?, beberapa hari silam. Lagu-lagu baru ini memberikan nuansa yang juga berbeda dari album pertama—menjadikan penampilannya di Hodgepodge Superfest 2019 cukup dinanti oleh para pendengarnya.

Sebelum Reality Club dapat menuntaskan penampilan mereka, animo para pengunjung yang sudah tak sabar menantikan penampilan paling ditunggu-tunggu pun sampai pada titik ujungnya. Ya, Prophets of Rage sudah siap menjajah Jakarta. Panggung Supermusic menjadi ground zero dari penampilan super tersebut. Gitar Tom Morello meraja di malam itu, begitu juga musik-musik dari eks-member Rage Against The Machine lainnya. DJ Lord memberikan sentuhan hip-hop yang mantap sepanjang penampilan. Kelengkapan ditutup dengan Chuck D dan B-Real yang handal dengan microphone.

Lagu-lagu dari RATM dibawakan dan disambut sangat heboh oleh penonton. Trek macam “Sleep Now in the Fire”, “Take The Power Back”, dan “Bulls On Parade” menjadi nomor yang ditunggu pun berhasil merusuhkan Allianz Ecopark, Ancol dengan magis. Adapula sejajar lagu asli mereka, seperti “Unfuck The World” yang tak kalah meriah diterima oleh penonton. Nampak Morello memamerkan tulisan “Bhineka Tunggal Ika” di balik gitarnya—membuat seluruh penonton semakin menggila.

Tak sampai disitu, sempat juga dibawakan nomor-nomor legendaris dari kancah hip-hop ketika para tulang punggung musik rock dari group tersebut turun dan memberikan ruang bagi ketiga legenda hip-hop tersebut beraksi. Trek seperti “Insane in the Brain” (Cypress Hill), Bring The Noise (Public Enemy), dan “Jump Around” (House of Pain) pastinya berhasil membuat semua melompat, yang diawali dari perintah “semua harus jongkok” dari Chuck D sebelum lagu tersebut dibawakan.

Tak lupa, sebuah ode untuk mendiang Chris Cornell pun dilantunkan. “Audioslave belum pernah ke sini. Untuk itu, kita akan memainkan musik ini untuk Chris!” ucap Morello sebelum memainkan “Cochise” yang dikemas tanpa vokal—karena tidak ada yang pantas menggantikannya, mungkin. Penonton pun didapuk jadi pengganti vokal Cornell. Malam itu juga jadi konser perpisahan bagi Morello dengan sang teknisi gitar setianya, Slim Richardson. Malam itu pun konser mereka didedikasikan bagi Slim.

Set mereka dilanjutkan oleh beberapa nomor orisinal milik Prophets of Rage lainnya, lalu mendarat di trek paling dinanti: “Killing in the Name”. Mengemas aksinya, Prophets of Rage pun mengerti cara yang tepat. “Bombtrack” menjadi penutup kerusuhan apik dengan latar besar bertuliskan “MAKE JAKARTA RAGE AGAIN”. Prophets Of Rage memberikan seluruh penonton sebuah malam yang tidak bisa dilupakan.

Tak lama dari mulainya Prophets of Rage, Kapal Api Stage juga dimeriahkan oleh aksi STARS Project—sebuah grup bertaburan bintang yang memainkan lagu-lagu dari “The King Of Pop”, Michael Jackson. Penampilan brilian mereka berhasil menjadi sebuah sajian alternatif di malam hari itu, memikat mereka yang lebih memilh musik nan halus ketimbang merusuh bersama di area main stage.

Seluruh penampilan apik pada hari kedua inipun dikemas dengan pas oleh Joko in Berlin. Memainkan musik yang lembut di dalam area indoor; para pengunjung yang selesai menyimak Prophets of Rage pun diberikan rehat sejenak melalui musik mereka. Nomor seperti “Senja”, “Beauteous”, dan “3am” menjadi obat melawan seluruh keringat habis digempur musik keras tersebut.

Dengan begitu, selesai sudah seluruh rangkaian acara Hodgepodge Superfest 2019. Kedua hari memberikan sajian musik mix-genre yang berkualitas, yang berhasil menjaring banyak sekali penonton dan membuatnya menjadi sebuah akhir pekan yang hebat. Sampai bertemu lagi di tahun depan, tentunya dengan lineup yang tidak kalah seru dari tahun ini!

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
237 views
superbuzz
133 views
superbuzz
188 views
superbuzz
199 views
superbuzz
277 views
superbuzz
273 views