Pukar, Band Metal Asal Maluku Utara Rilis Album Debut

Pukar, Band Metal Asal Maluku Utara Rilis Album Debut

  • By:
  • Jumat, 2 July 2021
  • 70 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Sederet problematika yang terjadi di Indonesia mendorong Reza dan Amank untuk membentuk sebuah kolektif musik crust black metal di pengujung tahun 2019. Berdiri dengan nama "Pukar", band ini berasal dari Maluku Utara.

Meski berasal dari Maluku Utara, sejak berdiri hingga sekarang para personelnya menetap di Bandung. Oleh karena itu, terdapat unsur rantau yang begitu kuat di dalam tubuh Pukar sehingga disalurkan pula ke dalam sajian musik-musik mereka.

Awalnya, mereka memakai nama Duo Coblong, sama seperti tempat tinggal mereka di kota Bandung. Namun, mereka mengganti nama menjadi Pukar dengan tujuan mengedepankan hal yang identik dengan tempat asal mereka, yaitu Ternate. Pukar juga awalnya beranggotakan tiga orang, namun kini tinggal menyisakan Reza dan Amank.

Setelah dua tahun lebih berdiri, Pukar akhirnya merilis album debut mereka ke publik. Diberi tajuk Cakalele, album ini telah hadir pada 22 April 2021. Dari keterangan di siaran pers mereka, nama Cakalele dipakai sebagai tajuk album untuk merepresentasikan kampung halaman mereka di Ternate.

Kata cakalele sendiri adalah sebuah nama dari tarian perang tradisional asal Maluku yang kini lebih sering digunakan untuk menyambut tamu dalam perayaan adat atau jamuan formal. Dengan mengusung nama 'Cakalele', Pukar berharap dapat menyuarakan perlawanan terhadap isu-isu sosial di Indonesia melalui musik beringas serba cepat yang mereka mainkan.

"Intinya masih sejalan deh dengan nama Pukar. Karena nama Pukar sendiri bermakna makian dan kemarahan ketika kita merasa sedang tertekan ataupun terintimidasi. Kami berharap dapat menyuarakan dan ikut berperan atas ketidak adilan di negeri ini melalui apa yang bisa kita lakukan, yaitu musik," ujar mereka.

Seperti namanya, musik yang dihadirkan Pukar memang terdengar keras. Menderngarkan mereka terasa seperti mendengarkan band cadas yang sudah lama berdiri dengan menyuarakan kritik tajam terhadap isu sosial yang terjadi di masyarakat. Lirik-lirik bernuansa perjuangan HAM, anti korupsi, serta dekriminalisasi ganja menjadi pusaran tema utama di rapalan serapahan mereka yang dihantarkan melalui blast beat rapat dan menggelegar.

Tentu saja, Pukar bukan cuma band yang hanya menyuguhkan teriakan di dalam bermusik. Kualitas produksi dan lirik yang mereka sajikan hadir dengan begitu jelas di album Cakalele. Terlihat jelas bahwa di album ini mereka ingin menunjukkan arti sebuah perlawanan, kemarahan, dan perjuangan.

Di kanal YouTube mereka, Pukar belum lama ini merilis single dan video musik berjudul Tanda Bahaya. Lagu ini, tentu saja, seperti di lagu-lagu sebelumnya mengangkat tema soal diskriminasi dan kritik tajam soal keadilan yang tak ditegakan secara nyata di Tanah Air.

Tahun lalu, Pukar sebetulnya sudah menunjukkan eksistensi mereka dengan merilis single bertajuk Propaganda Mary. Lagu ini terinspirasi dari kisah Fidelis Arie Sudewanto di Sanggau, Kalimantan Barat pada 2017 silam. Fidelis terpaksa menanam pohon ganja demi mendapatkan ekstrak yang bisa digunakan untuk menyembuhkan kelumpuhan sang istri.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by PUKAR (@pukarbandofficial)

Saat itu, istri Fidelis didiagnosa menderita syringomyelia, yaitu tumbuhnya kista berisi cairan atau syrinx di dalam sumsum tulang belakang. Setelah berjuang dengan melakukan pengobatan di berbagai rumah sakit dan pengobatan alternatif yang tak membuahkan hasil, Fidelis melakukan penelusuran di internet dan menemukan bahwa ekstrak ganja bisa menyembuhkan penyakit istrinya.

Namun, ketika istrinya mulai menunjukkan kemajuan kesembuhan setelah mengonsumsi ektrak ganja sebagai obat, Fidelis ditangkap oleh petugas BNN Kabupaten Sanggau pada Februari 2017 atas tuduhan menanam 39 batang pohon ganja secara ilegal.

Lagu Propaganda Mary lantas didedikasikan untuk Fidelis oleh Pukar. Lagu ini diharapkan bisa membuka kesadaran pemerintah soal guna dan fungsi tanaman ganja yanhg lebih tertuju untuk pengobatan. Selain Propaganda Mary, Pukar juga sudah merilis beberapa single lain secara berkala di kanal YouTube mereka seperti "Generasi Bakar dan Korupsi", "New Normal", dan "Cakalele".

 

Image source: Instagram/Pukar

0 COMMENTS