Dark Morph

Proyek Baru Frontman Sigur Ros Umumkan Album Debut Eksperimental

  • By: NND
  • Minggu, 5 May 2019
  • 388 Views
  • 3 Likes
  • 0 Shares

Jónsi, frontman dari unit post-rock kenamaan asal Islandia, Sigur Rós, telah melepas sebuah single untuk menyikapi perilisan album perdana dari grup barunya yang ia bentuk bersama Carl Michael von Hausswolff—seorang komposer musik dan juga seniman visual.

Duo tersebut—Dark Morph, namanya—akan segera melepas debut album self-titled yang nantinya akan tersusun atas 8 trek. Sebagai sebuah album yang terinspirasi dari residensi dan keterikatan grup tersebut dengan TBA21-Academy, sebuah organisasi yang, “berdedikasi untuk merawat dan menjaga dan memperoleh pengertian yang lebih mendalam terhadap kelautan melalui kacamata seni untuk memajukan solusi-solusi kreatif terhadap permasalahan-permasalahan paling gentingnya.”

Jika mengutip profilnya, album tersebut mengemas suara-suara binatang seperti ikan paus humback, bangau dark morph, serta kelelawar; yang mereka rekam saat mereka berkunjung ke Vanua Vatu Reef di Fiji. Suara-suara tersebut mereka rekam lalu kemudian di-edit dan mixing di Gee Jam Studio, Jamaika.

Melalui rilisan pers, von Hausswolff menjelaskan secara detail proses pengumpulan suara-suara unik yang digunakan, serta cara penyusunan lagu-lagu dalam album mereka ini:

“Selagi kita di atas perahu, saya mulai merekam. Kemudian, saya memanipulasi suara tersebut dan mengubahnya menjadi sesuatu yang terdengar seperti suara drone atau lainnya itu. Kita memutuskan, ‘Mari buat (suara-suara binatang) ini agar tidak terdengar seperti suara aslinya, mari kita ubah menjadi sesuatu yang baru’. Setelah selesai mengoprek suara-suara tersebut, saya umpan ke Jonsi yang mulai menyusun melodi-melodi melaluinya; setelah itu, cara kerjanya seperti bermain bola, kita saling umpan-mengumpan.”

Single pertama yang diluncurkan oleh Dark Morph itu bertajuk “BEKA YALO”. Musiknya berada dibawah bayang eksperimental yang menggunakan penyajian elektronika. Gelap, tapi terasa dapat menyampaikan pesan yang diingikan jika dimuat dengan kontekstualisasi dan penekanan terhadap isunya—yang dalam kasus album self-titled ini, adalah permasalahan kelautan planet bumi.

Suara drone yang diucapkan sebelumnya memang naik panggung, membawa sebuah sentuhan unik yang menjadi lakon utama di balik pendekatan eksperimental mereka. “BEKA YALO” cukup memberikan kita gambaran terhadap musik dari Dark Morph dan album debut self-titled mereka yang resmi rilis pada 10 Mei 2019 via Krunk/The Vinyl Factory.

Coba dengarkan single mereka tersebut melalui video di bawah ini:

0 COMMENTS

Info Terkait