Public Culture

Public Culture: The Taste of Now

  • By: NND
  • Senin, 4 March 2019
  • 218 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

"Public Culture itu... Sebuah ekspresi, menurut gue," ujar Andre, selaku art director Public Culture, dalam video Has#tag Episode 2. Public Culture, brand clothing bervisi tegas, merepresentasikan kultur masa kini melalui visualisasi yang tak terikat batasan. Apapun dilahap, tanpa pandang bulu. Semua jadi referensi; lebih banyak, lebih baik.

Public Culture merupakan buah pikir dari Michael (founder). Nama Public Culture saat ini sudah berseliweran di mulut anak-anak muda urban, ini adalah dampak identitas brand mereka yang paten. Rilisan dan artikel mereka pun tidak semrawut, digiling terus menerus secara konsisten. Tahap awal pengerjaan koleksi terbaru mereka dimulai dari penyusunan konsep.

Ketika sudah matang, maka secara serentak mereka keluarkan, alias di-drop, strategi ini mereka rasa cukup mantap untuk menyusun momentum. "Lucid Dream", "Anger Management", dan yang teranyar, "Dysfunctional Dystopia" adalah beberapa contoh nama-tema dari koleksi yang sudah dan sedang mereka garap.

Tema-tema tersebut tidak sembarang mereka petik dari otak secara acak. Poin krusialnya: Public Culture ingin memvisualisasikan kultur anak muda, dan inspirasi yang paling relevan adalah isu-isu terkini. Mereka mengangkat isu yang sedang hangat, disaring melalui sudut pandang kultur populer, dan kemudian diringkas menjadi sebuah visualisasi yang layak untuk dipaparkan via t-shirt, totebag, topi, atau produk fashion lain.

Proses tersebut membantu memperkuat identitas mereka. Selalu ada cerita dibalik koleksi yang mereka angkat, dan cerita itu--dari beberapa segi, atau melalui beberapa sudut pandang--terasa relevan dengan karena memang sudah menjadi keseharian.

Kiblat-kiblat streetwear dunia, macam Hypebeast dan Highsnobiety, telah beberapa kali meliput rilisan koleksi mereka. Highlight ini memperlihatkan daya saing mereka untuk memperluas pasar mereka hingga ke kancah internasional; dan benar saja, memang itulah yang sedang mereka rencanakan.

Dengan palet colorful, versatile, dan unisex; Public Culture kerap menghasilkan produk berkualitas jempolan dan memiliki estetika mumpuni. Luasnya genre yang mereka jelajahi adalah senjata agar karya mereka dapat dinikmati banyak kalangan.

Mereka enggan dirantai oleh satu ciri khas, maka diangkatlah sebuah cara pikir yang universal. Mengutip kalimat yang terpajang di website resmi mereka, "With no roots attached, we never limit ourselves in what we do, we're here just to enjoy the roller coaster ride."

Koleksi mereka bisa dijumpai di Jl. Kemang Selatan VIII No. 63/B2, Kemang, Jakarta Selatan. Kalian juga bisa pantau koleksi Public Culture melalui akun Instagram mereka, @public.culture. Kalian bisa tahu lebih dalam di episode Has#tag terbaru dari SUPERMUSIC tentang Public Culture. Selamat menyaksikan!

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
208 views
superbuzz
217 views
superbuzz
275 views
superbuzz
1878 views
superbuzz
1152 views