Pure Noise Records, Konsistensi Membawa Keberhasilan

Pure Noise Records, Konsistensi Membawa Keberhasilan

  • By:
  • Sabtu, 29 May 2021
  • 148 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Skena punk seakan selalu memiliki wadah alternatif dalam memusatkan karyanya. Salah satunya adalah dengan hadirnya beragam label rekaman dari para penggiat skena tersebut. Salah satunya adalah Pure Noise Records yang berdiri di tahun 2009. Jake Round merupakan sosok penting di balik perkembangan yang dialami oleh Pure Noise Records dari tahun ke tahun. Pengalaman Jake Round di bidang musik sebagai jurnalis dan penikmat cukup membantu Pure Noise agar dapat beroperasi secara optimal. Padahal lahirnya label rekaman Pure Noise Records ini didasari oleh keinginan Jake Round membantu band milik temannya, No Bragging Rights yang membutuhkan label untuk merilis album. 

Sebelum beroperasi sebagai Pure Noise Records, usaha yang dijalankan Jake Round kala itu beroperasi di bawah nama Pure Noise Entertainment yang bergerak di bidang promotor konser. Namun, setelah dua kali menggelar acara musik, Jake Round merasa bahwa menjadi promotor bukanlah sesuatu hal yang cocok dengan karakter pribadinya. Oleh karena itu, Jake Round merombak model bisnisnya untuk menjadi Pure Noise Records. Beruntungnya, Jake Round memiliki ilmu yang cukup dalam menjalankan bisnis dalam bentuk label rekaman. Diketahui bahwa Jake Round sempat menjalani program magang di Fat Wreck Chords, sebuah label rekaman milik Fat Mike dari NOFX. Selanjutnya, sudah memiliki No Bragging Rights sebagai band perdananya, akhirnya Pure Noise Records memutuskan untuk merilis demo secara terbatas. Jake Round selaku pendiri Pure Noise Records sebelumnya hanya membantu No Bragging Rights untuk mendapatkan pihak yang ingin merilis materi awal dari band melodic hardcore tersebut. Namun, setelah banyaknya penolakan demo yang dikirim, akhirnya Pure Noise Records memutuskan untuk memproduksi album perdana No Bragging Rights secara mandiri.

Untuk pembiayaan produksi album perdana No Bragging Rights, Jake Round harus menahan malu dan meminta bantuan dengan cara meminjam uang kepada ibunya. Selain itu, dalam memproduksi album perdana untuk Pure Noise Records, Jake Round pun dibantu oleh sosok yang cukup penting sebagai mentornya, yaitu Craig Ericson. Pendiri label rekaman Rise Records tersebut memberikan bantuan dalam bentuk dukungan moral hingga akhirnya Jake Round berani memproduksi album perdana bagi No Bragging Rights, The Consequence of Dreams di bawah naungan Pure Noise Records. Sepanjang tahun 2008 hingga 2010, Jake Round menjalankan bisnisnya di bawah Pure Noise Records dengan santai. Setiap tahunnya, Pure Noise Records hanya merilis maksimal 5 kali saja. Meskipun terkesan sedikit, ternyata hal yang dilakukan secara konsisten dapat membuahkan hasil yang baik. Lambat laun, nama Pure Noise Records mulai dilirik oleh beberapa musisi punk rock di Amerika Serikat yang sedang naik daun. Hingga akhirnya Pure Noise Records berhasil menarik Landscapes dari Inggris dan The Story So Far untuk bergabung bersama ke dalam roster bentukan Jake Round ini. Keduanya merupakan dua kelompok musisi yang memiliki tingkat popularitas paling tinggi kala itu. Maka, keberhasilan Pure Noise Records sebagai pendatang baru yang dapat mengajak Landscapes dan The Story So Far dianggap sebagai sebuah momen yang mengejutkan. 

Meskipun sudah memiliki nama-nama yang cukup bonafit sebagai roster-nya, nyatanya tidak gampang bagi Pure Noise Records untuk bersaing mendapatkan tempat sebagai label rekaman favorit di skena musik punk rock. Namun, atas kegigihan dan konsistensi yang dimiliki oleh Jake Round akhirnya di tahun 2014, Pure Noise Records berhasil membawa The Story So Far untuk menjadi headline di ajang Warped Tour untuk pertama kalinya. Warped Tour merupakan salah satu festival musik bergengsi demi para penggiat musik punk rock di Amerika Serikat. Di tahun 2014, Pure Noise Records juga berhasil mendapatkan keuntungan berkat larisnya album kedua dari The Story So Far. Album kedua band tersebut yang berjudul What You Don't See berhasil terjual hingga 50.000 keping. Penjualan album tersebut termasuk dengan terjualnya seluruh rilisan Pure Noise Records sebanyak 280.000 keping di seluruh dunia. Di tahun 2017, Pure Noise Records juga sempat bekerja sama dengan Sony Music untuk membuat label rekaman bernama Weekday Records.

 

Image courtesy of Music Connection

0 COMMENTS